
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
“ayah!!!aku tau ayah tidak menyukai Almera,tapi bagaimana pun anak itu masih kecil.apa ayah tau dimana Almera tinggal?,dia tinggal di tempat yang lebih layak di katakan sebagai kandang sapi.sangat jauh dari lingkungan sekitar, di tengah hutan tanpa penerangan dan hanya beralaskan kasur tipis.dia bukan prajurit seperti kita ayah!yang bisa bertahan hidup dalam kondisi apapun.”
Jendral hanya memandang datar ke arah sang putra yang tengah marah-marah tidak jelas.
“kembali ke kamar mu sekarang!.”
“ayah...”
“ayah tidak menerima bantahan!pergi dari sini sekarang!.”
“tapi bagaimana dengan Queen?....”
“ayah tidak peduli!sekarang pergilah dari sini!.”
Kesal jendral.
Mau tidak mau,dengan langkah setengah paksa, Anindito meninggalkan ruangan sang ayah.menuju ke kamar nya.
Queenby?nama yang lucu.almera,maafkan ayah nak.andai oma dan opa mu tidak menekan ayah,mungkin sekarang kau bisa kembali ke rumah ini.
Jendral menghela nafas sangat panjang.air mata tanpa komando mengalir deras.bohong jika selama ini sebagai ayah,jendral tidak merindukan sang putri.
Pada kenyataan nya, ruangan nya masih penuh dengan foto-foto almera.di meja kerja nya,juga terlihat foto kecil berisi almera yang tengah merangkul jendral,dengan buket bunga di tangan nya.
***
Mall.
“kak James,apa kabar?.”
James terhentak di tempat nya berdiri.begitu adik yang telah lama menghilang tiba-tiba bertemu dengan nya di mall,dalam situasi yang benar-benar rumit.
Takdir macam apa ini Tuhan?.kenapa mirea kembali bersamaan dengan kedatangan Almera di kehidupan Davin.
James tidak membalas pelukan Kim mirea sang adik kesayangan nya.tapi mata nya bersibobrok dengan manik abu-abu Davin yang juga membeku di tempat nya berdiri.
“kenapa kau tidak membalas pelukan ku oppa?.apa kau tidak merindukan ku?setelah lama di Seoul aku kembali,tapi kau seperti tidak mengenali ku.”rajuk mirea.
“untuk apa kau kembali?.”
“oppa! bagaimana bisa kau bertanya seperti itu?tentu saja aku merindukan keluarga ku.”jawab mirea penuh semangat.
Senyum tipis terukir di bibir mirea,ia masih bergelayut manja dalam dekapan sang kakak.sebelum mata nya tersita dengan tangan James,yang sibuk menatap Davin.
“oppa berbelanja?biasa nya kan oppa tidak suka berbelanja?.”tanya mirea heran.
“kalau kau memang merindukan rumah,untuk apa kau di sini?seharus nya kau segera pulang ke rumah!.”kesal James.
__ADS_1
“oppa!oppa tau kan aku sering ke mall,berbelanja.dan itu yang ku lakukan sekarang,kenapa oppa melarang ku?.”mirea menghentak kan kaki nya kesal.
“diam lah!dasar berisik.”sentak James marah.
Mire masih memberengut kesal, karena James terus memarahi nya.bukan memeluk nya,pada hal kan ini pertama kali nya mereka bertemu setelah tiga tahun.
Dasar oppa tidak pengertian!.
“ayah!ayah!aku sudah membuang nya di kotak sampah!.”
Queen berjingkrak-jingkrak,setelah melakukan perintah Davin untuk membuang bekas kotak es cream ke dalam kotak sampah.
“kau pintar sayang.”puji Davin.
“davin?!.”panggil mirea,yang di panggil pura-pura tidak mendengar.
“dav!ahhha I miss you.”
Mirea langsung berhamburan ke arah Davin,kedua tangan nya mengulur hendak mendekap tubuh tegap Davin.
“no!!!.”pekik kan penuh amarah Queen terdengar.
Batita gembul itu merentang kan kedua tangan mungil nya.berdiri tepat di hadapan Davin,menahan mirea yang terlalu agresif.
“kau siapa?.”
“tante yang siapa?!.”
“tante?are you crazy?!.aku bukan tante-tante,umur ku baru 28 tahun.”pekik mirea kesal.
Mirea terus mengumpat.pada hal selama tinggal di Korea,tidak ada satu Minggu pun mirea lewat kan tanpa melakukan perawatan di salon.
“dan aku masih dua tahun,artinya kan Tante kan sudah tua.”sahut Queen polos.
“kau!.”
“no-no Tante,bunda bilang jangan berteriak di hadapan anak kecil.”dengan gaya nya yang lucu,Queen berhasil membuat mirea meradang.
“jaga bicara mu!!!.”
“diam mirea!berani sekali kau berteriak pada putri ku.”
Davin menggendong tubuh Queen,berujar pedas pada mirea.
“davin,kau bercanda kan?.kau belum menikah dan bagaimana bisa kau punya anak?.tidak mungkin kan one night stand?aku kenal baik kau.”desis mirea tidak percaya.
“apa kau buta mirea?apa kau tidak melihat wajah kami mirip?.”
Mirea tertegun.tanpa di komando sama sekali,ia menuruti perintah Davin.mengamati wajah kedua nya dengan pandangan aneh.
“kalian mirip, bagaimana bisa ini?.”kaget mirea.
__ADS_1
“kau buta sekali,ckck.”decak Davin.
“oppa,ini tidak benar kan?. bagaimana bisa wajah mereka mirip,dan bola mata anak menjengkelkan itu.bagaimana bisa!!oppa kenapa kau diam saja dan tidak menjawab ku?.”pekik mirea frustasi.
“apa peduli mu?mau itu anak Davin atau bukan,itu bukan urusan mu.”desis James marah.
“oppa kau....”
“ayah!ayah kapan kita pulang?kasihan om james,tangan nya penuh.”rengek Queen.
“james!”
“oppa,bisa ya aku ikut kalian pulang?sekalian.dompet ku tadi tertinggal di rumah,aku tidak punya uang untuk membayar taksi.”rengek mirea.
Pluk.
James menempel kan selembar uang berwarna merah di dahi mirea.lalu pergi begitu saja,membantu Davin membawa barang-barang untuk Queen.
30 menit kemudian.
“hufhh,di mana rumah mu sayang?.”
Walaupun masih kecil,tapi kepintaran yang di miliki Queen tidak perlu di ragukan lagi.dia bisa menghafal alamat dengan tepat.
“ayah,di sana!.”queen menunjuk ke dalam hutan.
“kau bercanda sayang?.”
“no,I am seriously.rumah bunda ada di sana,om Reno dan om Dito juga masuk kesana.”jawab Queen.
“bagaimana ini James?kau mau berjalan?.”
“kita punya pilihan lain Vin?.ayo!mobil kita juga tidak bisa masuk,mau tidak mau kita harus berjalan.”
James menjawab sembari membuka bagasi mobil,mengambil beberapa paper bag yang di beli oleh Davin untuk sang putri.tidak lupa sebuah boneka harimau besar di sana.
James,Davin dan juga Queen langsung turun.di pandu oleh Queen,kedua pria dewasa itu menapaki jalan setapak.
Almera?!.
Davin tertegun,menatap ke arah Almera yang terlihat kesusahan mengangkat sebuah ember besar berisi air.
Brugh.
“kau baik-baik saja?.”melihat Almera yang hampir terjatuh,Davin segera memeluk ke dua bahu Almera.
“d-dokter sedang apa di sini?.”tanya Almera shock.
“hai nona Almera,kita bertemu lagi.”sapa James.
“unda...”pekik Queen.
__ADS_1
Queen berhamburan ke dalam dekapan sang bunda.
# Like, komen and vote ya reader.