AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang

AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang
Aku Seorang Pangeran?


__ADS_3

...----------------...


Dilihatnya sekeliling gubuk itu sepi tidak ada orang sama sekali, namun masih terawat dengan baik.


Axijim berjalan lebih dekat menuju pintu, ia kemudian mencoba untuk mengetuk pintu gubuk itu yang masih tertutup rapat.


"Apa sebaiknya aku ketuk saja pintu gubuk ini, untuk memastikan ada orangnya atau tidak" Gumam Axijim.


tok tok tok


"Apakah ada orang?" Panggil Axijim.


tok tok tok


Axijim mengetuk pintu kembali. "Apakah ada orang?" Tanyanya yang kedua kali.


Ternyata belum juga ada jawaban.


Axijim kembali mengetuk yang ketiga kali, tok tok tok "Apakah ada orang?."


Masih belum ada jawaban.


Axijim sedikit merasa putus asa, ia kemudian berfkir untuk pergi melihat ke belakang gubuk, mungkin penghuninya ada di belakang.


Axijim berbalik badan dan mulai melangkah, dilangkahan yang ketiga tiba-tiba, pintu gubuk itu terbuka sendiri, (kreeek...bunyi pintu itu terbuka perlahan). Membuat Axijim sedikit terkaget.


Taklama kemudian terdengar suara seseorang, tapi Axijim tak paham maksud dari suara itu, sepertinya ada yang memanggil tapi dengan bahasa yang tidak dipahami oleh Axijim.

__ADS_1


Axijim berbalik badan kembali, ia terkaget dilihatnya seseorang laki-laki tua telah berdiri di depan pintu tadi. Laki-laki itu memakai jubah yang serba putih dengan sebuah buku di tangannya.


Jenggot laki-laki itu berwarna putih, sangat lebat dan panjang hingga ke dada.


Laki-laki itu kemudian membuka buka yang dipegangnya dan membaca sesuatu disana.


Entah apa yang dibacanya Axijim tidak mengetahuinya saat itu.


Laki-laki itu selesai membaca sesuatu di buku itu sangat panjang, ia lalu mengarahkan buku itu pada Axijim, Cliiiiing, dari buku itu keluar cahaya yang sangat putih menyilaukan mata Axijim.


Beberapa detik cahaya itu berpencar. Setelah cahaya itu redup, terdengar suara laki-laki itu berkata "Selamat datang Pangeran."


Kali ini ucapan laki-laki itu bisa dipahami Axijim.


Axijim kaget dan juga pastinya heran, dibenaknya ia bertanya-tanya, pangeran siapa? siapakah dia? apa aku seorang pangeran? Axijim kebingungan.


"Kenapa ia, tersenyum, siapa yang dimaksudnya pangeran?." Gumam Axijim.


"Kau, kau adalah Pangeran Axijim." Ucap laki-laki itu seakan tahu apa yang ditanyakan dalam hati Axijim.


"Aku, Aku seorang pangeran?." Tanya Axijim sangat keheranan.


"Benar kau adalah seorang Pangeran, kau adalah Pangeran Nesia."


"Haah." Axijim hanya melonggo keheranan.


"Kau tak perlu heran, mari ikut aku, akan kuberitahukan semuanya."

__ADS_1


Ucap laki-laki itu mengajak Axijim masuk kedalam gubuk, Axijim hanya menuruti tanpa basa-basi karena dihatinya sekarang malah timbul rasa penasaran.


Mereka berdua lalu memasuki gubuk itu, laki-laki itu kemudian menyuruh Axijim duduk disebuah kursi "Duduklah!."


Axijim menuruti dan langsung duduk dikursi itu. Laki-laki itu juga duduk disebuah kursi dihadapan Axijim.


"Baiklah Pangeran Axijim, aku akan ceritakan semuanya tentangmu, aku yakin orangtuamu sebelumnya belum pernah menceritakan hal ini padamu."


"Aku mulai dari wanita yang bertemu denganmu dihutan lalu yang membawamu kesini dan meninggalkanmu begitu saja, wanita itu adalah muridku ia memang menyeramkan namun ia berhati baik."


"Jika dia memang orang baik, kenapa dia meninggalkanku begitu saja." Ucap Axijim memotong pembicaraan laki-laki itu.


"Maaf pangeran itu semua adalah perintahku, aku ingin menguji keberanian dan usahamu. sekali lagi aku minta maaf."


"Baiklah sekarang perkenalkan pangeran diriku bernama Indus, aku adalah seorang panglima perang bagian laut dikerajaan kakekmu, yaitu Kerajaan Nesia."


"Kakekku seorang raja? kenapa ayah dan ibu tidak pernah menceritakannya" sela Axijim sedih.


"Benar Pangeran kakekmu adalah seorang raja dan kau adalah seorang Pangeran, aku akan beritahukan alasannya kenapa orangtuamu tidak pernah menceritakan jati dirimu kepadamu."


"Benarkah, kau mengetahuinya, tolong jelaskan itu semua kepadaku" ucap Axijim dengan rasa harap dan sedikit sedih.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca, mohon kritik, saran dan dukungannya supaya aku lebih semangat lagi untuk melanjutkan ceritanya🙏🙏🙏.


__ADS_2