AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang

AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang
Mercusuar Pulau Nuen


__ADS_3

"Oh iya Centa, ini"(memberikan kantong berisi beberapa koin emas), "ambil ini, ini beberapa koin untuk membeli kain layar buat proyek kapal kita."


"Oh iya baiklah guru" (menerima kantong itu).


"Guru ingin memperlihatkan hasil sketsa kapal proyek kita ini."


"Benarkah guru, mana boleh kulihat!."


Guru Draco lalu membuka lembaran kertas berisi sketsa kapal yang dibawanya.


"Lihatlah! bagaimana pendapatmu?."


(Memperlihatkan gambar sketsa kapal).


"Wah sketsanya luar biasa guru, sepertinya akan menjadi kapal yang luar biasa nantinya."


"Benar Centa, semoga kapalnya nanti sesuai dengan sketsa ini."


"Iya Guru, semoga sesuai yang kita harapkan."


"Baiklah Centa, aku mau pamit, aku mau melihat keadaan mercusuar di pulau Nuen."


"Iya guru, aku juga akan pergi ke pasar untuk membeli kain layar yang kau suruh."


"Tentu Centa, semoga kau mendapatkannya."


"Iya guru."


"Kalo begitu, guru pamit dahulu ya, salam."


"Salam kembali guru," (tersenyum).


Guru Draco lalu pergi meninggalkan Centa. Ia menggulung kembali sketsa kapal itu.


"Sebaiknya aku bersiap ke pasar," ucap Centa pada dirinya sendiri.


.


.


.


Sebelum menuju mercusuar Draco mampir ke galangan miliknya terlebih dahulu, untuk menaruh sketsa tadi.

__ADS_1


Keadaan di sekitar mercusuar di pulau Nuen sangat gelap ketika malam menjelang, akibat lampu mercusuar mati.


Oleh karenanya Guru Draco ingin pergi kesana menggantinya.


Jika lampu mercusuar mati, maka akan membahayakan kapal-kapal pelaut untuk bersandar, ucap Guru Draco dalam hati, aku harus segera kesana, lanjutnya.


Pulau Nuen tempat dibangunnya mercusuar itu adalah sebuah pulau kecil tak berpenghuni.


Pulau itu dekat dengan pulau Gumbla tempat dimana Draco dan warga lainnya tinggal.


Di pulau itu Draco ialah orang yang dituakan disana. Ia yang mengurusi para pelaut bersandar di pelabuhan pulau itu. Dan segala hal yang berhubungan dengan pelabuhan.


Pohon-pohon kelapa berdiri tegak di pulau itu menemani tegaknya sang mercusuar.


Burung-burung beterbangan disekitar mercusuar.



Mercusuar itulah yang menunjukkan kekuatan dan wibawa dari Pelabuhan Demestic. Meskipun Pulau Gumbla Jauh dari kerajaan, banyak kapal yang singgah di sana.


.


.


.


Ia lalu menaiki sebuah kapal layar kecil menuju Pulau Nuen, tempat berdirinya mercusuar.


"Aduh, tidak ada angin, aku harus mendayung jadinya."


Dikarenakan angin kurang mendukung mengakibatkan Guru Draco harus mendayung kapal itu menuju Pulau Nuen. Membutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk sampai disana.


Akhirnya sampai juga, lumayan melelahkan, ucap Draco dihati.


"Baiklah aku harus segera lihat keadaan lampu mercusuar."


Ia lalu pergi ke mercusuar dan menaiki beberapa anak tangga disana, hingga akhirnya ia sampai di puncak mercusuar.


"Wah sepertinya lampu ini sudah sangat kusam dan lama, maklumlah sudah saatnya ia padam."


Draco memeriksa keadaan lampu mercusuar. Ternyata lampu mercusuar tersebut putus. Maklumlah sudah dimakan usia.


"Harus segera aku ganti ini."

__ADS_1


Draco lalu turun ke ruang bagian tengah mercusuar, ia mengambil sebuah bohlam pengganti disana, diameter ukuran bohlam mercusuar tersebut sekitar 30 cm.


"Untungnya masih ada bohlam pengganti," ucap Draco ketika mengambil bohlam tersebut.


Ia lalu kembali naik ke atas lagi. Lumayan berat sih membawa bohlam ukuran segitu.


Setelah tiba, ia lalu melepas bohlam yang mati tersebut dan menggantinya dengan yang baru.


"Sebaiknya aku coba nyalakan dahulu."


Draco mencoba menyalakan lampu mercusuar tersebut dan akhirnya berhasil menyala.


Syukurlah ucap Draco dalam hati.


Draco lalu bergegas turun ke bawah untuk kembali ke pelabuhan atau ke pulau utama.


"Sepertinya sepi."


Melihat keadaan sekitar yang sepi, Draco kemudian memutuskan untuk merubah dirinya menjadi seekor naga, agar lebih cepat sampai di pelabuhan.


Cliiiiing (berubah wujud menjadi naga).


Kapal yang tadi ia tumpangi, ia tinggal begitu saja di Pulau Nuen.


.


.


.


Bhyus, bhyus, bhyus.


Dengan cepat Draco tiba di dermaga pelabuhan, ia langsung merubah wujudnya kembali menjadi seorang manusia, agar tidak diketahui orang lain.


Enaknya sekarang aku pergi ke kedai mencari hiburan ucap Draco dihati.


Ia lalu memutuskan untuk pergi ke kedai mencari hiburan disana.


...----------------...


Centa telah siap untuk berangkat. Ia berpikir untuk pergi ke pabrik pembuat layar saja ketimbang ke pasar, karena kemarin waktu seharian penuh ia berkeliling pasar, ketika mencari Guru Draco dan Sagiit, ia tidak melihat satupun penjual layar.


"Baiklah aku berangkat dahulu."

__ADS_1


...----------------...


Terima kasih sudah membaca, mohon kritik, saran dan dukungannya supaya aku lebih semangat lagi untuk melanjutkan ceritanya🙏🙏🙏.


__ADS_2