AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang

AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang
Hampir Menabrak


__ADS_3

"Baiklah akan kita manfaatkan mantera ilmu sihirmu itu" ucap Kapten Jason.


...✴️✴️✴️...


"Perse, sekarang ikuti aba-abaku!".


"Baik guru".


"Bacakan mantera sihirmu sesuai arahanku"


"Baik guru".


"Baiklah. kita mulai sekarang !.


Arah depan kapal !".


...Cling...


Perse membaca mantera dan mengarahkannya ke depan kapal.


Kabut di depan kapal pun hilang.


" Samping kanan ! ".


...Cling...


Kabut samping kanan kapal pun hilang.


" Samping kiri !".


...Cling...


Kabut samping kiri kapal juga hilang.


" Buritan kapal !"


...Cling...


Kabut di arah buritan kapal juga hilang.


Semua arah tadi diperhatikan dengan teliti oleh Kapten Jason, beberapa detik kemudian efek mantera sihir Perseus itu hilang dan kabut pekat kembali menutupi pandangan, anehnya kabut itu hanya ada di sekeliling kapal Argo Navis dan kapal komodirnya sedangkan di atas kapalnya tidak ada kabut sama sekali, membuat mereka masih tetap dapat saling melihat dengan jelas.


" Baiklah, bentangkan layar, arahkan kapal ke depan !" perintah kapten Jason pada Argonauts.


" (Mereka membentangkan layar) Maaf kapten, tidak ada angin sama sekali, bagaimana kita mau melayarkan kapal ini ?".


" Haaaah, bagaimana bisa ?".


"Kami tidak tau Kapten" jawab mereka.


"Tenang guru aku punya solusinya" ucap Pegasus.


"Apa yang mau kau lakukan ?".

__ADS_1


...Cling...


Pegasus merubah diri menjadi kuda terbang kembali.


"Apa yang akan dia lakukan ?" tanya Jason pada Perseus.


"Tidak tau guru".


Lau ia terbang ke arah buritan kapal. Dan...


tiba tiba tubuh Pegasus membesar, ia lalu mengibaskan sayapnya, berkat kibasan sayapnya itu kapal Argo Navis sedikit demi sedikit bisa bergerak melaju ke depan.


"Bagaimana ia melakukannya" gumam Perseus keheranan.


"Bagus Pegasus. Lakukan terus ! ".


"Baik guru".


"Perse. sekarang, ikuti arahanku kembali !" ucapan guru memecahkan keheranan Perse.


"Baik guru".


" Depan kapal !".


...Cling...


"Lagi depan kapal !".


...Cling...


"Lagi !".


...Cling...


"Lagi !".


...Cling...


Dengan cara itu kapal Argo Navis dapat melaju ke depan perlahan-lahan.


Pegasus terus mengibaskan sayapnya dengan penuh semangat, membuat kapal yang tadinya pelan jadi melaju dengan cepat.


Setelah sekian lama kapal itu melaju ke depan.


"Lagi !" arahan Jason.


...Cling...


Setelah kabut itu hilang, Kapten Jason kaget melihat sebuah tembok besar.


"Bahaya !" (teriaknya keras).


Mereka akan menabraknya, mendengar teriakan Guru Jason dan juga melihat keberadaan tembok raksasa itu di depan kapal, Pegasus langsung menghentikan kibasan sayapnya, namun sayang kapal Argo Navis masih tetap melaju dengan cepat.

__ADS_1


Semua yang ada di kapal itupun panik bukan main.


Tetapi kapten Jason berusaha tetap tenang.


"Cepat !!!, gulung layar dan turunkan jangkar" teriak Kapten Jason sangat keras.


Mereka pun melakukannya. Akan tetapi kapal Argo Navis masih tetap melaju meskipun seluruh layar sudah digulung, kapal itu belum dapat berhenti dengan sempurna, hal itu hanya mengurangi laju kapalnya saja.


"Bagaimana ini ?" ucap Kapten Jason yang akhirnya juga menjadi panik.


...Greeekkk...


Bunyi jangkar yang akan menyangkut terdengar cukup keras. Akan tetapi kapal Argo Navis masih tetap melaju, belum dapat berhenti dengan sempurna.


"Bagaimana ini ?" ucap Kapten Jason tambah panik.


Pegasus kemudian terbang ke arah depan kapal lalu mengibaskan sayapnya dari arah itu untuk membantu mengurangi laju kapal.


"Bagus Pegasus, lakukan terus !".


Pegasus mengerahkan seluruh tenaganya mengibas kapal itu supaya berhenti.


"Aduh... ini juga salahku, karena sudah terlalu bersemangat mengibas kapal ini supaya melaju ke depan dengan lebih cepat, dan akhirnya menjadi seperti ini" gumam Pegasus menyesal.


"Baiklah, kalo begitu aku harus bisa bertanggung jawab, aku harus kerahkan seluruh tenagaku mengibas kapal ini supaya dapat berhenti dengan sempurna" gumamnya kembali.


...Greeekkk...


Bunyi jangkar yang akan menyangkut kembali terdengar cukup keras.


Hanya beberapa meter lagi kapal itu akan menabrak tembok raksasa itu,


"Bagaimana ini ?", bagaimana ini?" Kapten Jason semakin panik.


Dan...


...Grek....


Terdengar keras suara jangkar yang tersangkut dengan mantap. Kapal sebesar itupun akhirnya berhenti dengan sempurna, syukurlah kapal itu tidak jadi menabrak tembok raksasa itu, yang entah tebalnya tidak diketahui.


Efek mantera sihir Perse pun lenyap, tembok sebesar itupun tidak terlihat lagi.


"Syukurlah... (berbarengan)" ucap mereka semua yang ada di atas kapal.


Syukurlah kapal sebesar Argo Navis itu dapat berhenti dengan sempurna, itu semua berkat usaha Pegasus dan jangkar-jangkar yang telah tersangkut dengan mantap. Dan juga berkat kerja sama mereka semua yang ada di kapal Argo Navis tersebut.


Bersambung...


...✴️✴️✴️...


Terima kasih sudah membaca, mohon kritik, saran dan dukungannya supaya aku lebih semangat lagi untuk melanjutkan ceritanya.


...Terima kasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2