
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Bagaimana bisa kau hidup di kandang sapi seperti ini.ini tidak pantas untuk di sebuah sebagai rumah,kau Putri jendral bintang tiga.dan kakak mu seorang kapten angkatan darat, bagaimana bisa kau tinggal seperti itu?.
Anindito menghela nafas sangat panjang.menatap ke arah Almera dan juga Queen yang tidur beralaskan kasur lantai lusuh yang menjadi pembantas antara ia dan tanah.
tidak ada cahaya di sini sama sekali,hanya ada cahaya bulan dari luar.mengingat tidak ada aliran listrik.untung saja baterai handphone Anindito dalam keadaan full,dia bisa menggunakan nya untuk menerangi rumah lusuh sang adik.
“kasihan sekali kau sayang,sudah jadi janda di usia muda.”
“andai,andai saat kau menikah dulu Abang sudah kembali dari perbatasan.aku pasti tidak akan membiarkan ayah untuk memaksa mu menikah dan berakhir sengsara.”
“aku benar-benar Abang yang tidak becus.”
Isakan terdengar dari bibir Anindito.
Sekilas perkataan Almera terlintas di fikiran nya.
“abang masuk lah!maaf rumah ku tidak layak.”ajak nya.
“putri mu sudah tidur, sekarang bilang pada Abang kenapa kau pergi dari rumah?.”
Sembari duduk di tanah, Anindito bertanya tenang.
“duduk lah di kursi bang!.”
“aku seorang prajurit bukan dokter yang selalu berada di tempat higenis.”protes Anindito.
“jangan mengalihkan pertanyaan!jawab kenapa kau pergi dari rumah selama hampir tiga tahun?!.”
“a-aku sudah menikah tepat di hari aku menerima ijazah.aku benci saat itu bang,aku harus mengubur semua mimpi ku begitu saja.”gumam nya lirih.
“aku yakin itu bukan lah alasan mu pergi?.”
“sebenar nya?...”
Flashback
“aku bilang aku tidak mau menikah!!!!.”
Pekik nya frustasi.
__ADS_1
“Sah!!!.”
Terlambat perkataan Almera akhirnya hanya lah angin lalu.karena nyata nya orang-orang yang menyaksikan pernikahan di bawah sana sudah lebih dulu berteriak sah.semua saksi sudah mengesahkan pernikahan yang di jalani Almera dan juga pemuda yang kata nya adalah mahasiswa terbaik pilihan keluarga nya.
“semua sudah terlambat!sekarang ayo turun sayang.keluarga suami mu sudah menunggu.”ajak bunda.
Ini bukan pernikahan yang ku impikan.
Almera mendesah kasar.ini bukan lah sesuatu yang di impikan oleh nya,tidak ada pesta mewah,tidak ada gaun pengantin lebar dan mahkota di kepala nya.
Semua nya biasa-biasa saja.
Almera mengulas senyum tipis, meyakinkan diri kedua orang tua nya sudah memilihkan laki-laki yang baik untuk nya.
baru saja menapaki tangga,mata Almera langsung mengedar kesana-kemari.di antara semua orang,dia tidak melihat mempelai laki-laki yang harus nya duduk di kursi khusus.
Tapi mata Almera melihat seorang pemuda bertubuh atletis dengan balutan tuxedo putih berlari keluar dengan terburu-buru.
“bun, dimana suami nya Al?.”gadis cantik berbalut kebaya putih itu bertanya.
“astagfirullah,dia di sana!. seperti nya sahabat nya kecelakaan karena itu dia harus pergi.”
“bunda yakin tidak salah pilih orang kan?. bagaimana bisa dia meninggal kan pernikahan nya sendiri?.”almera menggigit bibir bawah nya.
“al sayang,dia pria baik.lihat pada sahabat nya saja dia peduli.”
“tapi Bun,aku tetap istri nya.ini tetap hari pernikahan kami,tidak etis rasa nya dia pergi begitu saja.”
“almera!dia suami mu,jaga bicara mu.bukan nya sebelum ini ayah sudah menanyakan pendapat mu,apa kau mau di jodohkan atau tidak?.lalu jawaban mu iya!tanpa mau mengenal siapa dia! karena itu jangan buat malu.”
Tegas ayah.
“yah,dia putri mu.dia sudah menuruti keinginan mu tanpa membantah, seharusnya kau lembut pada nya.”ujar bunda.
“aku akan lembut pada nya,tapi di saat yang tepat.”
“ayah,apa ayah yakin dia bisa menjaga putri mu satu-satu nya ini?.”lirih Almera terisak.
“keputusan ku sebagai seorang ayah tidak akan pernah salah,dan sebagai seorang putri,kau tidak seharus nya mempertanyakan itu.kau adalah putri ku satu-satu nya,apa kau fikir aku akan membiarkan mu bersama dengan laki-laki yang tidak baik?.”tegas ayah.
“maaf yah,a-aku...”
“dia suami mu sekarang!kau harus menurut pada nya dan jangan pernah membantah nya.satu hal lagi,kau tau kan?membuat nya kecewa artinya kau membuat pria tua ini kecewa.”
__ADS_1
Almera mengangguk,ayah nya adalah seorang jendral bintang tiga.tidak pernah bersikap lembut,selalu saja tegas kepada anak-anak nya.tapi ia sadar, semua itu adalah bentuk kasih sayang.
“ayah menyayangi mu Almera,jangan buat ayah kecewa.”
Ayah mendekap tubuh almera.dari balik pelukan itu Almera mengangguk kan kepala nya patuh.
Aku janji ayah.
Almera tersenyum pada orang orang yang memberi nya selamat.
“sebenarnya aku penasaran pada mu mas?sepenting apa sahabat mu itu sampai-sampai kau membiarkan ku berdiri sendirian di pelaminan ini!.kau membuat ku malu.”gumam Almera mengepal kan tangan.
Pipi nya bersemu karena malu.harga diri nya sebagai seorang wanita kini di pertanyakan,terutama titel nya sebagai putri tunggal jendral bintang tiga yang di tinggalkan sang suami beberapa menit setelah ijab Qabul.
Malam hari.
Ah rasa nya melelahkan.
karena kelelahan,Almera menutup pintu kamar nya.membaring kan tubuh nya di pembaringan yang di hias sedemikian rupa oleh para pelayan yang kata nya akan menyambut suami nya.
suami mana maksud mereka?.
Almera memilih untuk mematikan seluruh lampu yang ada di kamar nya.sudah menjadi kebiasaan sejak kecil,Almera selalu mematikan semua lampu di kamar nya.dia adalah tipe orang yang tidak suka ada cahaya sekecil apa-pun.
pukul 01:00 WIB.
di tengah-tengah tidur nya yang pulas,Almera tidak menyadari seorang laki-laki menerobos masuk ke dalam kamar nya.
“ehm...”
di bawah kunkungan laki-laki tidak di kenal,Almera terus meronta.tubuh nya menggeliat kesana-kemari.
ingin mendorong, Almera tidak bisa berkutik lagi.karena kedua tangan nya di letak kan di atas kepala.
mata Almera berair, laki-laki itu tidak main-main.ia menyumpal mulut nya dengan lakban,di tambah kedua tangan nya di ikat kencang.
ya Allah tolong aku sekarang!!!.
jerit hati nya.andai Almera bisa berteriak,di yakini semua penjaga di bawah akan datang.
sret.
Almera langsung pingsan di tempat.hancur sudah kehormatan yang ia pertahan kan untuk sang suami,di renggut oleh laki-laki tidak di kenal.
__ADS_1
# Like, komen and vote ya reader.