Baby Girl CEO

Baby Girl CEO
menuju puncak.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


“hubungan kalian semakin dekat ternyata.”ujar Anindito.


Apa maksud Abang mengungkit-ungkit tentang aku dan Almera sekarang?.


Davin hanya tersenyum sangat tipis menanggapi nya.pada hal percayalah sekarang,dia benar-benar sedang ketar-ketir.


“aku sulit menduga apa niat mu sebenar nya mendekati adik ku.entah itu untuk sebuah niat yang tulus,atau tidak.tapi,aku melihat sikap mu pada Almera benar-benar berubah akhir-akhir ini.”


Anindito berujar panjang lebar pada Davin.walau pun ada di perbatasan,Reno selalu menghubungi nya secara berkala untuk mengabari tentang kondisi Almera.


“apa perubahan sikap ku terhadap Almera membuat mu tidak nyaman tuan?.”


“no,aku bukan nya tidak nyaman.hanya saja sikap mu sedikit ganjal di mata ku.”jawab Anindito santai.


Davin terdiam.


Sejenak peristiwa berubah menjadi hening,baik Davin dan Anindito kedua nya masih sibuk menyesap kopi.sembari memandang ke luar gedung,di mana gedung-gedung bertingkat tinggi terlihat.


“jika memang kau menyukai adik ku,aku tidak masalah.jujur saja Dokter,aku merestui hubungan mu dengan Almera.tapi,aku harap satu hal.kau benar-benar serius pada adik ku,jangan sampai kau melukai nya dokter.jika anda tidak berniat serius,biar kan aku mencari kan jodoh untuk Almera.”jelas Anindito.


Selain seorang kapten pasukan khusus angkatan darat yang memiliki jam terbang cukup tinggi.anindito juga memiliki banyak koneksi, baik di angkatan darat,laut dan juga udara.


Anindito sangat menyayangi dan mencintai Almera sebagai seorang kakak.tentu dia akan selalu menginginkan yang terbaik untuk sang adik.


“apa maksud mu tuan?apa terlihat dari wajah ku aku sedang bermain-main?.”


“kalau kau memang benar-benar serius dengan adik ku.aku sangat berterima kasih,karena kau tidak mempermasalahkan tentang masa lalu nya sebagai seorang janda.”


Anindito mengulas senyum tipis, bahagia rasa nya melihat ada seseorang yang mampu menerima Almera apa ada nya.


“aku merestui mu dokter davin,aku yakin kau bisa menjaga adik ku dengan sangat baik.”


***


malam hari.


“ada apa Arin?kau mencari sesuatu atau seseorang?.”


Reno yang tadi sempat memejamkan mata sejenak,langsung terbangun begitu menyadari Almera sudah sadar kan diri.


“aku belum menjemput Queen,dia pasti mengkhawatirkan ku.”


“arin tenanglah.”


“ren,bagaimana dengan ayah?apa operasi nya berjalan lancar?.”


“arin, tenang kan diri mu.semua nya sudah baik-baik saja,ayah mu juga sudah selamat.jadi jangan khawatir oke?.”


Reno menahan kedua bahu Almera,menenangkan sang sahabat yang masih panik.


“minum dulu.”reno segera membantu Almera untuk minum.

__ADS_1


“ini sudah jam 12 malam Reno? bagaimana dengan Queen dia pasti takut sendirian.”tanya Almera panik.


“jangan khawatir,Queen tidak sedang di rumah sekarang.elo mengantar kan nya ke rumah ku,ada mama dan papa ku yang sedang bersama dengan nya.jadi jangan khawatir.”


Davin datang,menjawab dengan santai.


“dokter,aku lagi-lagi merepotkan mu.”


“oh ayolah bunda,Queen juga tanggung jawab ku.lagi pula kedua orang tua ku suka dengan kehadiran nya.”jawab Davin acuh.


“aku harus pulang,aku harus mengecek langsung keadaan Queen.”


“are you kidding Arin?kau lupa untuk apa kau di sini?.untuk menemui ayah mu,seharus nya kau tau kan,Queen juga ada di keluarga dokter davin.jadi jangan khawatir,itu bukan lah hal yang penting.”sindir Reno kesal.


“tapi putri ku....”


“tenang lah Almera,Queen sudah tidur sekarang.mama ku baru saja menelfon,jadi jangan khawatir.semua nya sudah baik-baik saja sekarang.”jelas Davin.


Tadi dia memang mendapat pesan dari mama,di ikuti foto Queen yang sedang tidur di kamar Davin dengan memeluk boneka lumba-lumba kesayangan Davin.


“aku harus bagaimana sekarang ren,Reno kenapa kau belum pulang? Tante alisya sendirian di rumah?kau pulang saja,aku akan menjaga diri ku sendiri.”ujar Almera.


“aku sudah bilang pada mama,tenang saja.”


“bunda!aku pulang dulu,besok aku harus bekerja.bye,see you again.”


Kediaman Mahendra.


“hufhhh...”


“den mau minum atau makan sesuatu?.”tawar bibi.


“susu hangat dan mie instan saja bik, yang pedas.kirim ke kamar langsung bi,aku mau mandi.”


Setelah memberikan titah panjang lebar kepada pembantu,Davin langsung masuk ke dalam kamar.


Hati nya terenyuh, melihat sosok mungil yang sedang tidur di ranjang king size.di sebelah kanan kiri nya,terdapat bantal guling supaya ia tidak terjatuh saat sedang tidur.


Ah aku sangat ingin memeluk mu sayang,tapi tunggu ya?ayah belum mandi.


Davin langsung berhamburan ke dalam kamar mandi, membersihkan diri nya lalu memakai baju tidur senada dengan queen.warna dark blue.


Cup.


“eughhh,unda..hiks hiks...”


Karena merasa telah di usik, bayi berusia dua tahun itu langsung terisak.


“oh baby,maaf kan ayah.”gumam Davin,sembari menggendong tubuh putri kecil nya itu.


bukan tenang,Queen malah semakin menangis.


“tenang lah sayang,ayah tidak sengaja.”gumam Davin lirih.


“unda,hika hiks.”

__ADS_1


tok.


tok.


“masuk saja bi!tidak di kunci.”pekik Davin dari dalam kamar.


ceklek.


“den,ini susu sama mie nya.”


“terima kasih Bu!tolong tutup pintu nya lagi!.”titah Davin.


“my princess,lihat bibi tadi bawa apa?! susu,Queen mau susu?.”


masih dengan isakan yang tersisa,Queen langsung mengangguk kan kepala nya.


“oke baby girl,ayo kita nikmati susu ini.”ajak Davin.


“pelan-pelan ya masih panas.”


“he'eum.”queen mengangguk kan kepala nya.


“buka mulut mu sayang.”


“enak?.”


“enak ayah.”


“kau bisa duduk di sini sayang,ayah akan makan dulu.kita bisa menonton tv sekarang!.”


ujar Davin,sembari menyalakan TV.sementara Queenby sibuk minum susu dari gelas menggunakan sendok,Davin justru sibuk makan mie pedas favorit nya.


memiliki jam kerja sebagai dokter bedah yang super sibuk,sulit bagi Davin untuk menikmati hari-hari nya.kadang,makan saja lupa.karena itu Davin selalu menyediakan mie instan di rumah.


ah nikmat Tuhan mu yang mana lagi yang kau dusta kan.


Davin membatin.


“ayah.”


“hem?ada apa sayang?.”


“mau mie!.”


“oh no,mie sangat tidak baik untuk pencernaan terutama untuk kau yang masih kecil.”


“tapi....”


“kau mau makan,ini ada buah.kau bisa menghabiskan nya sayang.”jawab Davin, mengulurkan piring berisi buah anggun merah.


“terima kasih ayah.”gumam nya lirih.


cup.


“love you baby girl.”davin berujar penuh cinta.

__ADS_1


# Like, komen and vote ya reader.


__ADS_2