AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang

AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang
Labirin


__ADS_3

...~~~...


... Sebelum Perse menyelesaikan ceritanya.


...Tiba tiba......


"Kapten ! di sekitar kapal kita berkabut, aku hanya dapat melihat kapal komodir kita saja, mereka para Argonauts juga belum berpindah ke kapal Argo Navis untuk menyantap jatah hidangan mereka" teriak peneropong itu memecahkan suasana.


Kaptennya yang sedang asyik menyimak cerita muridnya, menjadi kaget dan bertanya-tanya.


"Ada apa ?, kabut ? hentikan kapal segera, dan berikan komando pada kapal komodir kita untuk merapat mendekati kapal Argo Navis, lalu kaitlah kapal mereka, aku tidak ingin kehilangan mereka, aku takut terjadi apa-apa pada mereka.


"Baik Kapten, segera laksanakan".


Peneropong itu kemudian berteriak seperti yang di perintahkan Kapten.


"lakukan segera, ini perintah kapten" ucapnya.


Mereka kemudian melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Kapten Jason. Kapal bekas perompak itu pun, berhasil dikaitkan dengan kapal Argon Navis, dan para awak kapal yang ada di sana, semuanya pindah ke kapal Argo Navis.


Semua yang ada di atas kapal Argo Navis merasa heran, khawatir, dan bertanya-tanya.


"Kenapa tiba-tiba berkabut ???. Ada apa ini ???".


"Pertanda apa ini, lautan tiba-tiba berkabut, berada dimanakah kapal ini sekarang ?" gumam Kapten Jason.


"Guru !. Menurut ilmu yang aku dapat selama mengembara, jika lautan tiba-tiba berkabut itu tandanya kita sedang berada di suatu labirin raksasa di tengah laut, aku tidak tau tepatnya kita berada di mana, yang aku tau adalah kabut-kabut itu merupakan bagian dari labirin raksasa ini, ini pertanda buruk" jelas Perse.


"Apa ??? Labirin raksasa ???".


Azha yang mendengar kata-kata Perseus ikut menjadi heran dan khawatir, ia kemudian memikirkan Delphinus lumba-lumbanya, dimana ia ?.


Tiba tiba...


...Khwit Khwit Khwit....


Delphinus berbunyi luar biasa nyaringnya.

__ADS_1


"(Mendengar suara Delphinus) Kita dalam bahaya !, kita dalam bahaya !(ketakutan)" teriak Azha yang sangat tau perilaku Delphinus.


"Semuanya !, mohon tenang, jangan khawatir, aku akan menyelidik hal ini bersama Pegasus, tenanglah !" menenangkan semua yang ada di atas kapal.


"Guru! kau juga harus tenang, kau punya ilmu yang tinggi, aku tau itu, kau harus bijak melakukan sesuatu jika terjadi apa-apa pada kita nantinya" ucap Perse.


"Kau benar muridku".


"Semuanya ! aku harap kalian tenang, banyaklah berdo'a agar tidak terjadi apa-apa pada kita semua" ucap Kapten Jason.


Jason berkata pada sahabatnya, Azha.


"Azha kumohon tenanglah!, aku yakin tidak akan terjadi apa-apa pada kita".


"Benarkah? " tanya Azha yang masih khawatir.


"Percayalah padaku" ucap Jason menyakinkan.


"Baiklah guru, akan aku selidiki hal ini bersama Pegasus".


"Ayo Pegasus !".


......Cliiiiing......


Mereka terbang menyelidiki hal ini.


"Perse ! coba kau baca salah satu mantera sihir yang telah kau pelajari, agar kabut di langit ini hilang" ucap Pegasus.


"Kau benar".


Perse kemudian membaca sebuah mantera sihir, tak lama kemudian kabut di langit pun hilang.


"Perse coba kau lihat kebawah !".


" (Perse melihat ke bawah) Apa itu ?. Apakah itu sebuah tembok ?".


Berkat cahaya matahari tembok labirin itu memantulkan cahaya dan terlihat oleh mereka.

__ADS_1


"Pegasus, itu adalah susunan tembok-tembok raksasa, coba lihat !, ia membentuk pola seperti labirin".


"Benar Perse, itu adalah sebuah labirin, labirin raksasa di tengah lautan, tapi aku tidak dapat melihat bentuk labirin itu secara utuh, di lautan kabutnya sangat pekat".


"benar Pegasus, aku juga tidak dapat melihatnya dengan jelas".


"baiklah Pegasus ayo kita turun, kita beritahukan hal ini pada guru Jason".


"Baiklah".


Kemudian mereka turun, dan kembali ke kapal Argo Navis.


Perseus turun dari punggung Pegasus.


Dan...


......Cliiiiing......


Pegasus kembali berubah wujud menjadi manusia normal.


Jason menghampiri Perseus dan Pegasus.


"Bagaimana, informasi apa yang kalian dapatkan? "


"Begini guru, memang benar kita sekarang berada di labirin raksasa di tengah lautan, di balik kabut-kabut ini ada susunan tembok-tembok yang sangat besar, pembatas ruangan labirin ini, tapi sayang aku tidak dapat melihat seluruh bentuk labirin ini dari langit, di lautan kabutnya pekat sekali, dan aku juga tidak punya mantera untuk menghilangkan kabut-kabut ini semuanya".


"Tapi kau masih bisa kan menghilangkan kabut ini sebagian kecil ?" tanya Jason.


"Iya guru, tapi efek dari manteraku itu, tidak bisa bertahan lama".


"baiklah akan kita manfaatkan mantera ilmu sihirmu itu" ucap Kapten Jason.


...~~~...


Terima kasih sudah membaca, mohon kritik, saran dan dukungannya supaya aku lebih semangat lagi untuk melanjutkan ceritanya.


...Terima kasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2