Antara Pak Guru Dan Pak Direktur

Antara Pak Guru Dan Pak Direktur
Part 19


__ADS_3

Beberapa saat setelah berada di luar gedung, tepatnya di halaman kampus, pak Rico langsung menanyakan tentang kebenaran dari perkataan pak Azka dan pak Alvaro tadi.


“Luc, lebih baik kamu jelaskan padaku sekarang. Apa benar semua yang dikatakan oleh pak Azka tadi?” tanya pak Rico ketus


“Ya tentu saja itu tidak benar, mas.” Ucap kak Lucy berdalih


“Lagipula kan waktu itu mas sudah lihat sendiri buktinya. Apa mas masih tidak percaya juga?!” tambah kak Lucy


Pak Rico yang mendengar ucapan Lucy pun hanya diam dan memperhatikan dengan seksama ekspresi yang di perlihatkan kak Lucy saat sedang bicara


“Luc, kamu dengarkan aku baik-baik. Aku akan membuat perhitungan padamu jika terbukti bahwa ucapan pak Azka dan pak Alvaro itu benar.” Ancam pak Rico lalu pergi meninggalkan kak Lucy seorang diri


“Lagi lagi kamu, Kay. Llihat saja. Akan kubalas kamu nanti hingga kamu tidak akan bisa mempengaruhi siapa-siapa lagi.” Ucap kak Lucy dengan penuh emosi dan pergi


Sementara di tempat lain dan di waktu yang sama, aku ternyata sudah di jemput oleh pak Jimmy


“Mas sudah lama?” tanyaku


“Tidak kok. Barusan aku sampai.” Sahutnya dari dalam mobil


“Gimana kuliahnya hari ini?” tanya mas Jimmy


“Oh, semuanya baik-baik saja.” Sahutku


Kami pun akhirnya berencana pulang ke rumah. Namun ketika hendak masuk ke dalam mobil, tiba-tiba tanganku di tarik oleh kak Lucy dan kemudian di tampar.


“Kamu itu, ya. Dasar perempuan tidak tahu diri. Kenapa sih kamu itu terus-terusan mengejar-ngejar mas Rico?” ucap kak Lucy penuh emosi


“Maksud kak Lucy itu apa? Kenapa kak Lucy seperti ini ke aku?” ucapku sambil memegangi pipiku yang tadi di tampar oleh kak Lucy.


“Halah.. Jangan belagak tidak tahu, deh. Kamu itu, ya. Dasar perempuan tidak tahu diri.” Ucap kak Lucy emosi dan pak Jimmy pun hendak keluar membelaku namun tiba-tiba pak Jimmy mendapatkan telepon dari kantor


Tapi ternyata di saat yang bersamaan, pak Rico datang dan langsung menghampiri kami. Pak Rico pun sempat melihat kak Lucy menamparku dan mendengar kak Lucy memarahiku


“Lucy..!!” ucap pak Rico dengan suara tinggi membuat kak Lucy menjadi diam tak bergeming


“Kamu tidak apa-apa, Kay?” tanya pak Rico dan aku pun mengangguk


“Lucy, sini. Ikut aku.” Ucap pak Rico sambil menarik tangan kak Lucy kasar


Sementara aku pun langsung masuk ke dalam mobil.


“Kamu kenapa, Zahra?” tanya pak Jimmy dan aku pun diam tidak menyahut


“Zahra, kamu tidak apa-apa?” tanya pak Jimmy lagi dan kali ini sambil menengokkan wajahku

__ADS_1


“Zahra.. Bilang ke aku, siapa yang sudah membuat lebam pipimu ini? Apa perempuan tadi atau laki-laki yang barusan datang?” tanya pak Jimmy yang tidak tahu jelas siapa yang barusan datang karena sedang berada di dalam mobil


“Sudah, mas. Aku tidak apa-apa. Bukan laki-laki tadi kok, mas. Tadi itu dosenku yang datang dan melerai kami.” Jelasku


“Oh, syukurlah. Maaf tadi aku tidak keluar karena tiba-tiba hpku berbunyi.” Ucap pak Jimmy


“Iya, mas. Tidak apa-apa.” Sahutku


Kami pun akhirnya pulang dan di saat yang bersamaan, kak Lucy sedang menghadapi pak Rico di taman kampus


“Sekarang kamu jelaskan. Tadi apa maksud kamu menampar dan memarahi adikmu, hah?” tanya pak Rico emosi


“Aku... Aku.. Aku...” ucap Lucy tergagap


“Iya. Aku apa?” ucap pak Rico ketus


“Mas, sebenarnya aku melakukan itu semua karena aku tidak mau kamu di sakiti lagi oleh perempuan tidak tahu diri itu.” Ucap kak Lucy


‘Plak..’ karena terlalu emosinya pak Rico, akhirnya pak Rico pun menampar kak Lucy.


“Luc, dengar baik-baik. Aku, Rico, tidak usah kamu jaga. Terlebih lagi dalam hal Kayla. Karena bagiku, Kayla itu jauh lebih baik di bandingkan kamu yang selalu berpikiran sempit. Ingat itu!” Ucap pak Rico ketus dan penuh dengan emosi lalu pergi


Kak Lucy yang mendapatkan ucapan ketus dari pak Rico pun hanya berdecak kesal.


****


Ketika sudah meninggalkan kak Lucy, pak Rico pun diam sejenak di dalam mobil yang dia kendarai


“Tadi itu bukannya mobil si Jimmy yang ada di dekat Kayla?” gumam pak Rico


“Ah, lebih baik aku coba pulang deh buat memastikannya.” Ucap pak Rico


***


Di saat yang bersamaan, aku dan pak Jimmy pun mampir untuk membeli makanan.


“Zahra, kamu mau makan di sini atau di rumah saja?” tanya pak Jimmy


“Aku mau makan di sini saja, mas. Biar nanti sampai di rumah, aku bisa langsung istirahat.” Sahutku


“Oh, begitu.” Ucap pak Jimmy


“Ya sudah kalau begitu. Aku pesankan makanannya dulu, ya.” Ucap pak Jimmy lagi dan aku pun mengangguk


Setelah melihat anggukanku, pak Jimmy pun langsung memesankan makanan.

__ADS_1


Tak selang berapa lama, makanan pun di antarkan


“Makan yang banyak ya, sayang.” Ucap pak Jimmy dan aku pun lagi-lagi hanya mengangguk


Akhirnya kami pun memakan makanan yang tadi sudah di pesan.


Di saat yang bersamaan, pak Rico pun sampai di rumah pak Jimmy.


‘Tok.. Tok.. Tok..’ pak Rico pun mengetuk rumah pak Jimmy


“Sebentar.” Sahut bi Yati dari dalam dan kemudian membukakan pintunya


“Eh, pak Rico. Mari masuk, pak.” Ucap bi Yati mempersilahkan pak Rico untuk masuk


“Tidak, bi. Aku di luar saja. Jimmy ada, bi?” tanya pak Rico


“Pak Jimmy belum pulang, pak. Apa bapak ada pesan atau bapak mau menunggu pak Jimmy pulang?” tanya bi Yati


“Aku titip pesan saja. Tolong kasih tahu Jimmy kalau aku datang.” Ucap pak Rico


“Baiklah, pak.” Ucap bi Yati dan akhirnya, pak Rico pun pulang.


***


Sementara itu, aku dan Pak Rico yang sudah selesai makan pun akhirnya memutuskan untuk pulang.


Sesampainya di rumah, bi Yati langsung memberitahukan kalau tadi pak Rico datang.


Tanpa menunggu lama, pak Jimmy pun langsung menelepon pak Rico


“Halo, mas. Tadi bi Yati bilang kalau mas datang ke rumah, ya?! Kenapa tidak tunggu aku sampai datang? Aku mau memperkenalkan istriku sama mas.” Ucap pak Jimmy


“Istri?” ucap pak Rico terkejut


“Iya, mas. Istriku.” Ucap pak Jimmy


“Kok kamu tidak pernah bilang kalau kamu sudah menikah?” tanya pak Rico


“Iya, mas. Ceritanya panjang. Maka dari itu, mas. Mas datang ya, ke rumah. Nanti aku ceritakan semuanya sekaligus aku akan kenalkan dia ke mas.” Ucap pak Jimmy


“Oh, begitu. Ya sudah. Besok sore aku ke sana. Sekalian ada hal yang ingin aku tanyakan juga sama kamu.” Ucap pak Rico


“Ok siip, mas. Aku tunggu besok, di rumah.” Ucap pak Jimmy dan akhirnya telepon pun di akhiri.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2