
Ditengah perjalanan menuju pabrik pembuat layar, Centa bertemu dengan Sagit.
"Centa!?"
"Sagit!?"
Keduanya saling menyapa dan bertanya.
"Mau kemana kau Centa? tanya Sagit."
"Mau kemana kau Sagit? tanya Centa sebaliknya."
"Aku mau ke pabrik pembuat layar, untuk membeli layar, sesuai perintah Guru Draco kemarin. Dan kau?"
"Aku ingin menemuimu untuk memberikan belati ini padamu (sambil menunjukkan belati yang dibawanya)." Jawab Sagit pula.
"Dan ini ambillah! (menyerahkan belati itu pada centa)"
(Centa menerima belatinya),
"bolehkah aku menemanimu membeli layar?." tanya Sagitt.
"Ayo sahabatku, jika kau ingin menemaniku, lagi pula ini tugas kita berdua dari Guru Draco bukan!?,"
"Benar juga ini kan tugas dari Guru," balas Sagit.
"dan oh iya, kenapa kau memberi belati ini padaku sahabat?" tanya Centa.
"iya.., aku memberimu belati itu, aku ingin menyenangkan hatimu, wahai sahabat, karena beberapa hari lalu, kau kehilangan pedangmu itu."
"Oh, jadi seperti itu, terima kasih banyak sahabat, kau sungguh peduli dan baik padaku (tersenyum), sebenarnya aku juga sudah membeli pedang kemarin, sebagai gantinya pedangku yang hilang, untuk berlatih nanti, tapi tidak mengapa, lagian ini pemberian dari sahabat baikku."
"Sama-sama Centa, semoga kau menyukai belati itu."
"Tentu, pasti aku menyukainya, Daripada kita lama berbincang disini, ayo Sagit kita pergi untuk membeli layar pesanan guru."
"Benar juga kau Centa, ayo kita pergi."
Kemudian, mereka berdua pun berangkat menuju pabrik pembuat layar.
Sesampainya, mereka mengucap salam kepada pemilik pabrik,
"Salam" ucap Centa dan Sagit
"Salam kembali" jawab pemilik pabrik.
dan langsung mengutarakan maksud mereka yaitu membeli layar sesuai yang di perintahkan oleh Guru Draco.
"Jadi begini tuan, kedatangan kami kesini ingin membeli beberapa buah layar kepada tuan" ucap Centa.
"Baiklah, berapa layar yang kalian butuhkan, tuan?" tanya pemilik pabrik.
"12 buah kain layar, tuan" jawab Centa.
"Baiklah, tunggu disini aku akan mengambilkannya untuk kalian"
Mereka membeli 12 layar. Layar-Layar tersebut nantinya akan digunakan menambah layar kapal, yang sudah di buat oleh Guru Draco dan Centa sebelumnya.
Tak beberapa lama, pemilik pabrik tadi datang dengan membawa layar yang ingin dibeli oleh Centa dan Sagit.
__ADS_1
Dibantu salah seorang pekerjanya, pemilik pabrik itu memberikannya kepada Centa dan Sagit.
"Ini tuan" ucap Pemilik pabrik sambil menaruh 12 layar yang terlipat dihadapan mereka.
"Berapa harganya tuan? " tanya Centa.
"250 koin emas tuan" jawab pemilik pabrik tersebut.
"Baiklah,ini" Centa memberikan sekantong yang berisi lebih dari 250 koin emas yang didapatnya dari Guru Draco.
"Berapa isi kantong ini tuan? " tanya pemilik pabrik.
"Lebih dari 250 koin emas, dan selebihnya Itu untukmu ambil sebagai hadiah" jawab Centa
"terima kasih banyak tuan, semoga keberuntungan menyertai kalian" jawab pemilik pabrik mendoakan.
"Kabulll" jawab Centa dan Sagit.
"Kami izin pamit tuan, salam" ucap Sagitt.
"Salam kembali" jawab pemilik pabrik.
Setelah membeli 12 Layar tersebut, mereka pun pulang, dan memutuskan untuk pulang ke galangan kapal milik sang guru.
"Sagitt, sebaiknya kita pulang ke galangan Guru Draco saja, untuk menaruh layar-layar ini" ucap Centa.
"Baiklah, ayo kita berangkat" jawab Sagitt.
Kain yang terlipat tadi mereka taruh di punggung mereka, mengingat mereka adalah makhluk setengah manusia dan setengah kuda, jadi tidak susah bagi mereka untuk membawanya.
"Sebaiknya aku pulang" Gumam Draco.
"Ini tuan" ucap Guru Draco memberikan beberapa koin emas, untuk membayar minuman yang diminumnya di kedai tersebut.
Centa dan Sagit tiba lebih awal, disusul sang guru.
"Akhirnya kita sampai" ucap Centa.
tak lama kemudian Sang Guru pun juga tiba,
"Salam" ucap guru, "Sudah lama kah kalian tiba disini?" tanyanya melanjutkan.
"Salam kembali guru" jawab mereka berdua.
"Kami barusan tiba guru" Jawab Sagitt.
"Oh iya Guru, ini kain layar pesanan guru," ucap Centa meneruskan,sambil menunjuk kain yang ad di punggungnya dan di punggung Sagitt.
Mereka berdua pun menyerahkan layar-layar tersebut pada gurunya. Guru Draco mengambil layar itu dari atas punggung mereka dan menaruhnya di tempat lain. Setelah itu Guru Draco mengambil sketsa kapal yang telah disimpannya di galangan itu.
"Mau kemana guru?" tanya Centa melihat gurunya beranjak dari hadapan mereka.
__ADS_1
"Sebentar, aku ingin mengambil sketsa kapal kita" jawab Draco.
"Baiklah guru" ucap Centa.
Guru Draco pum kembali dan membuka sketsa kapal miliknya. Ia letakkan sketsa itu di atas sebuah meja. Lalu diajaklah mereka untuk mulai merangkai kapal, dari bagian terkecil hingga bagian paling besar.
"Lihatlah kembali, kita akan mulai dari bagian terkecil dahulu" ucap Draco pada Centa dan Sagitt.
Centa dan Sagitt memperhatikan apa yang di tunjuk oleh gurunya pada sketsa itu.
"Setelah menyelesaikan bagian bagian yang kecil dan ringan, kita lanjut ke bagian besarnya" ucap Draco sambil menunjukkan bagian bagian kapal yang ada di sketsa itu.
"Baik guru" jawab mereka berdua.
Papan, paku, layar, dan lain lain, semuanya telah siap. Sekarang mereka tinggal membentuk dan menyusun setiap bagian bagian kapal yang ada di sketsa tersebut.
Setelah sekitar kurang lebih 7 bulan lamanya, akhirnya mereka bertiga dapat menyelesaikan proyek kapal itu.
Pada saat tahap finishing, saat mereka mewarnai kapal, Draco berkata
"Akhirnya sudah sampai pada tahap akhir, sebentar lagi kapal ini jadi, dan dapat digunakan untuk berlayar" ucap Draco pada Centa dan Sagitt yang juga lagi mewarnai kapal.
"Benar guru, kapal yang kita angankan sekarang telah selesai dibuat" Jawab Centa.
"Syukurlah" ucap Sagitt pula.
Akhirnya, kapal yang diangankan mereka sekarang telah menjadi nyata.
Mereka bertiga sangat senang, apalagi mengingat pesan sang guru diawal bahwa:
Centa akan diutus untuk mencari tau keberadaan anak keturunan Raja Orionus dan melindungi mereka semua nantinya.
"Guru, apakah hanya diriku yang akan pergi mencari keberadaan keturunan Raja Orionus itu?" tanya Centa pada gurunya.
"Tidak hanya kau seorang Centa yang akan pergi, tapi kita bertigalah yang akan pergi" jawab Draco.
Sang Guru, sedikit menambah apa yang pernah ia pesankan di awal kepada Centa.
Ia menambahkan bahwa tidak hanya Centa yang akan pergi mencari keberadaan keturunan Raja Orionus, tapi mereka bertigalah yang akan mencarinya bersama-sama.
"Jadi kita bertiga yang akan pergi guru? " tanya Sagitt.
"Benar Sagitt, kita bertiga yang akan pergi, karena jika Centa sendiri yang pergi, tidak akan mampu melayarkan kapal ini nantinya, jadi perlu minimal tiga orang untuk melayarkan kapal ini" jelas Draco.
Karena menimbang tidak cukup satu orang untuk melayarkan kapal tersebut. Perlu bantuan awak lain untuk melayarkannya.
Dan sesuai dengan sketsa yang telah dibuat oleh sang guru, meski kapal itu cukup besar, namun minimal 3 orang sudah dapat melayarkan kapal tersebut dengan baik. Memang benar sketsa kapal yang dibuat oleh Guru Draco sangat bagus dan sangat bermanfaat.
"Baiklah, sebaiknya kita beristirahat dahulu, kita tunggu waktu yang tepat untuk memulai pelayaran supaya tidak terkena badai laut nantinya" ucap Draco pada Centa dan Sagitt.
"Baik guru" jawab mereka berdua.
Guru Draco, Sagitt, Dan Centa pun kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat.
Sebelum mereka benar-benar memulai pelayaran mencari keberadaan keturunan Raja Orionus tersebut. Mereka menunggu hari yang tepat untuk pergi berlayar, supaya tidak terkena badai laut nantinya di awal perjalanan.
Dan semasa itu Centa kembali terfikir tentang pedangnya yang hilang, apakah sudah ditemukan oleh para staf keamanan desa atau belum.
...----------------...
__ADS_1