
Sementara di tempat lain dan di waktu yang sama, aku berada di dalam ruang kelas.
“Hai..” tegur salah satu mahasiswi
“Oh, hai juga.” Sahutku sambil tersenyum
“Kamu baru ya, di sini?” tanya mahasiswi itu
“Iya. Aku baru saja masuk.” Sahutku
“Kalau begitu, kita seangkatan. Kenalkan namaku Yeni. Kamu siapa?” tanya mahasiswi itu yang ternyata bernama Yeni
“Aku Zahra.” Sahutku singkat
“Oh begitu. Nama yang cantik.” Ucap Yeni
“Terimakasih.” Ucapku
“Eh tahu, tidak?! Dosen yang sekarang mengajar kita itu katanya tampan lho.” Ucap Yeni
“Oh, benarkah?” tanyaku sekenanya.
“Iya. Beneran deh. Coba kita lihat saja.” Ucap Yeni
Tak selang berapa lama, dosen yang dimaksud pun masuk ke kelas
“Pagi semuanya..” ucap dosen itu yang ternyata pak Rico
“Pagi..” sahut para mahasiswa yang ada di ruangan itu.
“Pak Rico?!” gumamku lirih dan ini masih bisa di dengar oleh Yeni
“Kamu kenal dosen ini?” tanya Yeni
“Iya. Dia itu dulu guru SMU ku.” Ucapku
“Wah.. Keren.” Ucap Yeni
Sementara aku saat itu langsung menundukkan kepala karena merasa canggung.
Saat itu, pak Rico memulai dengan mengabsen nama mahasiswa satu per satu. Hingga ia terhenti pada sebuah nama.
“Kayla Azahra?!” gumamnya yang kemudian mencari-cari keberadaanku di kelas itu.
Ketika dia berhasil menemukan posisi dudukku, dia pun mengucapkan namaku
“Kayla Azahra.” Ucapnya dan aku pun gugup setengah mati
Aku yang tahu namaku di panggil, akhirnya hanya bisa mengangkat tanganku sambil menundukkan kepala. Aku sama sekali tidak berani mengangkatkan wajahku dan melihatnya.
Pak Rico pun hanya tersenyum melihatku yang bersikap seperti itu.
“Ini anak. Sudah dewasa tapi sikapnya masih seperti anak SMU. Hadeuh..” gumam pak Rico lirih
Akhirnya setelah selesai mengabsen, pak Rico pun memulai mata kuliahnya. Sementara aku sih jangan di tanya. Aku benar-benar gugup seperti orang yang udah ketangkap basah sudah berbuat salah.
Tak terasa kuliah pak Rico pun berakhir. Akhirnya aku dapat bernafas dengan lega.
“Zahra? Kamu kenapa?” tanya Yeni
“Oh.. Tidak apa-apa.” Ucapku
“Beneran tidak apa-apa?” tanya Yeni
“Beneran.” Sahutku singkat
“Ya sudah kalau begitu. Kita ke kantin yuk. Lapar nih belum sarapan dari tadi.” Ucap Yeni dan aku pun mengangguk
__ADS_1
Semenjak saat itu lah, aku dan Yeni menjadi teman baik.
Saat di kantin, aku lagi-lagi melihat orang dari masa laluku. Dia sedang asik menyantap makanannya di temani oleh mas Azka.
Ya.. Dia adalah mas Alvaro. Tapi sayangnya aku tidak ada keberanian untuk menyapanya. Itu di karenakan aku tidak ingin mas Alvaro kecewa juga seperti mas Azka
Aku pun mencari tempat duduk yang jauh dari tempat mas Alvaro supaya tidak terlihat oleh mas Alvaro
“Zahra, kenapa sepertinya kamu sedang menghindari sesuatu?!” Ucap Yeni heran
“Oh.. Tidak.. Tidak kenapa-kenapa kok. Tidak ada apa-apa.” Sahutku dan Yeni pun memicingkan mata tanda tidak percaya.
Aku pun bersikap mengendap-ngendap seperti sedang bersembunyi dari sesuatu.
Ketika aku sudah sangat berhati-hati, tiba-tiba...
“Hai, Kayla.” Ucap pak Azka yang ternyata mendatangi aku bersama pak Alvaro
“Hehehehe... Ketahuan juga.” Ucapku sambil cengengesan
“Lha apa yang ketahuan, dek?” tanya pak Alvaro sambil duduk mendekatiku membuat Yeni menjadi diam terpaku
“Hehehe... Bukan apa-apa.” Sahutku
“Kamu ini, ya. Masih sama seperti dulu. Tidak berubah.” Ucap pak Alvaro
“Hehehe...” ucapku cengengesan
“Eh, Zahra. Kamu kenal mereka?” tanyaku berbisik dan aku pun mengangguk
“Ini siapa, dek?” tanya Alvaro
“O iya. Ini teman pertamaku di kuliah. Namanya Yeni.” Ucapku memperkenalkan Yeni ke mas Alvaro dan mas Azka
“Yen, ini pak Alvaro dan pak Azka. Mereka ini dosen di kampus ini.” Ucapku
Yang di ajak bicara pun hanya bisa menganga. Entah apa yang sedang dia pikirkan.
“Hai, Yen. Di tanya tuh sama pak Azka.” Ucapku sambil menyenggol pundak Yeni
“Eh, iya iya. Iya, pak. Aku temannya Zahra.” Sahut Yeni
Pak Azka dan pak Alvaro yang melihat tingkah Yeni pun hanya bisa tersenyum.
“Maaf, mas. Yeni memamg seperti ini.” Ucapku
“Tidak apa-apa, dek.” Sahut pak Alvaro
“Mm.. Maaf.. Kalau boleh tahu, hubungan Zahra dengan bapak berdua itu apa, ya?” tanya Yeni bingung
“Hmm... Kayla ini adik kami.” Ucap pak Alvaro
Ketika aku mendengar ucapan pak Alvaro, aku menjadi sangat terharu sekaligus sedih. Ternyata ada orang lain yang mau menganggapku adik sementara kakak kandungku sendiri mengusirku.
Tanpa kusadari air mataku mengalir dan ini di sadari oleh pak Azka.
“Kayla, aku tahu kenapa kamu seperti ini. Tapi biarlah yang lalu biar berlalu. Jangan kamu pikirkan. Sekarang seharusnya kamu menikmati masa bahagiamu dan lihatlah di sekitarmu. Kami semua menyayangimu. Bukan begitu, Al?” Ucap pak Azka
“Iya, dek. Kami semua menyayangimu. Khususnya suamimu. Kelihatannya dia sangat baik padamu. Kamu harus coba mengahargai perasaannya ya, dek.” Ucap pak Alvaro menambahkan
“Mas berdua tahu darimana tentang kondisiku?” tanyaku yang bingung
“Tadi suamimu menceritakan semuanya padaku. Kamu tidak usah merasa sungkan. Selain suamimu, tolong anggaplah kami ini sebagai kakak-kakakmu. Bagaimana? Bukan begitu, Al?!” ucap pak Azka dan di angguki oleh pak Alvaro
“Mas Azka, mas Alvaro... Kalian kenapa begitu baik padaku?” ucapku sambil manangis sesenggukan
“Kamu mau tahu kenapa kami baik padamu?” tanya pak Azka dan aku pun mengangguk
__ADS_1
“Kami baik padamu karena kami peduli padamu dan sangat menyayangimu, dek.” Sahut pak Alvaro sambil tersenyum
Yeni yang melihat kami seperti itu pun hanya melongo bingung. Tak lama kemudian, pesanan makanan kami pun datang.
“Sudah.. Sudah... Kamu makan. Jangan nangis terus. Lihat tuh, teman kamu. Dia dari tadi sepertinya bingung.” Ucap mas Alvaro sambil membantuku mengusap air mataku
“Hmm.. Iya, mas. Mas berdua sudah makan?” tanyaku
“Sudah. Barusan selesai. Sekarang mau ke kantor.” Sahut mas Alvaro
“Oh. Ya sudah. Salam untuk mba Diandra dan mba Silvia, ya.” Ucapku dan mereka mengangguk bersamaan lalu setelah itu pergi
Kini tinggallah aku berdua saja dengan Yeni yang dari tadi masih bengong seperti sapi ompong.
“Yen, kamu tidak makan makananmu?” tanyaku
“Eh iya.. Iya.” Sahutnya
Kami pun akhirnya memakan makanan yang sudah kami pesan.
***
Setelah melewati beberapa mata kuliah, akhirnya kami pun pulang dan aku pun di jemput oleh pak Jimmy. Sementara Yeni pulang sendirian.
“Bagaimana kuliah hari ini, sayang?” tanya pak Jimmy lembut
“Lumayan.” Sahutku singkat
“Lumayan? Maksudnya?” tanya pak Jimmy bingung
“Sudah. Tidak usah dipikirkan. Ayo kita pulang.” Ucapku
“Oh. Ya sudah kalau begitu.” Ucap pak Jimmy yang kemudian menyalakan mesin mobilnya.
Bersambung...
***
💝Cuplikan Part 18 😉
“Kayla... Andaikan waktu dapat berputar kembali. Aku sama sekali tidak ingin kehilanganmu.” Ucap pak Rico dalam hati
***
“Bagaimana kabarmu selama ini?” tanya pak Rico
“Aku baik-baik saja, pak.” Sahutku
***
“Pak, ada yang sedang mencari bapak di kantor, tuh.” Ucap orang itu
***
“Lucy?!” Ucapnya spontan
***
Di saat yang bersamaan, datang pak Azka dan pak Alvaro.
“Lucy?” ucap pak Azka
***
“Kamu mau kemana, Luc? Apa kamu masih belum puas menyakiti hati adikmu sendiri? Kakak macam apa, kamu?” ucap pak Azka ketus
***
__ADS_1
Penasaran kisah detailnya?? tunggu ya 3 hari lagi😉