AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang

AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang
Siapa Pencuri Pedang?


__ADS_3

Di rumahnya,


Centa kembali terfikir tentang pedangnya yang hilang, apakah sudah ditemukan oleh para staf keamanan desa atau belum.


Di sisi lain,


Seorang petugas yang menangani kasus Centa beberapa waktu lalu, Si Petugas 3.


Dia menanyakan kepada Scut prihal apakah mereka telah menemui Centa kembali atau belum.


"Scut, apakah kalian telah menemui tuan Centa kembali?" tanya Petugas 3 yang berada di kantor keamanan desa.


"Saat itu kami tidak berhasil menemui tuan Centa, kami pergi ke rumah Guru Draco, dan tak menjumpainya lalu kami memutuskan pulang, dan sudah beberapa bulan ini kami belum menemuinya kembali karena banyak kasus lainnya yang juga belum selesai di desa ini," jawab Scut.


"Baiklah, kalo begitu biar aku saja yang menemui tuan Centa hari ini, salam Scut"


"Salam kembali" jawab Scut.


Dia memutuskan untuk pergi ke rumah Centa, menanyakan langsung ciri pedangnya yang hilang itu.


"Sebaiknya aku mendatangi tuan Centa, menanyakan ciri pedangnya yang hilang itu, kasus ini harus segera diselesaikan, pasti tuan Centa terus memikirkan tentang pedangnya itu" ucap Petugas 3 yang berada diperjalanan.


Si Petugas 3 lalu bergegas menuju rumah Centa. Setelah beberapa lama diperjalanan akhirnya ia tiba di rumah Centa.


......tok......


......tok......


...tok...


Petugas 3 mengetuk pintu rumah Centa yang masih seperti keadaan setelah dicuri itu.


"Salam, permisi" ucap petugas itu.


Centa yang mendengar ada orang di depan rumahnya, beranjak menghampiri pintu dan membukanya.


"Permisi tuan, saya salah satu petugas yang mengurusi kasus tuan ingin menanyakan sesuatu pada tuan" ucap Petugas 3 itu.


"Oh silahkan masuk kalo begitu" ucap Centa.


Mereka pun masuk, Centa mempersilakan petugas itu duduk di kursi,


"Silahkan duduk" ucap Centa.


Sedangkan dia hanya duduk di tikar, mengingat kembali bahwa tubuh Centa adalah setengah kuda dan setengah manusia.


"Jadi begini tuan, beberapa bulan lalu aku telah menyelidiki kasus tuan, pada saat itu aku melakukan penyidikan ke pasar, karena aku tau, melihat dari cara pencuri itu merusak pintu, aku yakin pasti pelakunya adalah para pedagang di pasar gelap, setelah berekeliling pasar aku menemukan seorang pedagang barang antik, aku menanyakan barang apa saja yang dijualnya, dia menjual cukup banyak barang, mulai dari pedang, guci, belati, panah, tungku, dan lain-lainnya, lalu aku berinisitaif untuk menanyakan pedang apa yang paling mahal dijual disini, lalu pedagang itu menunjukkan padaku sebuah pedang yang memiliki motif sangat indah, pedang itu ia beli oleh seseorang yang tidak mau menyebutkan identitasnya seharga 999 koin emas, aku melihat pedang itu tampaknya pedang itu bukan benda kuno, lalu ia ingin menjual lagi kepadaku dengan harga 10.000 koin emas karena pedang itu memiliki motif Kerajaan Nesia,


...----------------...


"Kerajaan Nesia apakah itu benar pedangku?" ucap Centa dalam hati sambil terus mendengarkan penjelasan dari petugas itu.

__ADS_1


...----------------...


aku tidak mampu membelinya dan aku hanya membeli belati, mendengar perkataan pedagang itu aku mulai curiga karena ia mendapatkannya dari orang yang tak mau menyebutkan identitasnya, karena aku belum tau persis ciri-ciri pedang tuan, jadi aku datang kesini untuk menanyakannya, apakah benar pedang tuan memiliki Motif Kerajaan Nesia, dan apakah pedang tuan, pedang yang baru ditempah dan bukan benda kuno?" tanya petugas itu setelah menjelaskan panjang lebar.


"Sepertinya itu memang benar pedangku sesuai apa yang kamu katakan, semuanya sesuai dengan ciri-ciri yang ada pada pedangku, dan motif Kerajaan Nesia, benar!, motif itulah yang ada di pedang ku, dan Guru Draco pernah menceritakan bahwa motif itu sangat berharga jadi tidak salah pedagang itu menjual pedang itu dengan harga fantastis."


"baiklah kalau itu memang benar pedangmu Bagaimana jika sekarang kita menuju tempat pedagang itu berjualan dan membeli kembali pedangmu?" tanya Petugas itu.


"ide bagus, kalau begitu aku akan mengambil beberapa koin emas yang cukup untuk membeli kembali pedangku itu, kau tunggu di sini sebentar! " ucap Centa.


"baik tuan" jawab petugas itu.


Centa masuk ke kamarnya dan mengambil beberapa koin emas. Setelah itu mereka memutuskan untuk segera berangkat ke tempat pedagang itu berjualan.


"Ayo kita berangkat! " ucap Centa.


"baik tuan" jawab petugas 3.


Mereka pun berangkat menuju pasar, sesampai di pasar petugas tadi mengingat dimana tempat berjualan pedagang itu.


"Barang antik, barang antik, mari beli kemari"


Tidak asing dengan ucapan pedagang itu saat berjualan, akhirnya mereka menemukannya.


Mereka berdua langsung menuju depan toko pedagang itu,


"Salam tuan" ucap petugas itu.


"benar tuan, kami ingin membeli sebuah pedang" jawab petugas itu.


"pedang seperti apa yang kau mau tuan? " tanya pedagang itu kembali.


"pedang yang paling mahal, yang memiliki motif Kerajaan Nesia, temanku tertarik membelinya " ucap petugas itu.


"kau beruntung tuan, pedang itu masih ada, aku akan mengambilkannya untukmu"


Pedagang itu pergi meninggalkan mereka.


"tuan Centa, jika nanti pedang itu memang benar milikmu, berpura-pura lah seakan kau belum pernah memilikinya!" ucap petugas itu berbisik pada Centa.


"baik tuan" jawab Centa yang paham dengan maksud petugas itu.


Tak lama, pedagang tadi kembali dan membawakan pedang itu.


"Ini tuan" ucap pedagang itu memberikan pedangnya pada si petugas.


...----------------...


Dilihatnya oleh Centa, pedang itu benar-benar miliknya. "ini pedang benar milikku" kata Centa dalam hati.


...----------------...

__ADS_1


"serahkan saja langsung pada temanku, dia yang ingin membelinya" ucap petugas mengalihkan pemberian pedagang itu.


"baik, ini tuan, ambillah" ucap pedagang itu memberikan pedang itu pada Centa.


"terima kasih tuan, " ucap Centa menyambut pemberian itu.


"berapa harganya? " tanya di petugas.


"sama-sama tuan," menjawab ucapan terima kasih Centa, "harganya masih sama seperti saat tuan kemari waktu itu, 10.000 koin emas." melanjutkan menjawab pertanyaan petugas itu.


"baiklah," petugas itu menjawab dan mengisi Centa untuk memberikan koin emas pada pedagang itu.


"Ini tuan, " Centa memberikan kantong berisi 100 koin emas.


"terima kasih tuan" ucap pedagang itu sambil menerima pemberian Centa.


"sama-sama, kalo begitu kami pamit, salam" sahut Si Petugas.


"salam kembali" jawab pedagang itu.


Mereka berdua pun kembali menuju rumah Centa. Di dalam perjalanan sang petugas bertanya,


"apakah pedang itu benar-benar milikmu? "


Centa pun menjawab "benar pedang Itu milikku tuan"


"syukurlah kalau begitu kita telah mendapatkan pedang itu kembali " ucap petugas itu.


"benar, terima kasih banyak tuan kau telah membantuku menemukan padang itu kembali" ucap Centa


"sama-sama tuan Centa, akan tetapi kita masih belum mengetahui siapa pencuri pedangmu sebenarnya" ucap petugas itu.


"tidak mengapa Tuan, yang terpenting pedangku telah kembali ke tanganku saat ini" jawab Centa.


Sesampainya di rumah petugas itu kembali menanyakan,


"Bagaimana tuan, apakah kasus ini di lanjut atau cukup sampai disini?" tanya petugas itu.


"Bagiku kasus ini cukup sampai di sini saja, karena pedang ini sudah kembali ketanganku" jawab Centa.


"Baik tuan, jika seperti itu maumu kasus ini kami tutup, namun hal ini masih akan menjadi pertanyaan bagi kita, siapa sebenarnya yang telah mencuri pedangmu itu. Baiklah sekarang saya izin pamit tuan, jika ada kasus yang lain segera hubungi kami," ucap petugas itu.


"Baik tuan, terima kasih banyak atas bantuanmu selama ini"


"memang sudah menjadi kewajiban kami sebagai penegak hukum menyelesaikan masalah seperti ini, jika tidak ada hal lain saya pamit tuan, Salam!" ucap petugas itu.


"salam kembali" jawab Centa.


Petugas itu pun pergi. Centa tidak terlalu ambil pusing mengenai siapa yang telah mencuri pedangnya, yang terpenting baginya adalah pedangnya telah kembali ke tangannya. Lain hal dengan petugas tadi yang masih menjadi tanda tanya dibenaknya tentang siapa sebenarnya pencuri pedang Centa tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2