
Disaat kami sedang asik bersendagurau dan menikmati jajanan yang sedang kami bawa, tiba-tiba kak Lucy datang.
“Jadi ini kelakuan kamu di luar ya?! Setelah aku usir kamu dari rumah, kamu dengan mudah menjadi perempuan ga benar seperti ini.” Tuduh kak Lucy padaku dan ini dapat di dengar jelas oleh pak Jimmy namun aku memberi isyarat agar pak Jimmy tidak usah ikut campur
“Kak, kakak kok tega sama aku?! Setelah apa yang udah kak Lucy lakukan padaku waktu itu, apa kak Lucy masih belum puas?” ucapku sedih
“Tentu aja aku belum puas sebelum kamu hancur dan segala yang pernah kamu miliki, termasuk orang yang kamu cintai, menjadi milikku.” Sahut kak Lucy ketus
“Kak, aku mohon. Tolong jangan buat hancur hidupku lagi. Aku sudah tidak punya apa-apa dan siapa-siapa lagi sekarang, tolong jangan buat nama baikku juga hancur.” Pintaku memelas
“Nama baik? Memang kamu masih punya nama baik? Lihat kelakuan kamu sekarang, masih punya pacar tapi malah senang-senang dengan laki-laki lain.” Ucap mba Lucy sinis
“Baiklah kak, sekarang mau kak Lucy apa?” tanyaku putus asa karena percuma saja menjelaskannya karena akan membuat hatiku semakin sakit
“Hohoho... Kamu mau tahu mau mba apa?” tanya kak Lucy dan akupun mengangguk
“Aku mau kamu pisah dari pacarmu dengan ikhlas.” Ucap kak Lucy ketus dan akupun terdiam
“Gimana? Kenapa kamu diam saja?” tanya kak Lucy
Setelah beberapa saat terdiam, akhirnya akupun memutuskan
__ADS_1
“Baiklah kak. Jika itu yang bisa membuat bahagia. Aku akan putus darinya.” Ucapku dengan berat hati tapi mungkin ini adalah jalan yang terbaik. Lagipula aku juga merasa kalau pak Rico sudah tidak mencintaiku lagi
“Bagus. Kenapa ga dari dulu aja kamu seperti ini. Jadi kamu kan ga akan mba usir dari rumah.” Ucapnya tanpa dosa
“Ya udah, aku pergi dulu. Nikmatin tuh hari-harimu bersama selingkuhanmu ini.” Ucap kak Lucy sebelum dia pergi
Akupun merasa tidak tahu lagi harus bagaimana. Aku hanya duduk lemas dan tiba-tiba pak Jimmy memelukku.
“Menangislah..!!” ucap pak Jimmy lembut
Lalu akupun menangis sejadi-jadinya di pelukannya.
“Ada apa pak?” Tanyaku
“Zahra, menikahlah denganku.” Ucapnya to the point dan terlalu tiba-tiba
“Apa pak?” tanyaku terkejut
“Aku minta padamu, menikahlah denganku.” Ucap pak Jimmy
“Tapi pak..” Ucapku di potong olehnya
__ADS_1
“Ststtst.. Aku tahu ini terlalu tiba-tiba dan kita juga baru saja kenal, tapi jujur, aku sakit sekali waktu lihat kamu di sakiti oleh kakakmu.” Ucap pak Jimmy
“Pak, bisa beri waktu aku untuk berfikir. Masalahnya ini terlalu mendadak dan dari yang aku tahu klo kita ini ga punya perasaan apa-apa antara satu dengan yang lainnya.” Ucapku
“Baiklah. Aku akan beri waktu kamu untuk berfikir sampai besok pagi sebelum berangkat ke kantor.” Ucap pak Jimmy
“Terimakasih pak.” Ucapku dan kemudian akupun turun dari mobil
***
Di dalam kamar, aku hanya duduk termenung dan memikirkan jawaban apa yang harus aku berikan pada pak Jimny besok pagi. Aku bingung. Aku tahu klo perasaanku ke pak Jimmy itu hanya perasaan sebagai teman dan bukan yang lain.
“Hadeuh...” ucapku sambil mengacak-ngacak rambut
Setelah lama berfikir, namun masih saja tidak ketemu jawabannya.
“Haiz.. Ya udahlah. Lihat gimana besok aja.” Ucapku dan akhirnya akupun ketiduran.
Kira-kira apa jawaban Kayla alias Zahra ya?🤔
Lanjut..👇
__ADS_1