
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Tut.
Davin mengulas senyum manis,mulai membaringkan tubuh nya di kasur hotel,menatap langit malam yang mulai menghinasi negri ini,di tambah dengan lampu-lampu yang menyala membuat Davin merasa tenang.
Rasa nya sangat lega,aku bisa membuat nya tertawa bahkan sangat kencang.
Davin mulai memejamkan mata nya,setelah sekilas percakapan antara ia dan Almera terlintas.teringat jelas, bagaimana Almera terkikik dengan semua canda yang Davin beri kan.
Tidur lah dokter hebat,hari ini cukup melelahkan untuk mu.I wish you sweet dreams.
***
Seminggu kemudian.
“kalian sedang apa di sini?.”
Almera bertanya dengan bibir bergetar hebat.
“menurut mu?ini rumah yang cucu ku Anindito beli,tentu aku berhak ada di sini.”
“ini rumah yang Abang beri kan untuk ku,dan artinya ini akan menjadi milik ku.”jawab Almera santai.
“kahu hidup dengan baik ternyata,kami tidak menyangka setelah kabur diam-diam dari rumah kau hidup dengan layak.”
Kakak berdecih,menatap rendah ke arah almera.
Ya,semua nya berkat Davin yang sering kali membelikan Almera baju-baju bagus.jadi Almera tidak perlu menggunakan baju-baju nya yang sudah lusuh.
Tidak,sebelum bertemu dengan Davin dan Anindito.kehidupan Almera sangat jauh dari kata layak.
“arin kau sudah sarapan?!aku belum sarapan.aku berniat ingin makan di sini,apa boleh?.”
Reno menerobos masuk,terus berceloteh karena belum menyadari kehadiran kakek dan nenek.
“ternyata kau yang ada di belakang nya selama ini.”
“kakek?nenek?kalian sedang apa di sini?. dimana bang Anindito?apa kalian kembali mengirim nya ke perbatasan?.”
perbatasan?.apa maksud Reno,apa jangan-jangan bang Anindito kembali ke perbatasan karena kakek dan nenek yang memerintah nya?.
Almera shock bukan main,ternyata ini alasan bang Dito tidak datang-datang kemari.
__ADS_1
“kek,jangan bilang kakek yang melakukan semua ini?. Abang baru pulang dari perbatasan kek!.”lirih Almera.
“lalu?dia lebih baik ada di perbatasan,di tempat tidak ada sinyal supaya dia tidak bisa menghubungi mu.”
“al tau, Kakek tidak menyukai ku.tapi bang Dito,please kek Abang tidak salah apa-apa.”
“dia salah!kesalahan terbesar nya adalah membantu mu! gadis yang sudah membuat keluarga besar ku malu.”
Almera menghela nafas panjang,mata nya mulai berkaca-kaca.percayalah Almera menangis karena Anindito sekarang.
bagi tentara yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi.anindito jarang ada di rumah,dia lebih suka di tugas kan di perbatasan atau daerah-daerah pelosok,supaya bisa membantu banyak orang.karena itu,liburan kali ini adalah kuburan paling penting bagi Anindito.
“dia yang merindukan keluarga nya hampir setahun harus pergi!itu semua karena kau!.”kakek menunjuk ke arah Almera.
“kek,Arin tidak salah.”sela Reno.
“kau tidak tau apa-apa,kau hanya orang asing di sini jadi jangan ikut campur.”sindir nenek keras.
“jangan lupa nek,kalian juga orang asing dalam hidup ku.aku tidak punya keluarga, keluarga ku sudah tiada.aku hanya punya bang Dito dan reno.”ujar Almera penuh penekanan.
“karena kalian adalah orang asing,jadi jangan ikut campur dalam kehidupan ku.silahkan pergi nenek dan kakek, pintu terbuka lebar.”
Almera mengulurkan tangan nya ke arah pintu,menunjuk kan bahwa ia secara tidak langsung mengusir kedua kakek dan nenek nya.
“kau yang harus pergi dari sini!.”
“kami memang orang asing,tapi rumah ini di beli oleh cucu keluarga ku!kau yang pergi dari sini!!!.”
“akhh!!!”almera memekik keras,saat kakek menyeret lengan nya untuk di bawa keluar.
“pergi dari sini!.”
Kakek menyentak lengan Almera,membuat ibu muda itu hampir tersungkur di lantai.tapi untung nya,sepasang tangan kekar dengan sigap menahan lengan Almera,menahan tubuh ibu muda itu.
“dok-dokter.”gumam Almera lirih.
“kau baik-baik saja?.”tanya Davin.
“a-aku...”
“kau! berondong!pegangi Almera,dia seperti nya terlalu lemas untuk berdiri!.”
merasa di panggil oleh Davin,Reno segera mendekat.merangkul bahu Almera,lalu membawa nya sedikit mundur ke belakang.
”nak Davin.”
__ADS_1
“ya ini aku kakek!lama tidak bertemu,ternyata anda tidak berubah sama sekali.sikap anda masih saja pemaksa dan lebih parah nya,anda memaksa kan kehendak anda pada cucu anda sendiri.”sahut Davin santai.
“kau tidak tau apapun nak,jangan ikut campur.”bujuk nenek lembut.
“aku memang tidak tau apa yang terjadi, tapi aku tetap tidak bisa diam melihat kekerasan yang telah anda lakukan.”jawab Davin sopan.
“dia pantas mendapat kan nya!.”
“anda ingin dia pergi dari rumah ini kan?.tentu saja,silahkan ambil rumah ini.almera tidak akan pernah menginjak kan kaki nya lagi di sini!jadi anda sudah bisa berhenti mengganggu nya.”
Davin menatap ke arah pintu,senyum terulas lembut melihat Queen tengah mengintip.
“kemari sayang!ini bukan rumah kalian lagi.”panggil Queen.
”almera!naik lah ke mobil,biar aku dan brondong ini yang mengurus barang-barang mu.”
dengan menggendong Queen,Almera langsung duduk di dalam mobil.sementara Davin dan Reno mulai membereskan barang-barang Almera yang tidak cukup banyak.
“saya harap anda tidak menggangu nya lagi kakek, dan aku akan memastikan Almera tidak akan menggangu keluarga kalian lagi.”
setelah berujar panjang dan lebar.davin dan Reno langsung naik ke mobil,mengingat Anindito sudah kembali ke perbatasan.sekarang,Davin akan mengambil alih tanggung jawab tentang Almera dan Queen.
“kita di mana dok?.”
Almera bertanya bingung.
“kau akan tinggal di sana!aku mempunyai apartemen bunda,dari pada apartemen tidak di pakai karena aku lebih sering pulang ke rumah.”jawab Davin singkat.
“tapi,aku sudah terlalu banyak merepotkan Anda dokter.”
“bunda! aku tidak mau menerima penolakan sedikit pun!.”tekan Davin.
“arin, jangan seperti itu.kau tidak punya tempat tinggal,kau juga sudah di usir.kau terus menolak saat ku ajak tinggal di rumah ku!.”oceh Reno.
“bunda,apa kau mau pontang-panting di jalan,dengan Queen?kau mau tidur di amperan toko dengan Queen?!.”kesal Davin.
“bukan begitu dok...”
“ayah,lelah.”queen yang di gendong Davin, tiba-tiba bergumam kelelahan.
“oke baby,kita akan ke apartemen!.”
mau tidak mau, Almera langsung mengekori langkah Davin menuju ke apartemen.
apartemen yang terbilang mewah.dengan fasilitas lift,di tambah setiap apartemen mempunya dua kamar,ruang tamu,ruang tv,dapur dan kamar mandi pribadi.
__ADS_1
Davin memang baru membeli apartemen ini, dia sudah menduga ini akan terjadi cepat atau pun lambat.
# Like, komen and vote ya reader.