Antara Pak Guru Dan Pak Direktur

Antara Pak Guru Dan Pak Direktur
Part 21


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, aku pun sudah selesai mandi dan keluar dari kamar menuju ruang tamu. Saat itu, aku tidak tahu kalau pak Rico sedang ada di rumah.


“Mas, ada a...” ucapku tidak aku lanjutkan karena saat itu aku melihat pak Rico sedang bersama pak Jimmy


“Eh, sayang. Sini sebentar. Aku mau mengenalkan kakakku sama kamu.” Ucap pak Jimmy. Sementara aku dan pak Rico hanya mematung.


“Kayla?! Jadi wanita yang dari tadi diceritakan oleh Jimmy itu Kayla?!” gumam pak Rico dalam hati


Dan di saat yang bersamaan...


“Pak Rico?! Pak Rico kok bisa ada di sini?!” gumamku yang juga dalam hati


“Hai, kalian berdua. Kenapa kalian berdua diam saja?” tanya pak Jimmy


“Eh, iya. Ada apa mas?” tanyaku yang sedikit gugup dan tidak nyambung


“Sayang, aku mau memperkenalkan kakakku yang dulu pernah aku ceritakan padamu. Dia bernama Rico.” Ucap pak Jimmy memperkenalkan pak Rico padaku


“Mas, ini Zahra. Lebih tepatnya Kayla Azahra, istriku.” Ucap pak Jimmy memperkenalkanku pada pak Rico


Setelah mendengar pak Jimmy mengatakan itu, tiba-tiba secara spontan tangan kami berjabat tangan. Kami sama-sama saling berpandangan tanpa ekpresi apa-apa.


“Eh, sayang. Tahu tidak kalau kakakku ini ternyata dosen juga di tempat kuliahmu?!” ucap pak Jimmy


“Oh, iya. Rasanya aku juga pernah bertemu dengan kakaknya mas ini.” Ucapku yang pura-pura baru tahu


“Hmm.. Iya, Jim. Aku juga baru ingat. Iya. Aku pernah satu kali mengajar di kelasnya. Pantas saja dari tadi aku merasa sepertinya kenal dengan Zahra ini.” Ucap pak Rico yang rupanya mendukung ucapanku


“Oh, begitu. Jadi rupanya kalian sudah pernah bertemu.” Ucap pak Jimmy dan kami berdua mengangguk bersamaan


“Hahahaha... Bagus kalau kalian sudah saling pernah bertemu.” Ucap pak Jimmy


Lalu entah mengapa tiba-tiba pak Jimmy pergi meninggalkan kami berdua


“Hai, Jim. Kamu mau kemana?” teriak pak Rico


“Aku ke dalam sebentar. Kalian mengobrollah berdua.” Ucap pak Jimmy sambil masuk ke dalam


Setelah pak Jimmy masuk ke dalam, tinggallah hanya kami berdua di ruangan itu


Untuk beberapa saat, kami hanya diam tak berbicara satu sama lain. Mungkin saat ini kami berdua sedang bingung memilih bahan pembicaraan


Disaat bersamaan, di dalam kamar, pak Jimmy terlihat begitu kesakitan dan dia pun mencari-cari obat yang biasa dia minum.


Sebenarnya selama ini, pak Jimmy mengidap penyakit leukimia stadium 3. Dia dapat hidup sampai saat ini karena mengandalkan obat-obatan dan juga kemotrapi.


Setelah mendapatkankan obat yang dia cari, pak Jimmy pun langsung meminumnya. Sementara aku dan pak Rico masih saja saling diam tidak berbicara.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian...


“Kay, dunia ini sempit ya untuk kita berdua?” ucap pak Rico


“Iya, pak.” Sahutku


“Maaf. Aku selama ini sudah salah paham sama kamu.” Ucap pak Rico lagi


“Tidak apa-apa, pak.” Sahutku


“Kay, kenapa saat itu kamu tidak ada niat untuk mencariku dan menjelaskan semuanya padaku?” tanya pak Rico


“Untuk apa, pak? Toh bapak kan sudah bersama dengan kak Lucy?” ucapku


“Maksud kamu bersama dengan Lucy, apa?” tanya pak Rico


“Saat aku sedang terpuruk waktu itu, aku melihat kalian mesra jalan berdua. Membuat aku berfikir kalau aku mungkin tidak ada lagi di hati bapak.” Ucapku


“Kay..?! Kamu salah. Aku dan Lucy dari awal hingga kini itu tidak ada hubungan apa-apa. Justru selama ini, aku tuh sulit sekali melupakanmu.” Ucap pak Jimmy serius


Mendengar ucapan pak Jimmy, aku hanya bisa diam. Karena tidak mungkin untuk aku kembali padanya. Karena saat ini aku sudah menikah dengan pak Jimmy


Di saat yang bersamaan, tiba-tiba pak Jimmy datang. Entah apa dia mendengar obrolan kami atau tidak. Tapi, jika pak Jimmy sampai mendengarnya, aku hanya bisa pasrah menerima keputusan pak Jimmy.


“Hai, kalian berdua.” Seru pak Jimmy saat masuk ke dalam ruangan


Aku pun tersenyum untuk menutupi ke gugupanku. Sementara pak Rico masih dengan wajah seriusnya.


“Mas, aku lebih baik masuk. Kalian ngobrollah.” Ucapku


“Kamu tidak ingin ngobrol barsama kami?” tanya pak Jimmy dan aku pun menggeleng


“Ya sudah kalau begitu. Sekalian tolong bilang ke bibi untuk membawakan minuman dan juga cemilan untuk kakakku.” Ucap pak Jimmy dan aku pun mengangguk lalu pergi


“Eh, mas. Tadi kalian kenapa saling diam seperti itu?” tanya pak Jimmy


“Aku bingung mau bicara apa, Jim.” Sahut pak Rico sekenanya


“Lha, kok bisa?! Kalian kan dosen dan mahasiswa. Kenapa kalian bingung mau bicara apa?! Tinggal bahas saja tuh materi kuliah. Kan beres. Jadi deh obrolan.” Ucap pak Jimmy


“Ya ampun, Jim. Ngapain juga aku bahas materi kuliah di rumah. Nanti yang ada istri kamu itu suntuk dan ilfil sama kakakmu ini. Terus dia tidak mau deh masuk ke kelasku lagi. Hayo.. Kalau sampai begitu, gimana?” ucap pak Rico


“Oh, iya ya.” Ucap pak Jimmy


Tak selang berapa lama, bi Yati membawakan minuman dan juga cemilan.


“Silahkan di makan dan di minum, pak.” Ucap bi Yati

__ADS_1


“Terimakasih, bi.” Ucap pak Rico


“Sama-sama, pak.” Sahut bi Yati dan kemudian pergi


“Eh iya, Jim. Ada hal yang ingin aku tanyakan sama kamu. Tapi maaf. Bukan aku maksud apa-apa. Aku hanya penasaran saja, ingin tahu jawabannya.” Ucap pak Rico


“Iya, mas. Santai saja. Mas mau tanya apa?” ucap pak Jimmy


“Aku heran kenapa sampai saat ini, istrimu belum mau kamu sentuh. Alasannya apa?” tanya pak Rico


“Lha, mas. Bukannya tadi aku sudah beritahu kalau aku dari awal yang memaksa dia menikah denganku dan juga dari awal, aku yang mencintai dia.” Ucap pak Jimmy


“Jadi... Intinya, istrimu sampai sekarang belum bisa membuka hatinya untuk kamu, Jim?” tanya pak Rico


“Iya.” Sahut pak Jimmy singkat


“Alasannya apa?” tanya pak Rico


“Entahlah, mas. Aku sendiri sampai sekarang tidak berani untuk menanyakan hal itu padanya.” Ucap pak Jimmy sedih


“Ya sudah.. Ya sudah.. Maaf, Jim. Aku tidak bermaksud membuat kamu sedih.” Ucap pak Rico


“Tidak apa-apa, mas.” Ucap pak Jimmy


Setelah itu, oboralan pun berlanjut hingga larut malam. Sebelum akhirnya pak Rico memutuskan untuk pulang.


“Jim, aku mau pamit pulang. Sudah malam. Besok pagi, aku ada jam ngajar.” Ucap pak Rico


“Menginap saja di sini, mas. Ini kan juga rumahmu.” Ucap pak Jimmy


“Tidaklah, Jim. Lebih baik aku pulang ke rumahku sendiri.” Ucap pak Rico yang kekeh ingin pulang.


“O. Ya sudah kalau begitu. Biar kupanggilkan Zahra dulu.” Ucap pak Jimmy


“Tidak usah, Jim. Mungkin dia sudah tidur.” Ucap pak Rico yang tahu sekali kalau aku tidak bisa tidur terlalu larut.


“Ya sudah kalau begitu. Hati-hati di jalan, mas.” Ucap pak Jimmy dan pak Rico pun mengangguk sambil tersenyum


Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba pak Rico teringat padaku


“Kayla.. Kayla... Ternyata hatimu masih belum berubah.” Ucap pak Rico sambil tersenyum saat sedang mengendarai mobil


Dan di saat yang bersamaan pula, tiba-tiba pak Rico teringat tentang kak Lucy


“Lucy!! Awas kamu, ya. Mulai sekarang aku tidak akan pernah membiarkanmu menyakiti Kayla lagi.” Ucapnya dengan penuh emosi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2