AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang

AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang
Azha dan Delphinus


__ADS_3

Di bagian bumi yang lain, hiduplah seseorang bernama Azha.


Ia adalah seorang pengembala yang hidup sendiri, setiap harinya ia mengembalakan kambing, mulai pagi hingga sore menjelang.


Di dekat sungai Eridanus, Azha sibuk mengurusi ternaknya yang lumayan banyak.


Sambil bermain air dipinggir sungai, Azha menikmati kehidupan kecilnya "Syukur pada Tuhan atas segala nikmat-Nya" Ucap Azha dalam hati.


Riuk air berbunyi, menemani keasyikan Azha bermain, kambing kambing yang haus, ikut bersuara ria, mbek…mbek…mbek…, sembari meminum segarnya air sungai.


Ditemani Delphinus yang merupakan seekor lumba-lumba air tawar, begitu cerdas, ajaib, dan penurut dengan manusia, interaksi yang sungguh menyenangkan hati, bisa bermain bersama dengan hewan lucu dan pintar.


"Lucunya kau ini Delphinus," puji Azha di hati.


Menghapus kesendirian yang mengahantui, membuat Azha terlupa akan semua kesedihannya, membuatnya selalu bersyukur kepada Sang Maha Kuasa, atas berbagai karunia yang telah diberikan kepadanya.


.


.


.


Matahari sudah berada di arah barat, beberapa jam lagi ia akan tenggelam, Azha mulai beres-beres dari mengembalakan kambing-kambingnya dipinggiran sungai Eridanus, ia akan pulang saat itu.


(Melihat ke arah matahari) "Waaah, matahari sudah akan tengelam" Ucap Azha.


"Aku harus segera beres-beres" Lanjutnya.


Tak lama kemudia ketika ia telah selesai beres beres, dan mulai beranjak pulang, tiba tiba datanglah sebuah kapal menghampiri Azha.


Shuttt (bunyi layar kapal tersebut dari kejauhan).


"Turunkan jangkar!" (berteriak) Perintah sang kapten yang terdengar oleh Azha.


"Baik Kapten" Jawab beberapa orang awak kapal, kembali terdengar ditelinga Azha.


Karena sungai Eridanus merupakan sungai yang sangat besar dan juga dalam membuat kapal sebesar itu bisa berlabuh dan bersandar disana.


Kemudian...


Krekkkk, Krekkkk, Krekkkk, Pintu kapal pun terbuka dan bagian ujungnya menyentuh pinggiran sungai Eridanus membuat tanah sedikit bergetar.


Taklama kemudian dari dalam kapal turunlah sang kapten dan beberapa awak kapalnya, datang menghampiri Azha, sedangkan ia sedang berdiri mematung melihat kapal yang sungguh luar biasa itu.


"Siapakah dia? kenapa dia akan menghampiriku? dan aku sendiri tidak mengenalnya" Azha bertanya-tanya dalam hati.


Setelah berada tepat didepan Azha, Kapten itu pun bersuara,


"Salam, kau tak perlu takut, aku hanyalah seorang pemgembara."


Ia lalu bertanya "Wahai anak muda, siapakah namamu?" (tersenyum).


"Salam kembali, namaku adalah Azha dan kamu siapa?" Dijawab oleh Azha yang heran melihat laki-laki itu tersenyum.


"Namamu Azha ya, perkenalkan namaku Jason, dan ini para Argonauts, beberapa orang awak kapalku" Sambil mengulurkan tangan.


"Dari penampilan dan pakaiannya seperti seorang kapten, sepertinya ia orang baik" Gumam Azha dalam hati.


"Senang bertemu denganmu" (mereka berdua berjabat tangan).


"Aku juga, senang bertemu denganmu" Balas Azha masih dengan perasaan heran.


"Baiklah Azha, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" Tanya Jason.


"Nah sekarang ia malah ingin bertanya sesuatu padaku, apa yang mau ia tanyakan dariku?" Ucapnya di dalam hati.


"Iya, tentu boleh" Jawab Azha.


"Kalau begitu jika kau izinkan, aku ingin menawarkan diri menjadi temanmu, apakah aku boleh menjadi temanmu?" Tanya Jason.

__ADS_1


"Ternyata ini yang mau ia tanyakan dariku, sepertinya dia memang orang baik, tapi aku masih penasaran kenapa ia ingin jadi temanku?, baiklah aku terima saja ia menjadi temanku" Azha kembali bergumam.


"Tentu boleh, aku disini hidup sendirian dan aku sangat berharap ada seseorang yang mau menjadi temanku" Jelas Azha menjawab.


"Terimakasih, syukurlah, aku senang mendengarnya, terimakasih banyak telah menerimaku menjadi temanmu."


Azha gantian bertanya, dengan masih merasa heran.


"Oh ya, jika aku boleh tahu asalmu dari mana dan siapakah kau sebenarnya wahai Jason?."


"Oh tentu, akan aku jelaskan asalku darimana dan siapakah diriku sebenarnya, perkenalakan nama lengkapku Jason Navis, aku berasal dari Kerajaan Nesia, aku adalah seorang kapten disana, aku dan para Argonauts memilih untuk menjelajahi lautan, untuk menyelamatkan diri, dikarenakan Raja kami, Raja Orionus, telah dibunuh oleh Medeusa saudaranya sendiri.


Ia, Medeusa, terkena sihir jahat saat itu, dan dengan sihirnya ia mengambil takhta kerajaan dari tangan kakaknya sendiri, semua yang terkena sihirnya pasti akan mati dan berubah menjadi batu.


Kami tak mampu melawannya, oleh karenanya kami menyelamatkan diri, dan untungnya kami selamat, kami merasa sungguh bersalah tidak dapat menyelamatkan Raja Orionus pada saat itu, semua ahli sihir yang berada di kerajaan, mereka semua dapat di kalahkan oleh Medeusa, mereka semuanya menjadi batu karenanya, kami menyelamatkan diri, hal ini karena Raja memerintahkan pada kami, jika terjadi sesuatu padanya atau pada kerajaan, maka kami harus tetap hidup untuknya, kami tidak diizinkan membantunya jika kerajaan sedang terjadi masalah ataupun perang saudara, ucapnya adalah "Kalian tidak aku izinkan membantuku jika kerajaan sedang terjadi masalah ataupun perang saudara, dan jika kalian tetap memaksa ingin membantuku maka caranya adalah kalian harus tetap hidup untukku, kenapa? agar nama Kerajaan Nesia masih dapat terdengar diseluruh penjuru dunia berkat kalian semua", begitu ucapnya" Jelas Jason lumayan panjang.


"Oh begitu rupanya, asalmu sepertinya begitu jauh, aku belum pernah mendengar nama kerajaan itu sebelumnya dan aku turut berduka mendengar kisahmu wahai Jason."


Azha mulai merasa yakin bahwa kapten itu adalah orang baik.


"Benarkan dugaanku dia memang orang baik" Kembali bergumam.


"Begitulah, terimakasih atas bela sungkawanya" Jawab Jason.


"Iya sama-sama."


"Sebenarnya aku tidak mau mengingat hal ini, ini sungguh menyedihkan bagiku, tapi tak mengapa, biarlah, semua sudah berlalu."


"Maafkan aku membuatmu mengingatnya kembali."


"Tidak mengapa Azha, itu tidak masalah bagiku, aku hanya menyesal tidak diizinkan menyelamatkan rajaku sendiri."


"Tetaplah semangat Jason sebenarnya kau mengemban amanat yang lebih besar dari menyelamatkan rajamu, yaitu menyelamatkan harga diri kerajaannya."


"Kau benar Azha, terimakasih."


.


.


.


"Wahai Jason! bolehkah aku nanti ikut denganmu mengembara lautan?" (mengungkapkan keinginannya).


Tanpa pikir panjang Jason langsung menjawab "Oh, tentu boleh Azha, dengan senang hati, kau membuatku bahagia hari ini."


"Yeah terimakasih, syukurlah, sungguh beruntung diriku, akan tetapi aku memiliki sebuah permintaan lagi kepadamu" Azha meneruskan.


"Oh Apa itu? sebutkan saja!" Jason merasa penasaran.


"Begini aku kan seorang pengembala kambing, kambingku banyak jadi bolehkah aku membawa kambing kambingku itu di kapalmu ketika nanti kita mengembara? dan juga lumba-lumba ku? ia sungguh ajaib, aku tidak tega meninggalkan mereka semua," tanya Azha.


Wah ternyata itu yang mau ia tanyakan, buat aku penasaran saja ucap Jason dalam hati.


"Tentu Azha, dengan senang hati, aku perbolehkan, kau ini ada ada saja" (sedikit tertawa).


Yeah aku senang sekali hari ini ucap Azha dalam hati bertemu dengan orang baru dan mau menjadi temanku lagi.


"Terimakasih atas kemurahan hati mu, wahai Jason, aku berhutang budi padamu."


"Biasa saja tidak usah berlebihan."


"Hmm, bolehkah aku bertanya tentang lumba-lumba mu, aku penasaran" Terus Jason yang heran dengan ucapan Azha bahwa lumba-lumbanya ajaib.


"Tentu saja boleh",


"Aku tidak melihatnya kemanakah ia?"


"Tunggu sebentar !".

__ADS_1


Khwit..khwit..khwit.


Azha memanggil lumba-lumba kesayangannya dengan suara yang khas, seketika itu pula lumba-lumbanya muncul, ia muncul dipinggir sungai, keberadaannya cukup jauh dari tempat bersandarnya kapal Argo Navis milik Jason.


"Itu dia (tunjuk Azha) mari kita kesana menghampirinya !".


"Mari !" Jawab Jason dan Para Argonauts.


Kemudian Azha, Jason, dan para Argonauts berjalan menghampiri lumba-lumba milik Azha.


"Perkenalkan semuanya, ia adalah lumba-lumba milikku, namanya adalah Delphinus, ia sangat cerdas dan penurut, mudah berintraksi dengan manusia, dan ia sungguh begitu ajaib."


"Delphinus sungguh unik ya, ia bisa menuruti perintah manusia" Puji Jason.


"Apakah nanti dia bisa mengikuti kita ketika mengembara di lautan?" Tanyanya melanjutkan.


"Aku rasa bisa, nanti kita coba saja, ia kan lumba-lumba yang pintar dan juga ajaib."


"Baiklah aku yakin itu,


hmm, aku punya permintaan padamu. "


"Tentu, apakah itu Jason."


"Begini aku mau meminta izin, bolehkah kami bermalam di rumahmu untuk malam ini?," ucap Jason.


"Untuk beristirahat, soalnya besok kita akan mulai pengembaraan kita" Lanjut Jason.


"Dengan senang hati Jason, tapi rumahku lumayan jauh dari sungai ini, bagaimana?."


"Itu tidak masalah" Jawab Jason.


"Oke baiklah, tunggu sebentar ya".


Khwit.. khwit.. khwit.


Azha menyuruh Delphinus kembali bermain di sungai Eridanus,


"Ayo semua!" ajak Azha.


"Kita harus bergegas, karena hari sudah mulai malam" lanjutnya.


Mereka bergegas kembali kerumah Azha, untuk bermalam hari itu.


Para Argonauts membawa obor sebagai penerang di jalan menuju rumah Azha.


Mereka juga memberikan itu pada Azha dan Kapten Jason.


"Ini tuan" Ucap Argonauts memberikan obor pada Azha.


"Terima kasih banyak" sambil tersenyum.


"Kapten ini untukmu" Kata Argonauts itu melanjutkan.


Azha pulang sambil menggiring kambing kambingnya.


"Mau aku bantu?" Ucap Jason.


"Tidak usah nanti merepotkan, kambingku cuma ada beberapa ekor saja kok."


"Ahh, tidak mengapa sini berikan talinya sekalian belajar" (tersenyum).


"Baikalah."


Mereka kemudian berjalan bersama-sama menuju rumah Azha sambil menggiring kambing.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih sudah membaca, mohon kritik, saran dan dukungannya supaya aku lebih semangat lagi untuk melanjutkan ceritanya🙏🙏🙏.


__ADS_2