Ayah Ceo Memanjakan Istri Kecil Dan Putranya

Ayah Ceo Memanjakan Istri Kecil Dan Putranya
Kembalinya Nona Ariel


__ADS_3


...----------+++++----------...


Sebuah Mobil Roll Royce Wraith hitam melintasi jalan dengan latar bekalang perumahan mewah dan langit malam yang redup.


Mobil itu terus melaju dan akhirnya berhenti tepat di rumah kediaman Feng.


Pintu mobil terbuka, dan seorang gadis berambut hitam panjang lurus dengan balutan gaun putih dengan atasan mantel merah muda, melompat keluar dengan lincah dari dalam mobil.


Gadis itu adalah Feng Nian yang baru saja kembali setelah menghabiskan sehari penuh merayakan Ulang tahunnya yang ke-17 tahun.


Bagi Feng Nian, hari ini adalah hari yang penuh makna dan kebahagiaan untuknya. Karena hari ini dia mendapatkan perhatian penuh dari kedua orang tuanya, mendapatkan banyak hadiah-hadiah cantik, dan bisa makan makanan mewah yang belum pernah dia cicipi sebelumnya.


Dari dini hari hingga malam, diwajah imutnya yang rata-rata, senyuman tidak pernah luntur sama sekali.


Pintu depan mobil terbuka, dari sana seorang pria paruh bayah yang mengenakan stylan jaz rapih keluar sambil menuntun tangan wanita dengan Cheongsam biru.


Jika dilihat dari dekat, sepasang pria dan wanita itu terlihat sangat cocok. Meskipun umur mereka sudah memasuki 40 tahun, namun aura ketenangan dan martabat di wajah pria itu, dan kelembutan di alis wanita itu, terlihat sangat serasi dan pas.


Pasangan paruh baya itu berjalan kearah Feng Nian.


Senyum mesra dan kepuasan terukir jelas diwajah pasangan paru baya itu.


Pasangan Paruh baya itu adalah Ayah Ariel, Feng Shang dan Ibu tiri Lu Yao.


Feng Shang dan Lu Yao merasa sangat senang. Karena hari ini Putri mereka yang imut telah beranjak tumbuh menjadi dewasa.


Orang tua manapun pasti akan merasa senang dengan datangnya hari Ulang tahun anaknya. Tidak terkecuali dengan mereka, baik Feng Shang maupun Lu Yao sangat menghargai hari yang istimewa ini.


Melihat kebahagiaan diwajah ibu dan ayah angkatnya, Feng Nian tersenyum puas. Dia sangat bangga karena sekarang keluarga mereka yang beranggotakan tiga orang tidak akan pernah berkurang, bertambah, ataupun terpisahkan.


Ayahnya tirinya sangat mencintai ibunya dan sepenuhnya telah melupakan mantan Istrinya. Feng Shang juga sangat menyanyanginya melebihi dari Putri kandungnya sendiri.


"Mulai sekarang tidak aka ada lagi yang menyebutku anak haram, sekarang mereka akan memanggilku 'Nona muda Feng!'".


Memikirkan status barunya sebagai Putri kesayangan keluarga Feng, Feng Nian tidak bisa tidak tersenyum penuh kepuasan. Feng Nian sangat yakin jika dialah yang menjadi pemenang sekarang karena....


Karena si Putri sah, Ariel, tidak dicintai lagi dan dia telah jatuh kelumpur yang kotor dan tidak akan pernah keluar dari rawa-rawa kegelapan itu!.


Kepala Feng Nian penuh dengan pikiran picik dan hatinya penuh dengan siasat jahat, namun dipermukaan wajah Feng Nian menampilkan senyum imut kearah orang tuanya.


"Ayah, Bu, kita harus masuk. Di luar sangat dingin", kata Feng Nian dengan nada manja sambil pura-pura bergidik dan memeluk kedua bahunya.


Lu Yao tersenyum menanggapi Putrinya yang bertingkah manja, "Ayo, memang sangat dingin di luar".


Feng Shan mengangguk, dia berbalik menginstruksikan sopir untuk memindahkan semua tas belanja ke dalam rumah. Setelah itu dia segera mendekari Istri dan Putrinya, mereka pun berjalan bersama memasuki rumah dengan senyum kebahagiaan diwajah masing-masing.


Feng Nian dengan tawa centil menggandeng tangan ayah dan ibunya.


"Ayah, Bu, terimakasih. Hari ini adalah hari terindah yang pernahku alami".


Feng Shang menepuk sayang kepala Putri tirinya dan tertawa bangga, "Selama Nian-er senang, apapun akan ayah lakukan".


"Ya nak, selama kamu bahagia". Lu Yao juga tidak kalah senang, dan tersenyum lebih cerah.


Keluarga beranggotakan tiga orang itu tertawa riang, mereka masih tidak menyadari ada perubahan atmosfer disekeliling mereka. Ketiganya masih terus bercengkrama dan membahas semua hal menyenangkan yang mereka lakukan hari ini.

__ADS_1


Barulah ketika ketiganya memasuki rumah, mereka akhirnya mulai menyadari ada sesuatu yang tidak beres.


Segera setelah mereka memasuki rumah, tawa ceria diwajah Feng Nian, senyum lembut Lu Yao, dan ketenangan Feng Shang, retak dan hancur berkeping-keping.


Secara bersamaan, senyum di wajah ketiga orang itu langsung jatuh.


Ketiga orang tersebut terdiam di tempat dengan wajah penuh keterkejutan dan syok dengan pemandangan yang mereka lihat diruang tamu.


Karena yang mereka lihat adalah....


....Nona muda Feng, Ariel, yang telah menghilang selama setahun, tiba-tiba muncul dan sedang menginstruksikan pelayan untuk memindahkan banyak barang-barang dari kamar Lu Yao.


"Angkat pelan-pelan, hati-hati semua kotak itu berisi set perhiasan".


"Baik Nona!".


"Itu berisi baju dan gaun, letakkan di kotak ini lalu kemas".


"Siap!".


"Tumpuk saja semua kotak disini, setelah selesai angkat semua kedalam truk pembawa barang".


Ariel sibuk menginstruksikan pelayan, dia tidak menyadari keberadaan tiga orang tambahan yang baru saja memasuki rumah. Tapi bahkan jika Ariel tau dia juga tidak akan repot-repot peduli.


Ya, meskipun memang akan sangat menyenangkan melihat tampilan syok dan ketidakberdayaan diwajah ketiga orang itu.


Yang pertama kali sadar adalah Ayah Ariel, Feng Shang. Dengan wajah penuh ketidakpercayaan dan keheranan dia berjalan perlahan mendekati Ariel yang masih sibuk memberi perintah.


"Ariel...?, itu kamu?".


Tanpa ada sedikitpun kejutan maupun riak dimatanya, Ariel menyapa dengan wajah datar, "Halo, ayah".


"Nak!, ini benar-benar kamu?!!, kenapa baru pulang sekarang!??, aku tidak sedang bermimpi kan?!", Nada suara Feng Shang tiba-tiba naik satu oktaf.


Menanggapi pertanyaan bertubi-tubi dari ayahnya yang sudah lama tidak dia lihat, Ariel hanya mengangguk, mulutnya hanya mengeluarkan gumaman, "Hmn Hmn".


"Ariel, apa kamu baik-baik saja?, kemana saja selama ini kamu pergi?, kenapa tidak pernah mengabari ayah?", tanya Feng Shang dengan nada serak dan hampa, tubuh tuanya sedikit terhuyung ketika dia berjalan kearah Ariel.


Hati Feng Shang terasa masam. Dia pernah merasa marah kepada Putrinya, dalam kemarahan dia bahkan mengutuk Putrinya karena tidak berperasaan dan arogan, juga...


... dia juga menampar putrinya ketika kesadarannya telah dikuasai kemarahan.


Karena ucapannya yang kejam dan tamparan itu, Putrinya sangat marah dan sedih. Ketika malam tiba tanpa ragu-ragu Putrinya langsung berkemas dan bergegas pergi meninggalkan rumah Feng.


Ketika pergi dari rumah, Putrinya tidak mengatakan sepatah katatapun. Dia meninggalkan rumah tanpa sedikitpun nostalgia, dia pergi tanpa penyesalan, meninggalkan ayahnya yang sudah tua penuh dengan penyesalan dihatinya.


Ketika Putrinya pergi komunikasi diantara mereka berdua langsung terputus. Feng Shang sudah berusaha menghubunginya, namun tidak ada satupun panggilan dan pesan yang dijawab.


Setelah tiga bulan lamanya Putrinya pergi dari rumah barulah Feng Shang menyadari ada yang janggal.


Namun, sayangnya sudah terlambat. Ketika Feng Shang dengan getir memulai penyelidikan, tiba-tiba dia mendapatkan kabar jika Putrinya telah menghilang.


Putrinya menghilang dan tidak bisa ditemukan hingga setahun lamanya.


Katanya ada dua kemungkinan penyebab, Putrinya dibunuh, atau diculik oleh Serikat perdagangan manusia.


Feng Shang sudah menyewa banyak detektif ternama dan memanggil polisi untuk menemukan putrinya, bahkan dia juga mencari pencarian besar-besaran berskala nasional, namun sayangnya tidak ada satupun penemuan dengan hasil yang memuaskan.

__ADS_1


Satu-satunya jejak yang ditemukan adalah tiket pesawat menuju Haicheng yang telah dipesan Putrinya. Setelah itu keberadaan Putrinya benar-benar lenyap.


Menghilangnya Ariel membuat Feng Shang putus asa. Dia menyesal, sangat menyesal hingga ususnya menjadi hijau. Dia juga marah pada dirinya sendiri karena telah mengutuk Putrinya dengan kata-kata yang jahat, menyebabkan Putrinya sakit hati dan memilih pergi dari rumah, yang berimbas membuatnya menghilang tanpa petunjuk.


Ketika Feng Shang akan menyerah dan berpikir Putrinya benar-benar telah menghilang dari dunia ini, tiba-tiba saja keajaiban muncul, dan Putrinya yang telah menghilang sekarang berdiri tepat di depannya!, dan masih dalam keadaan sehat juga!.


Betapa Feng Shang merasa sangat senang, dia begitu bahagia dan penuh syukur, tanpa menahan diri dia pun langsung memeluk Putrinya dengan kerinduan.


Dari awal sampai akhir, Ariel yang dipeluk oleh Ayahnya tidak mengatakan sepatah katapun, namun kedua tangannya tetap terulur dan membalas pelukan ayahnya yang sedang menangis tersedu-sedu.


Berada dipelukkan ayahnya yang sangat dia rindukan, Ariel akhirnya bisa menghela nafas lega, dia pun tersenyum tipis.


Setelah beberapa saat, Ariel mengangkat kepalanya, senyum dibibirnya menghilang, dan digantikan dengan garis lurus. Mata hijau zamrudnya berkilau dengan cahaya kebencian dan penindasan.


Tatapan kebencian dan penindasan itu diarahkan pada dua orang wanita yang berdiri disudut.


...Mereka adalah sepasang Ibu dan anak perempuan ******, Lu Yao dan Feng Nian!.


Ibu dan anak itu berdiri mematung dengan tampilan ketidakpercayaan diwajah mereka.


Tatapan tajam Ariel yang diarahkan pada mereka membuat bulu kuduk Lu Yao merinding. Dibayangi dengan sepasang mata berwarna hijau danau yang gelap dan dalam, entah mengapa membuat Lu Yao merasa seperti sedang ditatap oleh ular beludrak hitam yang berdarah dingin.


Tiba-tiba firasat buruk muncul dihatinya. Lu Yao tidak bisa membantu tapi mulai ketakutan.


Melihat kemunculan Ariel, yang paling dikejutkan adalah Feng Nian.


Feng Nian tidak bisa mempercayainya, bagaimana mungkin Ariel yang sudah dia dan ibunya atur untuk tidur dengan pria jelek akan muncul tiba-tiba di rumah lagi, dan bahkan masih dalam keadaan tampilan glamor dan sombong yang androgini!.


Sesuai pengaturan, Ariel seharusnya sudah dijual dan menjadi pelacur di klub malam, tapi mengapa dia bisa pulang?!.


Kenapa, kenapa, kenapa??!!


Marah, benci, dan takut langsung menguasai hati Feng Nian. Suasana hatinya yang semula bahagia karena merayakan ulang tahunnya kini telah padam dan jatuh ketitik ketakutan dan kegelisahan paling ekstrim.


Hati Feng Nian bahkan lebih berdebar-debar ketika melihat Ariel yang masih dalam pelukan ayahnya sedang menatapnya dengan senyum setan diwajahnya.


Tangan Ariel yang tadinya bertumpu di bahu ayahnya tiba-tiba bergerak. Dia mengangkat tangannya, dengan anggun memainkan telapak tangannya di area leher, lalu dia memberi gerakan isyarat seperti sedang menggorok leher kepada Feng Nian.


Melihat gerakan itu, Feng Nian nyaris pingsan ditempat.


Suasana pun jatuh ketitik beku, namun itu hanya untuk sepasang Ibu dan anak Lu Yao dan Feng Nian, dan tidak untuk orang lain terutama Feng Shang yang suasana hatinya menjadi lebih dan lebih baik.


Jelas sekali, kepulangan Putrinya yang sudah menghilang selama setahun adalah peristiwa yang lebih membahagiakan dari pada Ulang tahun Putri tirinya.


Setelah selesai berpelukan, Ariel mengajukan diri untuk berbicara berdua dengan ayahnya. Feng Shang tidak keberatan, namun sebelum itu dia bertanya kepada Ariel apakah dia ingin menyapa Lu Yao dan Saudarinya yang sedang berulang tahun.


Ariel menggelengkan kepalanya, dan tidak mengatakan apa-apa dan mengalihkan pandangannya dengan dingin. Feng Shang mengerti dan tidak mengangkat topik pembicaraan ini lagi. Dia langsung menuntun Putrinya ke lantai dua, tempat dimana ruang kerjanya berada.


Feng Shang ingin menghabiskan waktu dengan Putrinya. Dia ingin menggunakan kesempatan ini untuk meminta pengampunan yang sudah lama dia dambakan.


Ayah dan anak perempuan tersenyum gembira sambil berjalan beriringan ke lantai atas. Penampilan mereka sedikit sama namun juga bertentangan dengan penampilan keluarga tiga orang yang tertawa bahagia ketika memasuki rumah sebelumnya.


Feng Shang dan Ariel pergi begitu saja meninggalkan kekacauan di lantai bawah. Di lantai bawah masih ada pelayan-pelayan yang sibuk mengemas kotak, dan tukang yang sibuk bolak-balik memindahkan barang.


Ada juga Asisten Wang yang masih menggigil di sudut, dan Ibu tiri Lu Yao dan Feng Nian yang memiliki tampilan wajah seperti telah memakan kotoran.


Ya, pokoknya hari ini adalah kekacauan total di rumah Feng.

__ADS_1


__ADS_2