AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang

AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang
Tertidur di Ruang Bawah Tanah


__ADS_3

...----------------...


"Uaahhh." (Menguap).


Guru Draco terbangun dari tidurnya.


"Astaga aku lupa, hari ini aku harus memberikan beberapa koin emas pada Centa."


Guru Draco yang berada di ruang bawah tanah, kemudian langsung menaiki tangga menuju atas rumah.


Setelah tiba di atas, ia lalu berjalan menuju jendela. Dilihatnya mega merah telah muncul.


"Astaga, hari sudah sore bagaimana ini?, apakah Centa tadi kesini atau tidak yah?."


Guru Draco bertanya-tanya.


"Jika Centa tadi kesini, sungguh bersalahlah diriku, kasihan dia, pasti dia mencariku kemana-mana, sudah cuacanya dingin sekali seperti ini." Ucap Guru Draco menyesali.


"Besok aku harus segera pergi ke rumah Centa, aku harus minta maaf, dan beritahukan padanya bahwa aku kemarin tertidur hingga sore di ruang bawah tanah."


"Aih, sudahlah, mau gimana lagi, lagi pula aku tidak sengaja tertidur hingga sore seperti ini.


Tapi, aku harus tetap minta maaf padanya sebab hal ini merupakan kelalaianku.


Sekarang sebaiknya aku mengkoreksi sketsa kapalku saja.


Semoga esok Centa ada di rumahnya 🤲."


Guru Draco lalu mengambil sketsa kapal yang ia simpan di laci mejanya.


Ia kemudian memulai mengkoreksi sketsa kapalnya itu.


Ia perhatikan sketsa itu dengan teliti, apakah masih ada yang kurang atau tidak dari sketsa kapal yang akan di buatnya itu.


Setelah semuanya selesai ia koreksi, rencananya ia akan meminta pendapat pada Centa sekalian meminta maaf dan membawakan beberapa koin emas padanya untuk membeli kain layar.


...----------------...


Di sisi lain Centa yang baru saja tiba di rumahnya, segera masuk dan membuat kopi untuk menghangatkan badan.

__ADS_1


Ketika sedang mengaduk kopi buatannya Centa kembali terfikir mengenai pedang yang ia lihat di pasar tadi, ia masih penasaran dengan hal itu.


"Kenapa pedang itu bisa memiliki motif sama persis dengan pedang miliknya?."


Kopi yang ia buat pun jadi, ia lalu membawa kopi itu ke ruang makan dan beristirahat di sana.


Setelah ia tidak berfikir lagi mengenai pedang tadi.


Kali ini ia malah terfikir mengenai Guru Draco dan Sagitt, "Sedang berada di manakah mereka berdua sekarang? apa yang dilakukukan oleh mereka? dan bagaimana keadaan mereka?." Ucapnya dihati.


SRUUUP.


Centa menyeruput kopinya.


...----------------...


Di lain sisi.


Sagitt yang sebenarnya sedang berada di pabrik logam milik Pavo.


Telah selesai membuat sebuah belati disana, ia kemudian meminta ijin pada Pavo untuk pulang ke rumah.


"Iya Sagitt, sama-sama."


"Salam Tuan."


"Salam kembali."


Sore itu Sagitt kembali ke rumah dengan membawa belati yang di buatnya hampir seharian itu.


Belati itu nantinya akan ia berikan pada Centa untuk menyenangkan dirinya.


"Semoga Centa akan menyukainya." Ucap Sagitt yang masih di perjalanan pulang.



Sagitt akhirnya tiba di rumahnya, ia langsung masuk ke dalam rumah dan menyimpan belatinya itu.


__ADS_1


Setelah itu, ia lalu pergi ke dapur untuk membuat secangkir kopi yang telah ia beli bersama Centa beberapa hari yag lalu.



Setelah selesai membuat kopi tersebut, Sagitt lalu membawanya ke kamarnya, ia sengaja membuat kopi itu tidak terlalu panas, karena ingin segera menghabisinya.



SRUUP



SRUUP



SRUUP



Sagitt meyeruput kopi itu hingga habis, ia lalu membentang sebuah tikar dan beristirahat disana.



Karena tubuhnya yang lumayan lelah, Sagitt pun langsung tertidur.



...----------------...



Tubuh Centa yang kecapekan membuat matanya mengantuk, makin lama, ia semakin mengantuk, ia sempat menguap beberapa kali, kopi yang diminumnya juga tidak manjur menghilangkan rasa kantuknya, dan akhirnya ia pun tertidur di ruang makan itu sebelum sempat menghabisi kopinya.



Zzz


__ADS_1


...----------------...


__ADS_2