
...----------------...
"Akhirnya sampai juga, (Centa melihat ke arah rumah Sagitt)
Lah kok pintu rumah Sagitt masih tertutup ?, dia sudah bangun atau belum?,
atau apakah ia sudah pergi ke rumah Guru Draco?, atau ke tempat lain?" gumam Centa bertanya-tanya.
"Sebaiknya aku ketuk pintu rumahnya terlebih dulu, untuk memastikan".
Centa mendekati pintu rumah Sagitt yang tertutup, lalu mengetuknya.
...Tok...
...Tok...
...Tok...
"Salam, Sagitt! kau ada di rumah? ".
...Tok...
...Tok...
...Tok...
"Salam, Sagitt! kau ada di rumah? ".
Beberapa kali Centa mengetuk rumah Sagitt, namun tidak ada jawaban dari penghuni rumah.
"Kemana Sagitt ?, sudah beberapa kali aku mengetuk pintu rumahnya tapi tidak ada jawaban,
apa mungkin Sagitt telah pergi ke rumah Guru Draco?, atau mungkin malah ke tempat lain?.
...----------------...
Di sisi lain,
Scut dan dua petugas lainnya yang datang lebih awal di rumah Guru Draco, tidak menjumpai Centa dan Guru Draco di rumahnya tersebut. Berulang kali mereka mengucapkan salam namun tidak ada balasan dari dalam. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kantor keamanan desa.
...----------------...
(Kembali kesisi Centa)
Ya sudah sebaiknya aku langsung pergi ke rumah Guru Draco,
tak perlu menunggunya disini, siapa tau dia telah berada di sana, lagi pula aku kan niatnya dari awal memang mau ke rumah Draco,
aku kesini hanya mampir untuk mengajak Sagitt sama-sama ke rumah Guru Draco".
Centa kemudian memutuskan untuk pergi menuju rumah Guru Draco. Ia bersegera menuju kesana,
langkah kakinya ia percepat,
__ADS_1
ia takut Guru Draco telah lama menunggunya.
Setelah setengah jam berjalan kaki akhirnya ia sampai di rumah Guru Draco,
lalu dilihatnya ternyata pintu rumah Guru Draco juga tutup, ia langsung mendekati pintu itu dan mengetuknya.
...Tok...
...Tok...
...Tok...
"Guru...!?"
...Tok Tok Tok...
"Guru...!?"
Berulang kali ia mengetuk pintu namun tidak ada jawaban sama sekali.
Ia kemudian bertanya-tanya dalam hatinya, kemana Guru Draco?,
Sagitt tidak ada di rumah, Guru Draco juga sama, apa mereka sudah ada di galangan?,
(Centa berpikir), kalo begitu sebaiknya aku segera pergi kesana untuk mencari tau.
Di perjalanan...
"Bukankah ia menyuruh kami saat itu untuk datang ke rumahnya terlebih dahulu mengambil beberapa koin emas sebelum pergi membeli layar?, Centa mengingat ucapan guru Draco.
apa guru punya keperluan penting yang membuatnya tidak di rumah.
Entahlah, sebaiknya aku cepat-cepat".
Sesampai di galangan milik sang guru, ia melihat galangan itu sepi, tidak ada siapa-siapa,
ia semakin bertanya-tanya kemanakah Guru Draco?, kemanakah Sagitt?, apakah mereka sudah pergi ke pasar untuk mencari kain layar pikirnya.
"Baiklah, aku akan menyusul dan mencari mereka jika memang benar mereka ke pasar".
Centa kemudian langsung bergegas berjalan menuju pasar,
ia mempercepat langkahnya, cukup lama ia sampai di pasar, sekitar setengah jam lebih ia berjalan dan akhirnya ia tiba juga di pasar.
"Akhirnya sampai juga" ucapnya.
Sepertinya ia agak kelelahan setelah berjalan sekian jauhnya.
Keadaan pasar saat itu sangat ramai, maklum namanya juga pasar,
banyak pedagang dan pembeli di sana, Centa berjalan perlahan memperhatikan orang-orang siapa tau ia dapat menemukan Guru Draco dan Sagitt,
__ADS_1
ia terus berjalan dan memperhatikan,
karena lelah ia membeli minuman hangat disebuah kedai sambil terus memperhatikan orang-orang.
Ingat cuaca saat itu sangat dingin.
"Salam" Centa memberi salam pada pemilik kedai.
"Ada apa tuan? mau membeli sesuatu?, ada minuman hangat untuk tuan di cuaca yang sangat dingin seperti ini, apa tuan mau? " tawar pemilik kedai itu.
Centa masih sibuk memperhatikan orang-orang di sekeliling.
"Iya, aku membeli itu" Centa asal menjawab.
"Baiklah tuan tunggu sebentar ya".
"Iya" jawab Centa singkat.
Centa terus memperhatikan orang-orang di sekitar.
Sampai-sampai.
"Tuan!" (pelan)
"Tuan!" (masih pelan)
Panggil pemilik kedai berulang kali.
"Tuan!" (mengeraskan suara).
"Iya, iya" jawab Centa sedikit kaget.
"Ini tuan, minumannya sudah jadi" memberikan minuman.
"iya, terimakasih".
"Ada apa tuan, sepertinya kau mencari seseorang?, sampai-sampai beberapa kali panggilanku tidak kau dengar".
"Benarkah?, aku minta maaf sebelumnya".
"Tidak mengapa tuan, memangnya siapa yang tuan cari ?" tanya pemilik kedai itu.
Centa kemudian mengalihkan perhatiannya dan berbicara pada pemilik kedai itu.
"Ohh..., aku sedang mencari guru dan temanku, aku rasa mereka sedang membeli kain layar di pasar ini".
"Begitu ya tuan, pantasan tuan sedari tadi memperhatikan orang-orang di sekitar".
"Benar" ucap Centa sambil tersenyum.
...* * *...
Terima kasih sudah membaca, mohon kritik, saran dan dukungannya supaya aku lebih semangat lagi untuk melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
...Terima kasih...
...🙏🙏🙏...