AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang

AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang
Andromeda


__ADS_3

...


"Tolong! ibu! ayah! kakak!" Andromeda berteriak sekeras-kerasnya, namun entah mengapa teriakannya tidak dapat didengar oleh siapapun.


Mungkin karena pengaruh ilmu magis yang dimiliki oleh Hydra. Ia tidak dapat bebuat apa-apa.


"Percuma kau berteriak sekencang-kencangnya, tidak ada yang akan mendengarkan teriakanmu," ha ha ha Hydra tertawa.


"Tolong! tolong! tolong!" Andromeda tetap saja berteriak sekencang-kencangnya berharap akan ada yang mendengarnya.


Dia menangis, berharap ada yang mendengar teriakannya.


"Aku mau diapakan oleh orang ini, siapapun dengarlah!" jerit Meda dalam hati.


...


Dengan ilmu magis yang dimiliki Hydra, mereka langsung berada di Istana. Hydra kemudian mengasingkannya di sebuah pulau karang tak berpenghuni yang mengerikan lalu Meda dirantai disana.


"Kenapa kau melakukan hal ini padaku?" ucap Meda.

__ADS_1


Hydra tak menggubris ucapan Meda, setelah merantainya di pulau itu, Hydra pun lenyap dari pandangan Meda.


Siapakah dia sesungguhnya? kenapa dia menculikku dan merantaiku di tempat ini, apa salahku? tolonglah siapapun selamatkan aku. Rintihan Meda.


Ia hanya bisa pasrah dan berdoa agar ada seseorang yang dapat menyelamatkannya, berhari hari ia kesepian, tidak ditemani oleh siapapun.


Hydra ternyata masih memiliki sisi baiknya, ia mengutus salah satu prajuritnya untuk memberikan makan kepada Andromeda setiap harinya, kaki Andromeda yang dibelenggu oleh sebuah rantai, menjadikan ia tidak dapat kemana-mana, sungguh menderita hidupnya saat itu.


"ambil makanan itu, makanlah!" ucap prajurit Hydra.


Meda menerima makanan itu, karena memang dia harus tetap bertahan hidup sampai ada orang yang akan menyelamatkannya nanti.


Saat itu Andromeda sudah beranjak dewasa usianya sekitar 14 tahunan, ia terbelenggu di pulau itu dan belum ada yang menolongnya, ayahnya, ibunya dan kakaknya tidak menyadari hal itu, ia sesungguhnya telah diculik, dan sekarang menjadi umpan untuk seorang monster.


...


Suatu ketika, Hydra datang sendiri mengantarkan makanan kepada Meda.


__ADS_1


"Sungguh manis dirimu" ucap Hydra sambil mengelus pipi Meda dengan nafsunya.


Meda yang tidak suka diperlakukan seperti itu, memberontak.


"Mau apa kau? apa yang akan kau lakukan!"


"Jangan takut, aku tidak akan berbuat apa-apa padamu," ucap Hydra mengerikan.


Hydra menaruh makanan di dekat Meda dan langsung meninggalkannya.


Andromeda bersyukur sebab dia tidak jadi diapa-apakan oleh Hydra. Dia kemudian memakan makanan itu. Mengingat tubuhnya yang semakin lemah, dia harus tetap bertahan hidup dan terus berharap sampai nantinya ada seseorang yang akan menyelamatkannya.


Ia sempat memikirkan kenapa keluarganya tidak ada yang menyadari keberadaannya bahwa dia telah diculik, pasti ini semua adalah tipu daya Hydra.


Sekitar satu bulan lamanya di pulau itu, sang monster belum juga muncul, Andromeda masih menanti dan terus menanti, berharap akan ada seseorang yang akan menyelamatkannya.


Tubuhnya semakin lemah, dia hanya bisa makan dan tertidur di pulau karang tak berpenghuni itu, keadaan Meda sangat memprihatinkan saat itu. Itulah yang dapat dia lakukan, dia tidak bisa kemana-mana bahkan untuk berteduh dari hujan dan badai dia tidak bisa, mengingat kakinya di rantai disana.


Dengan keadaan yang demikian memperihatinkannya, mungkin Sang Maha Kuasa memiliki kehendak lain, dengan membiarkan Meda tetap hidup, mungkin akan ada yang datang menyelamatkannya, sebagaima apa yang dia do'akan sepanjang saat.

__ADS_1


"Ya Tuhan, utuslah seseorang untuk menyelamatkanku" do'a Meda dalam hati.


__ADS_2