AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang

AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang
Penyambutan


__ADS_3

...~~~...


"Terima kasih banyak guru, kami tidak dapat berkata apa-apa lagi.


Sungguh keberuntungan besarlah bagi kami dapat berjumpa kembali denganmu, wahai guruku," ucap Perse.


"Tentu muridku, aku sangat bahagia hari ini.


Di tempat yang menjadi legenda sepanjang masa.


Di atas Samudera Atlantis yang dulunya merupakan sebuah daratan bernama Ibidee.


Kita dapat bertemu disini, ini akan menjadi sejarah besar bagi kita semua."


Perseus seperti teringat sesuatu ketika mendengar kata-kata itu, Ibidee?.


Namun ia tidak terlalu memikirkannya saat itu, karena ia sangat bahagia dapat berjumpa dengan gurunya kembali, setelah sekian lama ia mengembara keliling dunia bersama Pegasus mewujudkan cita citanya.


Sepertinya ia telah melupakan semua hal tentang kisahnya di masa lalu, dari mana ia berasal, dan tentang jati dirinya sebenarnya.


Kecuali sebuah kalung pemberian ibunya yang sangat berharga baginya, ia tidak akan pernah melupakan itu.


...~~~...


Kapal Argo Navis masih tetap berlayar atas perintah Kapten.


"Pengemudi !, (panggil Kapten pada pengemudi yang ikut masuk ke ruangan) tetap layarkan kapal ini mengikuti arah angin saja tak perlu kau kemudikan".


"Baik kapten, aku laksanakan".


Kemudian Pengemudi itu keluar dari ruangan dan berkata pada para Argonauts yang ada di luar.


"Bentangkan layar haluan, buat kapal ini tetap berlayar mengikuti arah angin saja, segera laksanakan, ini perintah kapten".


"Baik" jawab mereka.


Setelah memberitahukan hal itu Pengemudi itu kembali ke dalam ruangan.


...***...


"Mari semuanya kita habiskan hidangan-hidangan ini" ucap Kapten Jason.


...***...

__ADS_1


"Permisi, Kapten Jason !, perintahmu sudah aku laksanakan"


"Baiklah, terimakasih banyak" ucap Kapten Jason.


Pengemudi itu kembali berdiri di ruangan itu bersama beberapa orang lainnya, ia belum mendapat giliran menyantap hidangan penyambutan murid Kapten Jason itu, karena kursi makan diruangan itu hanya cukup untuk 80 orang saja, sedangkan yang ada di ruangan itu berjumlah lebih dari 150 orang.


Kemudian dengan kebijaksanaannya Kapten Jason berkata.


"Setelah aku selesai menyantap hidangan ini, siapapun di ruangan ini yang tidak ikut makan bersamaku, maka silakan ia menyantap hidangannya masing-masing setelah ini".


"Argonauts bagian konsumsi tolong siapkan hidangan yang sama untuk mereka yang tidak ikut makan bersamaku, dan kalian sendiri aku perintahkan untuk ikut menyantap hidangan yang kalian hidangkan sendiri !".


Setelah mereka yang ikut makan bersama Kapten Jason telah menghabisi semua hidangan yang disajikan, mereka kemudian keluar dari ruangan itu bersamaan dengan Kapten Jason.


Kemudian Kapten Jason berkata.


"Para Argonauts yang belum menikmati hidangan silakan masuk kedalam dan nikmati hidangan kalian masing-masing di dalam, tolong untuk tertib seperti biasa karena aku yakin kalian adalah orang-orang terpilih dan berpendidikan".


"Peneropong !" panggil Kapten Jason.


"Baik kapten, ada apa ? (menghampiri kapten) ".


"Kau sampaikan pesanku pada para Argonauts yang berada di kapal lain yang aku komandoi, bekas kapal perompak kemaren, sampaikan pada mereka untuk berpindah ke kapal Argo Navis, bilang pada mereka nantinya untuk masuk ke ruang istirahat kapal Argo Navis dan nikmatilah bagian hidangannya masing-masing !".


"Baik kapten akan aku sampaikan pesanmu".


...***...


"Iya guru".


Kemudian mereka mendatangi kursi dan duduk bersama.


"Ayo Azha, mari ikut duduk ! (ucap Jason yang melihat Azha masih berdiri)".


"Baik sahabatku" jawabnya.


"Oh ya murid muridku perkenalkan ia adalah Tuan Azha, ia adalah sahabatku".


"benar, Perkenalkan namaku Azha, aku dulunya seorang pengembala di daerah terpencil yang berada dekat sebuah sungai bernama Eridanus, kurasa kalian pasti pernah mendengar nama sungai itu" (berjabat tangan dengan Pegasus).


"Tentu Tuan Azha hanya sungai itulah yang dapat dilalui oleh kapal sebesar Argo Navis" (berjabat tangan dengan Perseus).


"Benar. Melewati sungai itulah aku bertemu dengan orang sebaik Azha, karena ialah sendiri orangnya" Jason menimpali.

__ADS_1


...(mereka saling tersenyum)...


"Oh ya muridku, Pegasus, bagaimana caranya kau dapat berubah wujud menjadi manusia normal ?".


"lumayan panjang ceritanya guru" Perse yang menjawab.


"benar guru" tambah Pegasus.


"tapi akan aku ceritakan secara singkat padamu" ucap Perse.


"begini guru, (ucap Perse mulai bercerita) selama aku mengembara keliling dunia bersama pegasus aku menemui banyak orang yang terdzolimi semuanya berhasil aku tolong dan aku juga bertemu orang-orang hebat nan berilmu,


suatu ketika aku bertemu dengan seseorang di sebuah pulau yang sangat terpencil,


ia hidup sangat sederhana di sana, hanya bergantung pada hasil laut dan perkebunannya,


ia kemudian mengajari ilmu sihir serta mantera-manteranya padaku dengan syarat aku harus bersumpah untuk tidak menyalahgunakannya,


hampir satu tahun lamanya aku hidup dan belajar disana, sudah banyak ilmu sihir yang aku kuasai,


hingga pada suatu saat ia berkata padaku "Perse akan aku ajarkan kepadamu suatu mantera khusus yang hanya segelintir orang mengetahuinya, yaitu sebuah mantera yang membuat hewan dapat berubah wujud menjadi manusia secara normal dan bisa kembali berubah menjadi wujud aslinya",


ia bacakan mantera itu dihadapanku dan ia memintaku untuk menghapalnya,


setelah aku berhasil menghapalnya dengan baik, aku kemudian meminta izin padanya untuk menggunakan mantera itu pada Pegasus,


dan secara ajaib Pegasus berubah wujud menjadi seorang laki-laki normal ia dapat bicara layaknya manusia, kata kata pertama yang ia ucapkan adalah namaku Perseus,


aku sangat kaget mendengarnya, tapi guruku saat itu bilang "kau tak perlu takut terhadapnya ia akan menghormatimu sebagai tuannya",


untuk menyakinkan diriku aku bertanya langsung pada Pegasus " apakah kau benar-benar dapat bicara seperti manusia ?",


"benar tuanku seperti apa yang kau lihat, aku adalah kuda terbangmu, Pegasus".


"Pegasus tolong jangan panggil aku Tuan, panggil saja namaku langsung Perseus".


"Baik Tuan Perseus maksudku Perseus" jawabnya" sebelum Perse menyelesaikan ceritanya.


...Tiba tiba......


...~~~...


Terima kasih sudah membaca, mohon kritik, saran dan dukungannya supaya aku lebih semangat lagi untuk melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


...Terima kasih...


...🙏🙏🙏...


__ADS_2