
...----------------...
"Perse !, ini tidak mimpi kan? " ucap Jason.
"Tidak guru, ini benar benar kami, muridmu Perseus dan Pegasus".
Perse kemudian mendekat menghampiri gurunya. Jason kemudian memegang pundak Perse dan kembali bertanya.
"Ini bukan mimpi kan? ".
"Tidak guru, ini benar benar aku, Perseus" ucap Perse menyakinkan sambil gantian memegang kedua pundak gurunya.
Mereka yang ada di atas kapal itu semua merasa heran atas pertemuan murid dan sang Guru tersebut, termasuk Azha.
"Lalu laki-laki itu siapa, wahai muridku" tanya Jason.
"Itu adalah Pegasus guru, muridmu juga, ceritanya panjang ia dapat berubah wujud seperti itu".
"Benarkah ia Pegasus? "
Pegasus yang telah berwujud manusia itu lalu menghampiri sang guru, dan memegang salah satu pundak gurunya, dan berkata.
"Benar guru aku adalah Pegasus, salah satu muridmu dahulu".
__ADS_1
"Kau juga dapat berbicara layaknya manusia? " tanya Jason dihadapan Pegasus, keheranan.
"Benar guru, ia dapat berbicara layaknya manusia dan dan dapat berubah wujud juga seperti manusia" ucap Perse menimpali.
"Guru !, jika kau mau tau ceritanya, ceritanya sangat panjang, aku dapat menjadi seperti ini" ucap Pegasus menjelaskan.
Jason kemudian memeluk kedua muridnya tersebut dengan perasaan yang sangat bahagia, dalam pelukan muridnya itu ia berkata.
"Sungguh keberuntungan besar bagiku dapat berjumpa dengan kalian kembali".
Jason kemudian melepaskan pelukannya dan berkata.
"Mari !, kita semua sambut kehadiran kedua muridku ini, hari ini kita semua akan makan bersama merayakan kehadiran mereka" ucap Jason pada semua yang berada di atas kapal.
Azha kemudian mendekati mereka bertiga, dan berkata.
"Mari muridku !" ajakan kembali dari Jason.
"Baiklah guru" ucap mereka berdua tanpa basa-basi.
Kemudian mereka semua memasuki ruangan itu kecuali sebagian yang mengurusi kapal seperti bagian layar tidak ikut masuk untuk menyambut kehadiran kedua murid Jason tersebut.
Setelah mereka memasuki ruangan itu, ternyata ruangan istirahat itu telah di sulap oleh para Argonauts menjadi ruangan makan, ini semua adalah inisiatif dari Azha ketika Sang guru dan murid itu, tadi berbincang.
__ADS_1
"Wah !, ternyata kalian telah merubahnya menjadi ruang makan? " ucap Jason pada para Argonauts.
"Benar kapten, ini semua adalah saran dari tuan Azha" ucap salah satu Argonauts.
"Oh benarkah?, terimakasih wahai sahabatku Azha" sambil melihat kearah Azha dan tersenyum.
"Mari tuan-tuan kita duduk!" ucap Azha mengajak mereka semua duduk bersama.
Kemudian dengan sigap para Argonauts yang memiliki tugas bagian konsumsi langsung menghidangkan makanan di atas meja, berbagai hidangan hasil laut pun sudah tersaji.
"Muridku inilah sambutan gurumu pada kalian berdua"
"Terima kasih banyak guru, kami tidak dapat berkata apa apa lagi, sungguh keberuntungan besarlah bagi kami dapat berjumpa kembali denganmu, wahai guruku" ucap Perse.
"Tentu muridku, aku sangat bahagia hari ini, di tempat yang menjadi legenda sepanjang masa, di atas Samudera Atlantis yang dulunya merupakan sebuah daratan bernama Ibidee, kita dapat bertemu disini, ini akan menjadi sejarah besar bagi kita semua".
Perseus seperti teringat sesuatu ketika mendengar kata kata itu, Ibidee, namun ia tidak terlalu memikirkannya saat itu, karena ia sangat bahagia dapat berjumpa dengan gurunya kembali, setelah sekian lama ia mengembara keliling dunia bersama Pegasus mewujudkan cita citanya, sepertinya ia telah melupakan semua hal tentang kisahnya di masa lalu, dari mana ia berasal, dan tentang jati dirinya sebenarnya, kecuali sebuah kalung pemberian ibunya yang sangat berharga baginya, ia tidak akan pernah melupakan itu.
...----------------...
Tunggu kelanjutan episodenya ya...
Terima kasih sudah membaca, mohon kritik, saran dan dukungannya supaya aku lebih semangat lagi untuk melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
...Terima kasih...
...🙏🙏🙏...