
...----------------...
Di perjalanan menuju rumah.
"Sagitt, kira-kira digunakan untuk apa ya ? pedangku itu oleh pencuri."
"Entahlah, mungkin ia akan menjualnya untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.l
"Kenapa ia tidak bekerja saja, itu kan merupakan hal yang lebih baik dan benar."
"Sudahlah, kita do'akan saja pencuri itu agar berhenti dari perbuatan buruknya 🤲🤲🤲."
"Benar juga, semoga ia menjadi orang baik 🤲🤲🤲."
•Jika kita bertemu dengan orang yang bersifat buruk janganlah mencelanya tapi do'akanlah ia supaya berhenti dari perbuatan buruknya dan menjadi orang baik•
^^^Penulis : Tarym.^^^
"Baiklah sekarang kita kembali ke rumah saja, mungkin guru Draco mencari kita."
"Kau benar Centa, ayo."
Mereka kemudian berjalan menuju rumah.
...***...
Guru Draco pergi ke rumah Sagitt, untuk minta bantuan padanya, namun sayang rumah Sagitt tutup, ia tidak ada di rumah.
Guru Draco lalu pergi ke rumah Centa dan sama rumah Centa juga tutup, ia juga tidak ada di rumah, membuat guru Draco bertanya-tanya dihatinya.
"Kemana Sagitt dan Centa ya...? aku butuh bantuan mereka, apa sebaiknya aku kembali ke galangan ?, atau tetap menunggu disini."
Taklama kemudian dari kejauhan.
"Guru !" panggil Centa.
Draco kemudian melihat ke arah sumber suara.
"Centa. Darimana saja kau ?."
"Kami habis dari Kantor Keamanan Desa, melaporkan perkara kehilangan guru."
__ADS_1
"Siapa yang kehilangan ?."
"Centa guru, ia telah kehilangan pedangnya" jawab Sagitt.
"Bagaimana bisa ?."
"Kami tidak tau guru, saat aku bermalam di rumah Centa, paginya Centa kehilangan pedangnya, mungkin pencurinya mengambil pedang itu tengah malam, saat kami tertidur lelap" jawab Sagitt.
"Kalian tau tidak, bahwa sesungguhnya pedang kalian berdua itu memiliki motif Kerajaan Nesia, jika ada seseorang yang tau mengenai motif pedang itu, pedang itu bisa menjadi sangat berharga karena motif itu memiliki nilai yang sangat mahal."
"Benarkah itu guru ? " ucap mereka berdua penasaran.
"Benar, Kerajaan Nesia adalah kerajaan super power pada masanya dan sangat disegani kerajaan lainnya, jadi setiap benda atau sesuatu yang berhubungan dengan Kerajaan Nesia memiliki nilai yang sangat berharga, sudahlah, kita berdo'a saja semoga pedangmu bisa ditemukan kembali, kau kan sudah melaporkan hal ini di Kantor Keamanan Desa" ucap Guru Draco yang tidak menerangkan prihal motif pedang itu lebih lanjut.
"Iya guru.
Oh ya guru, ada apa ya... engkau mencariku kemari ?" tanya Centa meninggalkan pembahasan tentang pedangnya yang hilang.
"Oh... begini Centa sebenarnya aku kemari untuk minta bantuan pada kalian berdua."
"Bantuan apa guru? " tanya mereka.
"Aku masih kekurangan banyak layar untuk proyek kapal kita ini, jadi esok... tolong kalian pesan 12 buah kain layar di pasar atau di toko pembuat layar, dan pergilah dulu ke rumahku untuk mengambil beberapa koin emas."
"Tentu, ayo...!
Pasti kalian ingin melihat hasil sketsa proyek kapal kita ini."
"Sudah selesai ya guru ? " tanya Sagitt.
"Iya sudah selesai."
"Pasti sketsanya sungguh bagus" puji Centa.
"Terima kasih Centa. Jika kalian penasaran ayo kita segera ke galangan untuk melihatnya bersama."
"Ayo..." ucap mereka berdua.
Mereka semua kemudian pergi menuju galangan milik sang guru.
...----------------...
__ADS_1
"Akhirnya kita sampai" ucap guru Draco.
Mereka memasuki galangan guru Draco.
"Tunggu sebentar ya... " lanjut sang Guru, kemudian ia mengambil kertas sketsa yang ia taruh di laci mejanya lalu membawanya kehadapan mereka berdua.
"Coba lihat ini" (membuka gulungan kertas sketsa dan menunjukkannya pada Centa dan Sagitt).
"Waaaaah...! " ucap mereka berdua terkagum.
"Kapal ini mempunyai 7 layar haluan dan 6 buah layar buritan, kurasa cukup untuk melayarkan kapal ini dengan cepat " jelas Guru Draco.
"Ini sungguh luar biasa guru, aku belum pernah melihat kapal seperti ini sebelumnya" puji Sagitt.
"Benar guru, ini sungguh, sungguh luar biasa" tambah Centa.
"Jika kalian mau tau, ada kapal yang lebih luar biasa dan sangat megah melebihi kapal yang akan kita buat ini, ia adalah kapal Argo Navis milik sahabatku dulu, Jason. Kapal itu punya sekitar 450 buah layar, dengan 235 layar haluan dan 165 layar buritan, dan pembuatannya memakan waktu lebih dari tiga tahun lamanya."
"Haaaah (terpukau), apa ??? benarkah itu guru ??? ada kapal semegah itu ??? " ucap mereka berdua.
"Iya. Tentu ada, aku sendiri saksinya, semoga kita semua dapat melihat dan menyasikkan kemegahan kapal itu kembali " do'a Guru Draco.
...🤲🤲🤲...
"Guru! apakah ada yang dapat kami lakukan ?" tanya Centa.
"Benar guru!, adakah yang dapat kami lakukan? " Sagitt menegaskan.
"Tidak ada. Tidak ada yang harus kalian lakukan hari ini, Guru hanya ingin menyampaikan permohonan guru pada kalian, itu saja."
"Guru !, tanpa kau meminta kepada kami, kami akan melakukan apa saja yang kau perintahkan" ucap Sagitt.
"Guru sangat berterimakasih pada kalian, sekarang, sebaiknya kalian pulang kerumah masing-masing, besok kalian punya tugas dariku bukan?."
"Baiklah guru, kami pamit pulang dulu, salam" jawab mereka.
Mereka berdua pun kemudian pulang ke rumah masing-masing.
...----------------...
Terima kasih sudah membaca, mohon kritik, saran dan dukungannya supaya aku lebih semangat lagi untuk melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
...Terima kasih...
...🙏🙏🙏...