AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang

AXIJIM : Sang Pangeran Yang Hilang
Hujan


__ADS_3

...----------------...


Sejak jam 3 malam hujan turun begitu derasnya membuat semua orang tidur dengan lelapnya.


Tiba-tiba.


Cetuaaar, suara petir menyambar sesuatu di pagi hari, membuat Centa terbangun dari tidurnya.


"Suara apa itu?" (Terkaget).


Cetuaaar, cetuaaar, bunyi petir kembali terdengar meski tidak terlalu kencang.


"Ternyata bunyi petir, membuatku kaget saja.


Oh iya (teringat sesuatu) aku kan punya tugas hari ini.


Mencari 12 kain layar pesanan guru Draco. Aduh tapi bagaimana ya? di luar keadaannya sedang hujan deras.


Ah sudahlah semoga saja nanti reda, sebaiknya aku cuci muka dahulu."


Centa kemudian pergi ke kamar mandi dan mencuci muka. Selepas itu, Centa terpikir tentang motif Kerajaan Nesia yang ada di pedangnya.


Kenapa motif Kerajaan Nesia yang ada dipedangku bernilai sangat mahal ya? aku jadi penasaran.


Aku pernah di perlihatkan sebuah Bulu Emas oleh guru Draco, bulu itu diletakkan di sebuah wadah yang sangat indah, katanya bulu itu adalah benda berharga yang dimiliki oleh Kerajaan Nesia.


Kita harus menjaganya ucap guru Draco saat itu, ini sebenarnya adalah sebuah pedang, pedang yang akan digunakan untuk memberantas kedzoliman dan menegakkan keadilan ucapnya.


Setelah guru memperlihatkannya padaku, ia kemudian menyimpannya, aku tidak tau ia menyimpannya dimana.


Apa motif itu ada di setiap benda milik Kerajaan Nesia ? dan apa yang membuatnya menjadi berharga?.

__ADS_1


Ah sudahlah, daripada aku memikirkan tentang motif itu, sebaiknya aku berdo'a saja semoga pedangku itu dapat ditemukan kembali 🤲🤲🤲, dan aku dapat berlatih dengannya lagi.


Prihal motif itu akan aku tanyakan nanti saja pada Guru Draco, karena sebenarnya aku masih penasaran tentang hal itu."


Cetuaaar, bunyi petir sesekali terdengar.


Di luar rumah masih hujan sangat deras.


"Hmm, sembari menunggu hujannya reda, lebih baik aku menikmati secangkir kopi."


Centa pun membuat kopi untuk menemaninya menunggu redanya hujan.


Huuuh (Merasa sedikit menggigil)


Suhunya hari ini lumayan dingin, semoga dengan secangkir kopi ini dapat menghangatkan tubuhku" sembari mengaduk secangkir kopi.


Hmmmm (hirup Centa), "aromanya."


Untuk melengkapi, sebaikanya Aku ambil sepotong roti dahulu di guci makanan."


(Berjalan menuju guci).


"Naaah, dengan ini kan menjadi lengkap" (mengambil sepotong roti).


Huuuh (merasa menggigil lagi)


Sudah hujannya tambah deras dan suhunya tambah dingin.


Secangkir kopi kurasa tidak cukup, sebaiknya aku mengambil jaket dahulu di kamarku untuk menghangatkan tubuhku."


Centa kemudian berjalan menuju kamar dan mengambil 2 buah jaket. Ia sengaja memakai jaket berlapis, karena memang suhunya saat itu sangat dingin.

__ADS_1


Mungkin kalo diukur dengan termometer zaman sekarang suhu saat itu mencapai 2 derajat celcius atau hampir mencapai titik beku.


Cetuaaar bunyi petir kembali terdengar.


Centa berdiri di dekat jendela melihat ke luar ke arah tanah, "ternyata hujan di luar sana membawa beberapa butir salju, pantasan suhunya bisa sangat dingin, seperti ini."


Canta kembali ke dapur ingin mengambil kopi dan rotinya. (Memegang cangkir kopinya), "Waah, cepat sekali kopi ini dingin, padahal baru sebentar aku tinggal mengambil jaket."


Sruup Centa meminum kopinya.


Emmm "Untung kopinya masih hangat, nikmatnya."


Ia kemudian membawa secangkir kopi dan rotinya itu ke ruang tamu dan duduk disana.


Cetuaaar, suara petir masih sering terdengar.


"Bagaimana ini ya? hujan di luar masih sangat lebat, petir juga masih sesekali berbunyi, pasti guru Draco menantiku, mana lagi aku tidak dapat ke rumahnya, (merasa sedih).


Jika aku memaksakan diri, pasti aku akan kehujanan dan tidak baik juga untuk kesehatanku.


Jarak ke rumah Guru Draco juga sangat jauh, nanti setelah sampai disitu bukannya guru Draco senang, malahan ia akan memarahiku, ia kan tidak suka jika muridnya menjadi sakit karenanya, aku sangat tau sifat Guru Draco.


Ah guru Draco, kau memang orang yang sangat baik, semoga keberuntungan dan keselamatan selalu menyertaimu."


...----------------...


Terima kasih sudah membaca, mohon kritik, saran dan dukungannya supaya aku lebih semangat lagi untuk melanjutkan ceritanya.


...Terima kasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2