AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang

AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang
Kertas Apa?


__ADS_3

...----------------...


...Sagitt....


Pagi yang dingin membangunkan Sagit dari tidurnya, seperti biasa menguap ketika bangun tidur, Uaaaah "sudah pagi ternyata" ucapnya.


Sagitt berjalan menuju jendela, menghirup udara pagi, "hruup, waah segarnya pagi ini, huuuh (menggigil) tapi kenapa terasa dingin sekali ya."


"Sebaiknya aku basuh muka dulu sajalah, jika aku mandi, pasti bakal tambah menggigil badan ini."


Sagitt pergi membasuh muka, setelah itu ia kembali ke ruang kamar, untuk mengambil sebuah syal tebal seperti selimut.


Syal itu kemudian ia lingkarkan ke tubuhnya.


Sagit mengambil lagi sebuah syal lalu melingkarkan ketubuhnya.


Ia lalu pergi keluar rumah untuk menemui Centa, ia ingin memberikan belati yang telah dibuatnya kemarin.


Sagit mulai berjalan.

__ADS_1


...----------------...


...Axijim...


.


.


"Benarkah, kau mengetahuinya, tolong jelaskan itu semua kepadaku" ucap Axijim dengan rasa harap dan sedikit sedih.


"Benar pangeran. Pangeran sebenarnya kau tidak lahir di kerajaan kakekmu, jadi para penghuni kerajaan tidak mengenalimu. Ibu dan Ayahmu membawamu melarikan diri ketika kau masih dikandungan. Saat itu kerajaan sedang kacau balau, Medeusa saudara perempuan kakekmu, atau lebih tepat bibimu. Ia terpengaruh sihir jahat saat itu, dengan sihirnya itu, ia mengambil takhta kerajaan dari tangan kakekmu. Semua yang terkena sihirnya pasti akan mati dan berubah menjadi batu. Kami tak mampu melawannya. Oleh karenanya kami menyelamatkan diri. Termasuk ayah dan ibumu. Dan untungnya kami selamat, kami merasa sungguh bersalah tidak dapat menyelamatkan Raja Orionus pada saat itu. Semua ahli sihir yang berada di kerajaan, mereka semua dapat di kalahkan oleh Medeusa, mereka semuanya menjadi batu karenanya." jelas Indus cukup panjang.


"Baiklah. Aku yakin meskipun kau tak mengerti, aku akan memberitahukannya padamu. Pangeran sebenarnya kita berada di bumi yang sama, namun di dimensi yang berbeda, aku bisa melihatmu dan masuk ke dimensimu. Akan tetapi kau tidak bisa melihatku. Di dimensimu aku telah tiada pangeran, sudahlah meskipun kujelaskan panjang lebar kau pasti belum bisa memahaminya.


Kulihat sepertinya orang tuamu mencarimu pangeran, hari sudah terlalu siang di dimensimu, kau harus segera kembali, bawalah ini (memberikan secarik kertas bertuliskan sesuatu), jika kau ingin bertemuku kembali, bacalah tulisan yang ada didalamnya."


Indus kemudian membaca sesuatu di bukunya, lalu mengarahkan buku itu ke wajah Axijim, seketika itu buku itu mengeluarkan sinar yang menyilaukan, membuat mata Axijim tidak lagi dapat melihat keadaan di sekelilingnya.


Sinar itu mulai meredup, setelah sinar itu benar-benar lenyap, dilihatnya oleh Axijim, bahwa ia telah kembali di tempat awal ia tersengat lebah.

__ADS_1


Tas yang tadi sempat terjatuh ketika ia berlari, telah kembali di rangkulannya, begitu juga belatinya semuanya telah kembali ke keadaan semula.


Ia merasa sangat keheranan saat itu. Ia melihat ke arah tangannya, dan membuatnya tersadar, ia membawa secarik kertas yang diberikan Indus tadi, ia masih merasa heran "Bagaimana semua ini bisa terjadi" ucapnya dalam hati.


Ia lalu teringat pesan Indus tadi, bahwa orang tuanya sedang mencarinya, ia harus segera pulang.


"Hari sudah terlalu siang, aku harus segera pulang, aku tidak boleh membuat orang tuaku khawatir." Ucap Axijim pada dirinya sendiri.


Axijim memasukkan kertas itu kedalam tasnya, lalu bergegas pulang ke rumah. Suasana yang panas, membuat Axijim sedikit berkeringat menempuh perjalanan pulang.


Selama perjalanan Axijim masih memikirkan, apakah dia benar-benar Pangeran dan kertas apa ini? pertanyaan itu terus membayangi pikiran Axijim.


...----------------...


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca, mohon kritik, saran dan dukungannya supaya aku lebih semangat lagi untuk melanjutkan ceritanya🙏🙏🙏.


__ADS_2