AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang

AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang
Corvus


__ADS_3

Corvus, sang tangan kanan Raja Hydra, ia memiliki kemampuan berubah wujud menjadi hewan yang ia inginkan. Dan juga dapat menyerupai siapa saja yang ia kehendaki, ilmu sihir itu ia dapat dari sang raja Hydra.



...----------------...


"Mata-mataku kemarilah!" Hydra memanggil salah satu mata-matanya.


"Pergilah kau ke rumah keluarga Axijim, dan awas-awasilah mereka, khusus Andromeda kau awas-awasilah ia setiap hari, dan laporkanlah kepadaku jikalau ia sedang berada di rumah sendirian!" perintah Hydra.


"Baik Rajaku" jawab Corvus.


Setelah mendapat perintah dari Hydra. Corvus langsung terbang dengan cepat dengan sihirnya menuju rumah Axijim.


Corvus mengintai setiap hari, dengan tanpa disadari oleh siapapun.


Berhari-hari ia mengawasi keluarga Axijim, khususnya sang adek yaitu Andromeda.


Mereka tidak ada yang menyadari keberadaan Corvus. Kerena memang dia menjelma menjadi burung gagak saat itu.


Dimanapun Andromeda berada pasti disana Corvus juga mengawasinya.


"Aku harus mendapatkan waktu yang tepat sesuai perintah Raja"


Suatu ketika, saat Axijim belum kembali dari rumah Kakek Fornax dan Sang Ayah sedang berburu di hutan.


Sedangkan ibunya di kebun sedang mencari kayu bakar setelah memintal kapas di depan rumah.


Andromeda sedang sendirian saat itu.

__ADS_1


"Ini Kesempatan bagus, Aku harus segera memberitahukan hal ini pada raja," gumam Corvus.


Corvus langsung menghadap dan melaporkan hal itu pada rajanya. Dia terbang dengan cepat dengan sihirnya menuju Kerajaan.


Sesampai di istana, pengawal gerbang istana langsung membukakan gerbang dan mempersalahkan Corvus masuk menemui Hydra. Corvus menghadap dan berbicara pada sang raja.


"Raja laporan! adek perempuan Axijim sedang berada di rumah sendirian, ia sedang bermain disana."


Raja yang mendengar berita itu sangat senang. Dan dengan segera, sang Raja menggunakan ilmu magis miliknya, ia datang ke rumah Andromeda tanpa diketahui. Ia pergi ditemani oleh Corvus.


Dan langsung melancarkan aksinya. Dengan sedikit perlawanan Andromeda pun berhasil ia culik.


Andromeda memberontak, ia berteriak, "Tolong! ibu! ayah! kakak!" namun entah mengapa teriakannya tidak dapat didengar oleh siapapun.


Karena pengaruh ilmu magis yang dimiliki oleh Hydra. Andromeda tidak dapat bebuat apa-apa.


"Percuma kau berteriak sekencang-kencangnya, tidak ada yang akan mendengarkan teriakanmu," ha ha ha Hydra tertawa.


Setelah Andromeda berhasil diculik, Corvus kemudian menjelma menjadi wujud Andromeda atas perintah Hydra.


"Corvus dengan ilmumu, berubahlah engkau menjadi wujud Andromeda!" perintah Hydra.


"Baik Raja."


Seketika itu pula Corvus berubah menjadi wujud Andromeda, keluarganya tidak menyadari bahwa Andromeda yang sekarang hanyalah seorang jelmaan.


Sedangkan Andromeda yang asli dibawa oleh Raja Hydra ke istana, dan diasingkan disebuah pulau.


Corvus yang mempunyai ilmu khusus bertingkah layaknya Andromeda dalam kegiatan sehari-hari.

__ADS_1


...----------------...


Dengan masih membawa sebuah pertanyaan di kepalanya, tentang maksud dari arti kata kata tersebut, Axijim bergegas pulang ke rumah. Sesampai dirumah Axijim tidak menemukan ibunya sedang memintal kapas lagi di depan rumah. Ia masuk ke dalam rumah dan bertanya pada Meda. Meda yang sekarang adalah Corvus.


"Salam, Meda kemanakah ibu? bukankah dia tadi memintal kapas di depan rumah?" tanya Axijim.


"Salam kembali kak, ibu sedang pergi mencari kayu bakar di kebun" Jawab Meda yang sebenarnya sekarang adalah Corvus.


"Baiklah terimakasih dek," ucap Axijim.


Setelah bertanya, Axijim kemudian langsung menuju kamarnya. Dan masih berfikir maksud yang ada di kertas yang dibawanya itu.


...----------------...


Corvus yang mengetahui bahwa ada yang aneh dengan kertas yang dibawa oleh Axijim, ia mulai mengintai Axijim.


"Kertas apa yang di bawa olehnya, sepertinya ada yang aneh, aku harus memata-matainya" ucap Corvus dalam hati.


Dengan menjelma sebagai adeknya, membuat Corvus lebih mudah memata-matai gerak-gerik Axijim dengan kertas itu.


Ia berusaha memata matai apa yang Axijim lakukan dengan kertas itu.


...----------------...


Hari sudah beranjak sore.


Ibu Axijim yang tadinya mencari kayu bakar di kebun, akhirnya pulang. Begitu pula sang ayah yang tadinya sedang berburu di hutan, ia juga pulang ke rumah.


Tanpa kecurigaan apapun, seperti biasa ibu memasak hasil buruan yang ayah bawa. Dan mereka makan malam bersama.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2