Antara Pak Guru Dan Pak Direktur

Antara Pak Guru Dan Pak Direktur
Part 15


__ADS_3

Keesokan harinya setelah masalah sudah teratasi, pak Doni pun mendatangi ruangan pak Jimmy.


“Hai, Jimmy, sahabatku.” Ucap pak Doni yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan pak Jiimmy


“Hmm..” sahut pak Jimmy singkat


“Ya ampun, Jim. Kok cuma begitu saja sih, tanggapannya?” protes pak Doni


“Terus kamu mau aku jawab bagaimana?” tanya pak Jimmy sambil mengerjakan pekerjaanya


“Eh, Jim. Kamu kok tega sih suruh aku untuk bertemu si Vanya itu?” protes pak Doni


“Memangnya kenapa?” tanya pak Jimmy bingung


“Kamu tahu, tidak?! Bu Vanya itu kan ingin sekali menikah denganmu.” Ucap pak Doni


“Ststtst...” sahut pak Jimmy yang memberi isyarat pada pak Doni agar diam dan tidak meneruskannya


“Lha kenapa, Jim?” tanya pak Doni rada oneng


“Ish.. Kamu ini. Kamu tidak lihat apa, itu kan lagi ada istriku.” Ucap pak Jimmy sambil mengeplak kepala pak Doni


“Aduh.. Lha memangnya kenapa kalau ada istrimu?” tanya pak Doni


‘Pletak..’ lagi-lagi kepala pak Doni di pukul oleh pak Jimmy


“Aw..” sahut pak Doni sambil memegangi kepalanya yang tadi sudah di pukul oleh pak Jimmy


“Kamu kok pukul kepalaku terus, sih? Bisa-bisa kepalaku benjol nih gara-gara kamu pukul.” Protes pak Doni sambil masih mengusap-usap kepalanya


“Lagian kamu sih. Memangnya tidak bisa apa kalau suaramu itu kamu kecilkan sedikit?” ucap pak Jimmy berbisik di telinga pak Doni


Aku yang melihat mereka seperti itu pun menjadi merasa aneh dan heran.


“Ehm... Mas!! Kalian berdua sedang apa?” tanyaku


Mendengar teguranku, pak Jimmy pun terkejut dan menjadi sedikit salah tingkah


“Oh.. Tidak ada apa-apa, Zahra. Ya sudah sana lanjutkan pekerjaannya.” Ucap pak Jimmy agak gugup


“Beneran tidak ada apa-apa?” tanyaku lagi yang masih merasa heran seperti merasa ada yang sedang mereka tutup-tutupi


“Benar, Zahra. Sudah sana. Lanjut kerjanya.” Ucap pak Jimmy


“O ya sudah kalau begitu.” Sahutku dengan perasaan aneh


Sementara itu pak Jimmy dan pak Doni melanjutkan percakapan mereka.

__ADS_1


“Eh sini aku beri tahu ke kamu. Aku tuh tidak mau kalau istriku itu berfkir tentang aku yang tidak-tidak.” Ucap pak Jimmy masih berbisik


“Lha, kok begitu?!” ucap pak Doni bingung


“Iya. Jadi begini, sebenarnya yang cinta mati di sini itu, aku. Maka dari itu, sekarang aku lagi berusaha mendapatkan hatinya.” Jelas pak Jimmy


“Tunggu.. Tunggu.. Terus kenapa kalian bisa nikah?” tanya pak Doni bingung


“Aku bisa menikahi dia karena aku yang maksa.” Ucap pak Jimmy


“Dasar gila. Terus dianya mau?” tanya pak Doni dan pak Jimmy pun mengangguk


“Waduh.. Terus kamu sama sekali tidak curiga kenapa sampai dia mau di ajak nikah sama kamu?” tanya pak Doni


“Tidak tuh. Aku tahu jelas kok keadaannya. Jadi aku percaya padanya.” Ucap pak Jimmy


“Oh, begitu. Terus bagaimana dengan malam pertama kalian?” tanya pak Doni kepo dan pak Jimmy hanya menyahutnya dengan gelengan kepala saja


“Jadi maksudnya kalian itu belum...” pak Doni tidak melanjutkan ucapannya. Namun pak Jimmy sudah mengerti maksud ucapannya dan menjawabnya lewat anggukan kepala lagi


“Hadeuh... Gila... Benar-benar gila.” Ucap pak Doni sambil tepok jidat


Pak Jimmy yang melihat pak Doni seperti itu pun hanya bisa tersenyum


Sementara aku saat itu sedang fokus pada pekerjaanku.


***


“Mas, sekarang kan kuliah sedang libur dan aku sekarang sedang cuti. Bagaimana kalau kita jalan-jalan.” Ajak Lucy yang saat itu sedang datang ke sekolah tempat kerja pak Rico


“Maaf, Luc. Aku tidak bisa menemanimu. Aku sekarang sedang mengurus kepindahan pekerjaanku. Lagipula, bukannya sebentar lagi kamu akan ujian skripsi?” ucap pak Rico yang tahu kalau Lucy sedang memasuki kuliah tahun ke 4. Tepatnya semester 7.


Lucy memang saat ini sedang kuliah mengambil jurusan pendidikan agar bisa berencana mengikuti jejak pak Rico.


Pak Rico sendiri sekarang sedang mendapatkan rekomendasi dari pihak sekolah untuk mengajar sebagai Dosen Bahasa di salah satu Perguruan Tinggi tempat Alvaro dan Azka mengajar.


***


Skip:


Baca novel sebelumnya yang berjudul “Their Love Story”


***


“Ya.. Mas. Jangan bahas itu kenapa? Aku lagi tidak ingin mengingat masalah kuliah dulu.” Rengek Lucy tapi tidak di hiraukan oleh pak Rico


“Mas.. Ayolah. Kita main yuk. Sebentar saja.” Pinta Lucy memohon

__ADS_1


“Luc, aku benar-benar tidak bisa. Aku lagi sibuk. Banyak yang harus aku persiapkan. Jadi aku tidak bisa ke mana-mana.” Ucap pak Rico yang masih fokus dengan berkas-berkas kepindahannya


“Ya sudahlah kalau begitu.” Ucap Lucy putus asa dan kemudian pergi entah ke mana


Saat Lucy sudah pergi, Gerry, teman kerja pak Rico pun datang.


“Ric, tadi itu siapa?” tanya Gerry kepo


“Oh.. Dia itu kakaknya mantan pacarku.” Sahut pak Rico


“Kakaknya mantan pacar kamu?! Kok bisa dia segitu manjanya sama kamu?” tanya Gerry bingung


Mendengar ucapan temannya itu, seketika membuat pak Rico menghentikan aktivitasnya dan berfikir ulang tentang sikap Lucy selama ini.


“Benar juga, ya?” gumam pak Rico dalam hati


“Hai, Ric. Lha dia malah melamun. Bukannya di jawab. Memangnya Lucy itu suka ya sama kamu?” tanya Gerry lagi


“Eh.. Iya.. Iya.. Aku tidak tahu masalah itu, Ger. Sudahlah tidak usah di bahas.” Ucap pak Rico kemudian


“Ya sudahlah. Tapi, Ric. Aku mau bilang sesuatu sama kamu kalau kakaknya mantan pacar kamu itu seperti menyimpan suatu tujuan tertentu deh.” Ucap Gerry dan kemudian pergi


Memang Gerry ini terkenal dengan playboy. Banyak perempuan yang sudah menjadi pacarnya. Namun entah kenapa, sampai sekarang si Gerry ini belum juga mau serius menjalin hubungan.


****


Tak terasa sudah waktunya jam makan siang. Aku di ajak oleh pak Jimmy pergi makan siang di luar.


“Kamu mau makan apa, sayang?” tanya pak Jimmy


“Apa saja, mas.” Sahutku singkat


Pak Jimmy pun langsung memesankan beberapa makanan, sementara aku asik memperhatikan sekitar.


Ketika aku sedang asik-asiknya melihat-lihat sekitar ruangan tersebut, aku pun di kejutkan dengan kehadiran seorang perempuan yang sangat ingin sekali tidak ingin aku temui.


Ya, dia adalah kak Lucy, kakakku. Pak Jimmy yang merasa heran dengan sikapku pun akhirnya ikut memandang ke arah yang aku lihat.


“Zahra, kamu melihat apa?” tanya pak Jimmy


“Aku tadi melihat kakakku, mas.” Sahutku


“Terus sekarang orangnya mana?” tanya pak Jimmy yang tidak sempat melihat kak Lucy


“Dia sudah pergi, mas.” Ucapku


“O ya sudah kalau begitu. Jangan kamu pikirkan lagi. Lebih baik kita makan saja.” Ucap pak Jimmy dan aku pun mengangguk

__ADS_1


Tak selang berapa lama, makanan yang di pesan pun datang dan kami pun memakannya.


Bersambung...


__ADS_2