Antara Pak Guru Dan Pak Direktur

Antara Pak Guru Dan Pak Direktur
Part 14


__ADS_3

“Kenapa bu? Ibu bingung kenapa saya bisa tahu masalah ini?” tanya pak Doni dan bu Vanyapun masih diam terpaku. Keringat mengucur deras di keningnya.


“Bu, sekarang saya mau tanya sama ibu. Bagaimana jadinya dengan pak Billy, jika tahu masalah ini? Apakah ada kemungkinan klo ibu akan diceraikan?” tanya pak Doni penuh maksud


Mendengar perkataan pak Doni, bu Vanya pun masih tetap diam dan tidak bergeming.


“Baiklah. Diamnya ibu itu mengartikan bahwa apa yang aku ucapkan itu semua benar. Bukan begitu bu?” ucap pak Doni


“Bwahahaha.... Anda pikir, dengan anda bilang seperti ini, saya akan percaya. Anda tahu tidak bahwa informasi yang anda dapat itu tidaklah benar dan saya adalah pemilik perusahaan investor yang sebenarnya. Saya juga belum menikah.” Ucap bu Vanya tegas dan lantang


“Oh.. Benarkah seperti itu bu. Baiklah kalo begitu. Jika informasi yang saya dapatkan itu salah, maka maafkanlah saya. Tapi jika ternyata terbukti informasi yang saya dapatkan itu benar, maka jangan pernah ibu menganggu Direktur kami lagi. Apa ibu mengerti?” tanya pak Doni


“Maksud perkataan anda apa ya?” tanya bu Vanya


“Ok bu Nia, apakah orang yang kita tunggu sudah datang?” Tanya pak Doni


“Sudah pak.” Jawab bu Nia


“Bagus. Boleh minta tolong agar orang itu masuk?” tanya pal Doni


“Baik pak. Akan saya persilahkan beliau masuk.” Ucap bu Nia


Sementara itu, bu Vanya masih merasa bingung dengan apa yang sedang terjadi


“Mari pak, silahkan masuk.” Ucap bu Nia dan yang di persilahkan masukpun akhirnya masuk juga


“Hallo pak Billy, gimana kabarnya anda?” sapa pak Doni sambil menjabat tangan pak Billy


“Baik pak. Sangat baik.” Sahut pak Billy yang masih belum tahu dengan keberadaan bu Vanya di ruangan itu. Karena posisi bu Vanya yang sedang memunggungi pak Billy

__ADS_1


“Baguslah klo begitu. Maaf pak, jika saya tiba-tiba mengundang bapak ke sini.” Ucap pak Doni


“Tidak pak. Tidak apa-apa. Tapi saya masih bingung, kenapa saya disuruh ke sini?” ucap pak Billy


“Apakah ada masalah dengan kerjasama kita?” tanya pak Billy bingung


“Tidak ada masalah dengan kerjasama kita pak. Hanya saja..” Pak Doni memotong ucapannya


“Hanya saja apa pak?” tanya pak Billy penasaran


“Hanya saja, wanita di belakang saya ini tidak mengakui identitas aslinya.” Ucap pak Doni


“Maksud bapak apa?” tanya pak Billy yang semakin bingung


“Baiklah pak, saya akan perkenalkan bapak dengannya. Tapi sebelumnya, saya minta maaf dulu ya pak.” Ucap pak Doni


Akhirnya, pak Doni pun memperkenalkan mereka berdua..


“Bu, kenalkan, ini salah satu investor kami. Siapa tahu saja ibu kenal dengan beliau.” Ucap pak Doni sopan sambil meminta bu Vanya agar berbalik badan


Ketika bu Vanya berbalik badan, sungguh terkejutnya dia. Karena ternyata yang diperkenalkan dengannya itu adalah pak Billy. Yang tak lain dan tak bukan adalah suami yang tadi sempat tidak di akuinya


“Mama? Mama ngapain ada disini?” tanya pak Billy yang sangat terkejut melihat istrinya


“Hmm... Hmm.. Aku di sini karena ingin menyelesaikan beberapa urusan yang ada di kantor ini pa.” Sahut bu Vanya menutupi hal yanh sebenarnya


“Benar begitu kan pak Doni?” ucap bu Vanya meminta dukungan


“Oh... Iya.. Iya.. Tapi tunggu dulu. Ternyata kalian berdua ini sudah saling kenal ya rupanya?” ucap pak Doni

__ADS_1


“Bagaimana kami tidak kenal, dia ini kan istriku. Ya sudah pasti kami saling kenal lah.” Ucap pak Billy


“Wah... Klo begitu, keluarga bapak ini hebat juga ya, bisa menawarkan kerjasama di saat yang bersamaan?” Ucap pak Doni


“Maksudnya apa, pak?” tanya pak Billy bingung


“Begini pak, bu Vanya ke sini itu karena sedang mengurusi masalah prosedur kerjasama. Tapi yang saya herankan, kenapa bu Vanya ini memakai nama perusahaan bapak untuk kerjasama ini? Dan kenapa juga bu Vanya tadi bilang klo dialah pemilik asli dari perusahaan tersebut. Oleh sebab itu, saya mengundang bapak ke sini itu karena ingin memastikan apa benar ada 2 nama perusahaan yang sama atau bagaimana.” Jelas pak Doni


“Apa maksud semua ini ma?” tanya pak Billy pada bu Vanya


“Hmm... Hm... Begini pa.. Ada sedikit kesalahpahaman disini. Jadi begini, memang, mama ke sini itu ingin menawarkan kerjasama dengan perusahaan ini. Tapi mama tidak tahu klo ternyata papa sudah terlebih dahulu bekerjasama di perusahaan ini.” Jelas bu Vanya


“Trus kenapa tadi kamu yang mengaku-ngaku klo perusahaan ini punya mama?” tanya pak Billy pada istrinya


“Maaf pa, mama pikir semua yang papa punya itu juga berarti punya mama.” Sahut bu Vanya


“Jadi begitu. Baiklah. Kita bahas masalah ini di rumah saja.” Ucap pak Billy pada istrinya


“Hmm.. Pak Doni, maaf atas kesalahpahaman ini. Saya rasa kerjasama yang ditawarkan istri saya itu, tidak usah. Cukup dari saya saja.” Ucap pak Billy


“Oh begitu. Baiklah pak. Saya, mewakili perusahaan ini, mengucapkan banyak terimakasih pada bapak.” Ucap pak Doni denga sopan.


“Iya pak. Sama-sama.” Sahut pak Billy


“Klo begitu, saya dan istri saya mohon pamit dulu ya pak.” Ucap pak Billy


“Iya pak, silahkan. Hati-hati dijalan.” Ucap pak Doni sambil mengantar mereka ke depan pintu ruangan pertemuan


Bersambung lagi ya teman-teman...😄

__ADS_1


__ADS_2