Ayah Ceo Memanjakan Istri Kecil Dan Putranya

Ayah Ceo Memanjakan Istri Kecil Dan Putranya
Ini Bukan Cinta


__ADS_3


...-----•°•°•°•-----...


Setahun yang lalu, di Apartemen Marianne de Ivy.


Ariel masih ingat hari pertama Fu Jichen membawanya pulang ke rumahnya. Hari itu sedang musim panas, dia hanya memakai dress lengan pendek yang panjangnya hanya selutut, dengan topi bulat yang menutupi rambut coklatnya, dan sepasang high heels dengan tumit rendah.


Saat itu dia tidak punya kerabat, uang, tempat tinggal, maupun keahlian yang signifikan yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan di Kota besar seperti Haicheng. Dengan segala macam kekurangan tersebut, Ariel terpaksa harus hidup dan bergantung pada Suaminya yang kaya.


Sejujurnya Ariel merasa sangat malu. Untuk beberapa alasan dia merasa seperti pengemis kecil yang malu dan menyedihkan dihadapan seorang Pengusaha kaya raya seperti Fu Jichen.


Meskipun pada kenyataannya dia memiliki rumah, namun jauh dilubuk hatinya Ariel sangat menolak keberadaan rumah tersebut. Seumur hidupnya Ariel tidak akan pernah mau menginjakkan kakinya lagi ke rumah tersebut.


Tetapi, ketika waktunya tiba, dan jika dia memang harus kembali, maka Ariel tidak akan ragu-ragu untuk kembali.


Tinggal bersama dengan Fu Jicheng di Mansion besar, menjadi istrinya, dan menjadi satu-satunya wanita yang berada di sisiNya tidak membuat Ariel melupakan jati dirinya.


Jauh dilubuk hatinya yang paling dalam Ariel selalu ingat, dia ingat dengan baik bahwa dia adalah Putri seorang Model Fashion ternama!, Brianna Scarlett!.


Memiliki ibu yang cantik, berbakat, cerdas, dan menawan adalah kebanggan bagi Ariel. Dia bangga karena ibunya adalah Bintang yang bersinar terang di langit, yang dicintai dan dikagumi semua orang.


Ariel selalu bercita-cita untuk menjadi seperti ibunya. Dia juga ingin menjadi Primadona dan Femme Fatale seperti ibunya!.


Dia mungkin tidak punya keahlian, tapi dia memiliki segudang bakat dibidang seni, dia pintar memainkan alat musik, dia bisa menyanyi dengan baik, dan yang terhebat adalah dia sangat ahli menari!.


Hanya sayang sekali dia tidak bisa menggunakan semua bakatnya itu untuk mendapatkan uang. Dan bahkan karena kelalaian dan kebodohannya sendiri dia jatuh dalam situasi menyedihkan, hampir di jual ke Klub yang berspesialisasi menjual jasa ****.


Untungnya dia bisa selamat dari takdir mengerikan tersebut. Dan semuanya berkat hubungan satu malam bersama Fu Jicheng.


Ariel tidak tau harus bersyukur atau menangis, karena setelah dia berhasil keluar dari gua ular, dia masuk lagi ke gua serigala.


Hari pertama mereka tinggal bersama juga merupakan malam pengantin mereka. Normalnya sebagai pasangan yang baru menikah meraka harus tidur bersama diranjang yang sama, sambil melakukan kegiatan yang menyenangkan?.


Tapi dia dan Fu Jichen bukanlah pasangan normal, mereka abnormal.


"Lantai empat adalah area pribadiku. Kamu tidak bisa naik kesana". Pria itu memiliki mata yang dingin, alis yang acuh tak acuh dan rahang yang ketat. Perawakannyan yang tinggi dan sikapnya yang acuh tak acuh sebenarnya sangat mengintimidasi Ariel. Tidak mau berlama-lama dengan Pria berwajah Es ini, Ariel langsung mengiyakan semua ucapannya, meskipun hatinya banjir dengan kata-kata makian dan keluhan.


Selama setengah jam lebih Fu Jichen berbicara mengenai semua hal tabu yang tidak boleh dilanggar dirumahnya. Setelah selesai, pria itu hanya mengucapkan "Selamat malam", lalu tanpa tambahan kata apapun, dia langsung naik ke lantai atas.


Hubungan cinta satu malam tidak akan meninggalkan banyak bekas dihati Ariel, jadi menanggapi ucapan dingin dan terasing dari Fu Jichen, Ariel tidak tersinggung sedikitpun.


Justru sebaliknya, Ariel merasa lega. Dia merasa, cepat atau lambat pernikahan absurd ini akan berakhir, bahkan sebelum mencapai satu tahun penuh, mereka juga akan segera berpisah.


Ariel selalu berpikir seperti itu, tapi...


Segala hal yang terjadi tidak sejalan dengan apa yang dia pikirkan.


Pernikahan baru berjalan tiga bulan, semuanya masih terasa baru, tapi Ariel merasa banyak hal yang telah berubah, misalnya...

__ADS_1


"Ada Gym di lantai Empat, datanglah kesana jika kamu ingin berolahraga".


"Hm?, tapi bukanlah area di lantai empat adalah ruang pribadimu?".


---Fu Jichen tiba-tiba mengizinkannya menaiki lantai pribadinya.


"Kamu bisa meminta Koki untuk membuat makanan ala Eropa mulai sekarang".


"... bukannya kamu menyukai makanan Cina?".


"Bosan".


"... Oke".


---Fu Jichen tiba-tiba mengubah selera makannya yang dulu menyukai nasi dan makanan khas Sichuan, menjadi pencinta roti sepertinya!.


"Ayo menonton Film tema Apocalypse kesukaanmu".


"Tidakkah dulu kamu berpikir film bertema kehancuran dan kekerasan itu berdampak pada kesehatan mental?".


"Kesehatan mental bisa diobati, asalkan ada Dokter yang cakap dan uang yang cukup".


---Fu Jichen yang dulu selalu melarangnya menonton Film Horror yang sadis dan kejam, dan selalu mengganti chanel TV dengan Drama Sastra ketika dia baru menonton setengah cerita, sekarang... dia secara aktif tertarik dengan Film Horror yang penuh dengan adegan darah dan kekerasan, dan cukup menikmatinya seperti dirinya.


"Tidurlah di kamar ku, agar kita bisa melakukan kewajiban pernikahan kita".


"Apakah kamu mau?". Tanyanya dengan serius.


"Bodoh!, tentu saja!, aku mau, ayo segera lakukan!, tiga ronde!". Setelah berkata seperti itu, Ariel berinisiatif untuk menarik pria dingin itu ke dalam kamar, jangan sampai dia tiba-tiba berubah pikiran, dan tak lupa dia juga mengunci pintu dengan bunyi "Klik" yang nyaring.


Dari tengah malam hingga subuh, mereka berdua melakukannya berkali-kali. Entah karena alasan fisiologis atau hanya pelampiasan hasrat, yang jelas mereka berdua melakukannya seperti dua orang gila yang mati-matian mengejar kesenangan.


Paginya Ariel bahkan tidak memiliki kekuatan untuk bergerak, karena pinggang dan tubuh bagian bawahnya terasa sangat sakit. Namun, meskipun begitu Ariel merasa cukup puas, dia puas dengan kinerja Fu Jichen yang luar biasa.


Tapi kepuasan Ariel tidak bertahan lama, karena... kewajiban pernikahan tersebut dilakukan oleh Fu Jichen disetiap hari, setiap malam, dan disetiap waktu!!!.


Ariel benar-benar tidak tahan, dia hampir pingsan beberapa kali dibawah dorongan Fu Jichen. Dia terus mengeluh, menangis dan menjerit, dia bahkan mencoba untuk kabur, tapi... berkali-kali Fu Jichen berhasil menaklukkannya, dan terus memainkannya dengan keras tanpa ampun sedikitpun.


Didalam pikiran alam bawah sadarnya yang masih terguncang karena infansi Fu Jichen, Ariel sempat berpikir, cepat atau lambat dia akan dibunuh diatas ranjang oleh Fu Jichen.


Perubahan ini adalah perubahan pada Fu Jichen yang tidak bisa diterima dan tidak diharapkan oleh Ariel.


---Fu Jichen yang dingin dan acuh tak acuh seperti bunga Gaoling, yang menjalani hidup bagaikan petapa, kini berubah menjadi pria yang sangat terobsesi dengan hubungan daging yang intens dan agresif.


Di ranjang, di soffa, di meja makan, di jendela, dia bisa melakukannya dimana pun dengan berbagai macam pose aneh yang tak tertahankan.


Sungguh, ketika dia masih memakai baju dia terlihat sangat pantang dan pendiam, namun ketika pakaiannya semua dilucuti, seketika dia langsung berubah menjadi serigala liar yang sedang kepanasan!.


Sejak tiga bulan perubahan sikap Fu Jichen yang mencengangkan, kehidupan Ariel yang berjalan setelahnya penuh dengan warna dan gairah yang panas.

__ADS_1


Hingga pernikahan mereka hampir mencapai waktu setahun, gairah cinta dan hubungan intens mereka masih belum padam sedikitpun.


Justru semakin lama semakin berkobar, seperti api, yang membakar tubuhnya hingga ke darah dan tulangnya.


Setahun yang lalu, diatas Balkon, dengan latar belakang pamandangan musim gugur, pria itu pernah memeluknya dengan kehangatan dan cinta.


Dengan suara magnetis dia berbisik disamping telinganya.


"Setelah aku kembali dari perjalanan bisnis, ayo memulai semuanya dari awal".


"Apa maksudmu?".


"Aku berjanji, setelah kembali nanti aku akan memberikanmu pernikahan yang sesungguhnya. Setelah itu kita akan benar-benar menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai, tanpa ada aturan dan larangan yang membatasi kita".


"Oke". Ariel mengangguk, dengan cepat dia setuju.


Untuk janji yang diucapkan Fu Jichen, Ariel mempercayainya namun tidak mengambil hati ucapannya.


Saat itu Ariel berpikir, biarkan saja waktu yang berbicara, dan biarkan saja takdir yang menentukan apakah kita bisa menjadi pasangan yang sesungguhnya atau tidak.


Tiga hari setelah Fu Jichen pergi untuk melakukan perjalan bisnis, berita tentang dirinya mengalami kecelakaan mobil sampai ditelinga Ariel.


Dua hari kemudian ketika Ariel ingin menjenguk Fu Jichen ke Rumah Sakit, Ibu mertuanya datang menemuinya dan menyerahkan cek dan surat Perceraian.


Ibu Mertuanya ingin dia menceraikan Fu Jichen.


"Saya ingin Miss Ariel bercerai dengan Putra saya".


Ketika mendengar perkataan Ibu mertuanya, Ariel tiba-tiba teringat janji yang diucapkan Fu Jichen dan hubungan mereka yang penuh gairah selama setahun ini.


Ariel mengingat saat Fu Jichen dengan soleh mencium dahinya, merengkuh tubuhnya didalam dekapannya yang hangat, dan memperlakukannya dengan lembut seperti harta.


Untuk beberapa alasan mata Ariel terasa panas, dia ingin sekali mengatakan "tidak", tapi ucapannya berhenti ketika sampai di ujung lidah.


Ariel terdiam, dia ragu-ragu.


Di ingin menolak permintaan Ibu mertuanya, namun Ariel tau jika dia tidak berada dalam posisi untuk menyangkal apalagi menolaknya.


Jadi dengan terpaksa dan berat hati dia berkata.


"Saya mengerti, Nyonya Fu".


Didalam hatinya Ariel meminta maaf pada Fu Jichen.


---Maafkan aku Jichen, bukannya aku tidak mau menunggumu untuk melaksanakan janjimu, hanya saja... seserius apapun hubungan kita, tapi tetap saja pernikahan kita hanyalah kecelakaan....


Ini bukan cinta Fu Jichen, ini hanyalah hasrat dan gairah belakang yang timbul karena adanya persimpangan antara dua kehidupan yang berbeda.


...-----•°•°•°•-----...

__ADS_1


__ADS_2