
...----------+++++----------...
Di bangsal rumah sakit Kota Haicheng.
Seorang pria dengan wajah tampan yang sedikit pucat tengah berbaring di ranjang rumah sakit. Pria itu memiliki kerangka tubuh yang besar, walaupun tubuhnya dibalut dengan gaun putih rumah sakit, dia tidak terlihat lemah dan kuyu sama sekali. Meskipun janggut tipis di dagunya sedikit menutupi fitur tampannya, namun itu tidak mengurangi pesonanya yang dewasa.
Disamping ranjang, alat Bedside Monitor terus berjalan memonitor keadaan pria pucat itu. Baik itu detak jantung, tekanan darah, maupun tempratur tubuh, semua berfungsi dengan normal.
Pintu Bangsal dibuka, dan dua orang berjalan memasuki ruang Bangsal.
Seorang wanita tua dengan wajah lelah berjalan masuk lebih dulu, dia berjalan mendekati ranjang, lalu berdiri diam disana menatap wajah pucat pria yang terbaring di kasur dengan mata sedih.
Dengan lingkaran hitam dibawah kelopak matanya, Nyonya Fu bertanya dengan suaranya yang lelah, "Asisten Chen, kapan putraku bisa segera bangun?".
Berjalan di belakang Nyonya Fu adalah seorang pria muda dengan penampilan terkendali dan tenang.
Pria itu adalah Asisten Chen, dengan nama lengkap Chen Yao.
Chen Yao menunduk, dia menjawab pertanyaan Nyonya Fu dengan sopan.
"Dokter sudah melakukan pemeriksaan fisik, baik itu menggunakan sinar-x, maupun tes darah, semua telah dilakukan".
"Dan hasilnya semua normal, hanya saja...apakah Boss akan segera bangun atau tidak, belum ada kepastian".
"Nyonya, mohon bersabar. Yang bisa kita lakukan adalah menunggu Tuan terbangun sendiri", Asisten Chen berkata dengan nada membujuk.
Nyonya Fu menghapus air matanya, nada suara terdengar getir, "Ya aku tau. Tidak ada yang bisa kulakukan saat ini. Hanya keajaiban yang bisa membawa Putraku kembali kesisiku".
Lanjut Nyonya Fu dengan pilu, "Aku hanya bisa berharap, Putraku dapat keluar dari cengkraman tangan Raja Yama dengan selamat".
Asisten Yao menunduk, dia juga berharap begitu.
Memang benar situasi yang menimpa Boss-nya saat ini sangatlah memperihatinkan. Kecelakaan mobil itu hampir saja merengut nyawanya.
Namun, untunglah Boss-nya memiliki keberuntungan yang baik dan bisa bertahan ditengah-tengah goncangan hidup dan mati. Walaupun sekarang dia jatuh ke dalam keadaan koma, dan ada juga kemungkinan geger otak dan kehilangan ingatan, tapi itu semua tidak masalah. Selama ada setitik harapan, Boss-nya pasti akan segera bangkit kembali.
Asisten Chen yakin, Boss-nya pasti akan sadar. Itu adalah keyakinannya sebagai bawahan setia.
Dan sebelum Boss-nya terbangun dari koma, dia, sebagai Asisten yang baik harus menjaga beberapa hal agar tetap pada tempatnya.
Mata Asisten Chen menjadi dingin, "Aku mungkin tidak bisa membereskan semua masalah dengan cepat seperti Boss, tapi paling tidak aku bisa melakukan beberapa hal untuk memperingati semut-semut itu".
Semakin lama, mata Asisten Chen semakin mendingin, kedinginan di matanya sangat berat, hingga merambat melingkupi suasana di bangsal, membuat warna putih disekelilingnya menjadi lebih suram dan redup.
...----------+++++----------...
Setelah menerima cek besar dari mantan mertuanya, Ariel segera bergegas mengemasi barang-barangnya. Namun, dia tidak terburu-buru bertindak, karena sebelum pergi meninggalkan Kota Haicheng ini dia masih memiliki beberapa hal yang harus ditangani dulu.
Dari percakapan singkatnya dengan Nyonya Fu di Café tadi, Ariel setidaknya berhasil memahami beberapa hal.
Pertama, Suaminya, Fu ZiChen, mengalami kecelakaan mobil yang berimbas pada kehilang ingatannya. Ada juga kemungkinan ketika Fu ZiChen bangun dia tidak akan bisa mengingat apa-apa dan mungkin akan butuh waktu yang lama untuknya pulih sepenuhnya.
Kedua, meskipun Mantan Ibu mertuanya terlihat tidak terlalu menyukainya, namun dia juga tidak terlihat membencinya. Dari pengamatannya sendiri, Ariel menemukan jika Nyonya Fu bukanlah tipe orang tua kuno yang berpikiran feodal, yang akan melarang anaknya berhubungan dengan berbagai macam jenis wanita.
__ADS_1
Itu bisa dilihat dari betapa tolerannya wanita tua itu padanya. Bahkan ketika dia menemukan wanita yang tak dikenal tidur dengan Putranya, Nyonya Fu hanya dengan santai menggiring mereka ke Biro Urusan Sipil untuk mendapatkan Akte pernikahan.
Tentang niat Nyonya Fu yang ingin dia dan Fu ZiChen bercerai, Ariel bisa mengerti alasannya.
Alasannya sangat masuk akal, yaitu karena opini publik dan semua gossip buruk tentang Pewaris muda keluarga Fu yang tidur dengan wanita tak dikenal, sudah dihapus dan ditenggelamkan oleh waktu.
Pernikahannya dengan Fu ZiChen dilakukan untuk mencegah opini publik di dunia maya, sekaligus untuk menjaga citra perusahaan Grup Fu agar tidak tercoreng.
Singkatnya, dilihat dari sisi manapun, Pernikahannya dengan Fu ZiChen adalah kecelakaan murni yang terjadi secara kebetulan.
Jika Nyonya Fu ingin mencari seseorang untuk disalahkan, maka salahkanlah orang dibelakang layar yang telah memberi Fu ZiChen obat dan Saudari teratai putihnya yang telah meresepkannya obat padanya juga.
Disisi lain, Ariel sendiri bahkan bisa dikatakan sebagai korban. Nyonya Fu sangat memahami seluk beluk masalah ini, karena itulah dia tidak ragu sama sekali untuk memberi Ariel Cek dengan nominal uang selangit.
Untuk Ariel sendiri dia tidak merasa terlalu dirugikan. Bagaimanapun juga dia telah hidup setahun dengan makmur di bawah sayab besar Fu ZiChen, dan ditambah Cek yang dia terima itu sudah cukup membuatnya menjadi janda kaya yang menganggur.
"Mungkin ini yang disebut dengan, 'Di tengah-tengah kesulitan, akan selalu ada kesempatan'. Ya, peribahasa ini sangat cocok dengan situasiku saat ini".
"Dengan uang ini aku bisa melakukan apapun, hahaha, aku bebas~".
Hati Ariel terus berdebar-debar penuh kebahagiaan. Dia memikirkan banyak hal yang bisa diperoleh dengan uang itu. Dia bisa tinggal di mansion mewah, membeli baju dan gaun-gaun cantik, makan-makanan enak, dan pergi keluar negeri untuk bermain, dan masih banyak hal-hal menarik lainnya.
Memikirkan lagi dan lagi membuat Ariel merasa seperti dirinya tengah terbang ke langit. Alhasil, karena terlalu senang, senyum tidak pernah luntur dari wajahnya yang cantik.
Tidak sampai dia turun dari pesawat tujuan Hangzhou, dan memasuki pintu kediaman Rumah Feng, senyum diwajah Ariel segera menghilang.
Wajah tersenyumnya yang cantik langsung digantikan dengan wajah dingin, terasing, dan anggun seperti anggrek gunung yang sulit dipetik.
"Aku tidak bisa tenang sedikitpun jika biang keladi masalah ini masih terus berkeliaran".
"Aku tidak merasa buruk melakukan One the Night Stand dengan Fu ZiChen dan justru sebaliknya aku cukup menikmatinya. Namun, bukan berarti aku suka perasaan dikendalikan ditangan orang lain".
Meskipun Ariel bukan Zodiak Scorpion, namun dia sangat pendendam seperti orang yang lahir di Zodiak Scorpion. Untuk keluhan dan rasa sakit yang ditorehkan orang lain padanya, jika ada kesempatan Ariel tidak akan ragu untuk mengeksekusi orang itu tanpa ampun.
Singkatnya, dia adalah orang yang membalas kebaikan orang lain dengan kebaikan yang manis dan indah, dan tentunya dia akan membalas kejahatan orang lain padanya dengan siksaan dan racun yang mematikan.
"Feng Nian, saudariku yang terkasih. Kamu harus tau akibatnya telah mempermainkanku".
"Aku akan membuatmu dan ibumu merasakan hidup ini lebih buruk dari pada mati!".
...----------+++++----------...
Ariel dengan nama China Feng Hua, adalah Nona muda dari keluarga Feng. Ayahnya, Feng Shang, adalah pemiliki Perusahaan Feng Grup dan ibunya adalah seorang model berbakat dengan kebangsaan Jerman-China.
Ibunya, Brianna Scarlett, menikah dengan ayahnya ketika ia berumur 25 tahun, lalu melahirkannya pada umur 27 tahun, dan meninggal karena kecelakaan mobil pada umur 32 tahun.
Tidak lama setelah kematian ibunya, ayahnya membawa pulang gundik bernama Lu Yao, dan putrinya Lu Nian.
Semenjak ibu dan anak tiri memasuki rumah keluarga Feng, Ariel tidak pernah merasa tenang dan damai lagi. Dimata seorang anak kecil yang baru ditingga mati oleh ibunya, dia jatuh dalam kebingungan melihat rumahnya mulai berubah dan menjadi penampilan yang asing dan tidak dikenal.
Ariel tidak tau sejak kapan dia mulai tidak menganggap rumah Feng sebagai rumahnya lagi. Dia juga menjadi acuh tak acuh dan berhenti berbicara lagi dengan ayahnya, melakukan mogok makan dan hal-hal yang tidak terduga lainnya.
Alasan Ariel melakukan semua hal itu adalah karena dia merasa kecewa, marah, dan enggan dengan keputusan Ayahnya karena membawa dua orang asing memasuki rumahnya.
Awalnya, Feng Shang berusaha membujuk Putri kecilnya, namun dia segera angkat tangan setelah mendapat bisikan dari Ibu tiri Lu Yao. Pada akhirnya Feng Shang sepenuhnya telah menyerah pada Ariel, dan tidak mau repot-repot memperdulikannya lagi. Dia mungkin berpikir, sayab Putrinya sudah keras dan dia sudah dewasa sepenuhnya, jadi dia tidak butuh seorang Ayah untuk menjaganya lagi.
__ADS_1
Lama kelamaan komunikasi antara ayah dan anak ini mulai terputus, dan entah sejak kapan itu dimulai, mereka berdua hampir terlihat seperti orang asing.
Dan Ibu tiri Lu Yao tidak ragu mengambil kesempatan ketika hubungan ayah dan anak itu retak. Dia mulai memancing masalah dan memanas-manaskan hubungan ayah dan anak, hingga akhirnya tali penghubung terakhir itu terputus.
Dihadapan suaminya, Lu Yao selalu bermain sebagai Ibu tiri yang baik dan penyayang, dia juga selalu tersenyum dan perhatian pada Ariel.
Hanya saja Ariel tidak menyukai perhatian dari Ibu tirinya. Karena Ariel tau jika dibalik wajah tersenyumnya ada wajah dengki dan tamak yang dia sembunyikan dengan baik dibawah fasad kulit manusianya.
Jadi Ariel tidak mau repot-repot berurusan dengan ibu tirinya apalagi dengab saudari tirinya yang menyebalkan dan sok imut.
Ariel merasa sangat jijik dan mual dengan kemunafikkan yang jelas terpangpang diwajah Ibu dan anak tiri itu.
Dia merasa sangat muak sampai-sampai dia merasa inginmerobek wajah munafik mereka dengan gergaji mesin.
"Kesabaranku sudah habis, jadi tidak ada lagi toleransi untuk sepasang ibu dan anak jala*g itu".
Dengan penuh percaya diri, Ariel melangkah memasuki rumah.
Selanjutnya, yang akan menunggu kediaman rumah Feng adalah lautan badai yang tidak akan pernah surut.
...----------+++++----------...
Hari ini adalah hari ulang tahun Feng Nian. Sebagai orang tua yang baik dan mencintai Putri mereka, Feng Shan dan Lu Yao tidak akan ragu melakukan apapun untuk memanjakannya. Termaksud merayakan Ulang Tahun Feng Nian di Restoran Bintang lima ala Eropa yang menyajikan makanan Prancis.
Sepintas ketiga orang itu terlihat tengah duduk bersama disalah satu kursi restoran. Mereka memesan banyak hidangan yang kaya rasa untuk merayakan hari ulang tahun Feng Nian.
Lu Yao menggerakkan sumpitnya, meletakkan daging di piring Putrinya. Di sisi lain Feng Shan hanya tersenyum, menikmati kehangatan tiga orang dengan penuh sukacita bersama Putri tirinya, sepenuhnya tidak mengingat keberadaan Putrinya yang lain.
Ketiga orang ini masih menikmati makanan mereka dengan santai dan bahagia, mereka tidak tau jika yang menunggu mereka di rumah adalah kekacauan total.
...----------+++++----------...
Asisten rumah tangga, Wang Xiang, terdiam ditempat tanpa bisa mengatakan sepatah katapun. Dia menatap dengan gugup pada tindakan yang dilakukan Nona muda Feng, Ariel, dengan ketidakpercayaan dimatanya.
"N-Nona muda, apa yang kamu lakukan...?".
Mendengar pertanyaan Asisten Wang, Ariel sejenak menghentikan gerakkan tangannya. Dia melirik Asisten Wang dengan mata acuh tak acuh, dengan sebelah alis yang terangkat Ariel menjawab dengan ketus, "Apa lagi?, tentu mengambil semua barang mendiang ibuku".
"Tapi...ini, semua ini...".
"Semua ini awalnya milik ibuku. Sayangnya karena aku telah lalai mereka semua malah diambil oleh gundik ****** itu. Dan aku kesini hanya ingin mengambilnya kembali".
".......", Asisten Wang sejenak tidak bisa berkata apa-apa. Meskipun dia tidak mau mengatakan dengan mututnya secara langsung, namun hatinya mengakui jika apa yang dikatakan Nona muda Ariel adalah benar.
Gundik ****** yang dimaksud Nona muda tidak lain adalah Ibu tiri Lu Yao.
Semua barang-barang ini awalnya memang milik mendiang Nyonya Brianna Scarlett, yang setelah kepergiannya diambil oleh Nyonya baru, Lu Yao.
Sebagai satu-satunya Putri dari Nyonya Scarlett, Nona muda memang yang paling sah dan pantas mengambil dan menyimpan semua barang itu.
Tapi masalahnya bukan ini.
Asisten Wang diam-diam memijit pelipis kepalanya yang tiba-tiba sakit.
Setelah Tuan Feng dan Ibu tiri Lu Yao kembali dari merayakan Ulang tahun Feng Nian, bisa dibanyangkan badai besar macam apa yang akan terjadi setelah ini.
__ADS_1
Asisten Wang meringis ketika memikirkannya.