
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
pagi hari.
“arin ada apa?.”
Reno duduk di sebelah Almera yang masih duduk diam di kursi di luar ruang rawat sang ayah.hari sudah pagi,tapi Reno masih tetao setia menemani Almera menunggu di sana
Gadis kecil ku yang malang.
Reno mengulas senyum sangat tipis.mengusap kepala Almera yang tengah bersandar nyaman di bahu kekar nya.
Reno tidak masalah,hubungan mereka memang cukup intim.terutama saat Reno adalah satu-satunya laki-laki yang menjadi sahabat Almera.
“ren...”
“kau terus saja memeluk ku setiap saat,apa kau tidak takut dokter Davin cemburu.”ledek Reno lagi.
“aku benar-benar lelah sekarang, jadi berhenti lah bermain-main.dan membahas tentang dokter Davin terus,aku benar-benar pusing sekarang.”
Mendengar gerutuan Almera,Reno langsung menutup mulut nya rapat-rapat.
Sebelah tangan nya memeluk pelan bahu Almera,memberi perempuan yang selalu di terpa masalah dalam hidup nya itu sebuah kenyamanan.
“ada apa?.”
“aku merasa ada yang aneh dengan abang.”
“memang nya ada apa dengan Abang?.”
“dia selalu berusaha untuk mendekat kan ku pada dokter Davin.”
“itu wajar, karena dokter Davin adalah orang yang baik.”
“ren,apa aku boleh jujur pada mu?.”
“of course Arin,kata kan saja,kau tau kan aku akan selalu mendengar kan semua perkataan mu tanpa terkecuali.”jawab Reno enteng.
Almera menegak kan tubuh nya,masih menatap ke arah Reno yang juga menatap ke arah nya.kedua tangan nya mengepal,membuat Reno kembali mengeryit heran,menyadari ada hal aneh yang terjadi pada Almera.
“ada apa Arin?apa kau sedang gugup atau sedih sekarang?.”tanya Reno yang sudah hafal semua kebiasaan yang di miliki oleh Almera.
__ADS_1
“a-aku...”
“hei Arin ku yang cantik,baik hati dan tidak sombong.ada apa?Apa kau sedang mengkhawatirkan sesuatu?kau bisa bicara dengan ku.akan ku dengar kan.”jawab Reno,sembari menggengam tangan Almera.
“aku merasa dokter Davin bukan orang baik.”gumam Almera menunduk.
deg.
apa maksud Arin?dokter Davin bukan pria baik?bahkan setelah semua hal yang sudah di lakukan dokter Davin untuk mereka semua?.
Reno tertegun di tempat,antara percaya dan tidak percaya dengan perkataan yang baru saja di keluarkan oleh Almera.
“kau merasa dokter Davin bukan orang baik?.”
“iya,aku merasa dokter Davin bukan pria baik.”
“arin!aku bukan nya kau menyalahkan mu atau apa.tapi kenapa kau masih berfikir bahwa dokter Davin bukan pria baik,setelah semua hal yang sudah di lakukan nya untuk mu dan juga Queen?kau bercanda kan?.”tanya Reno tidak percaya.
“kau memarahi ku Reno?aku serius.aku merasa dokter Davin tidak seperti yang kita lihat!.”gumam Almera.
“arin!kau tidak sedang mabuk sekarang kan?yang sedang kita bahas sekarang adalah dokter Davin.kau tau dokter Davin kan? malaikat yang di kirim tuhan untuk menyelamatkan mu dan juga Queen.”tanya Reno kesal.
“aku merasa dokter Davin bukan orang baik,tubuh ku selalu bergetar saat berada di dekat nya.berbeda saat aku ada di dekat mu Reno,aku bisa nyaman menangis di sebelah mu, berkontak fisik dengan mu.tapi tidak dengan dokter Davin,tubuh ku menikah untuk bersentuhan dengan nya.”
jika boleh jujur,Almera memang merasa sedikit tidak tenang berada di dekat davin.tubuh nya selalu merespon berlebihan,berbanding terbalik dengan Reno tubuh Almera selalu merasa nyaman.
hanya saja,demi menghargai segala kebaikan yang di beri kan Davin pada nya termasuk mencarikan tempat tinggal.almera memilih terlihat baik-baik saja di hadapan Davin, sekalipun ia ingin menangis setiap mencium aroma pria itu.
“kau bercanda.”
“aku serius Reno! aku selalu takut berada di dekat dokter Davin.”jawab Almera jujur.
“kenapa?apa kau punya trauma sejak di perkosa itu?.”tanya Reno ragu.
“aku tidak tau,tapi ku rasa iya.”
“kita harus ke psikiater sekarang Arin!ini tidak bisa di biar kan begitu saja!.hidup mu bisa hancur dan tidak akan pernah berdekatan dengan laki-laki jika ini terus berlanjut.”
Reno beranjak dari tempat duduk nya,hendak menarik tangan Almera.
“percuma ren,aku selalu berteriak tengah malam.tidak ada satupun orang yang bisa menolong ku untuk lepas dari belenggu ini.”
Almera mulai memecahkan isakan nya.batin nya benar-benar terluka sekarang,tidak banyak orang yang tau kalau almera sering berteriak di tengah malam,lalu menangis sendiri seperti orang gila.
__ADS_1
“candaan mu sekarang benar-benar tidak lucu Arin.”jawab Reno tidak habis fikir.
“aku tidak bercanda Reno,saat sendirian aku sering berteriak ketakutan.laki-laki itu memperkosa ku!!!ha!!!.”
Reno segera mendekap tubuh Almera begitu Almera mulai terisak kencang.
satu hal yang mampu di beri kan oleh Reno, kenyamanan yang tidak bisa Almera dapat kan dari laki-laki lain.
“aku takut ren, hiks hiks.”
lima menit kemudian.
setelah Almera mulai tenang,Reno langsung menggandeng tangan Almera.
deg.
dokter Davin?.
Almera tergugu di tempat menatap siapa yang berdiri di hadapan nya sekarang.davin.
“jadi menurut mu aku bukan pria baik ya?.”gumam Davin.
“bukan begitu maksud saya tuan Davin, saya hanya merasa sedikit tidak nyaman saat berada di dekat anda.”jawab Almera tidak enak.
“bahkan setelah semua hal yang ku lakukan untuk mu?.”tanya Davin kecewa.
“saya tidak bisa membohongi fakta,bahwa tubuh saya bergetar setiap berdekatan dengan anda.”
“sementara dengan laki-laki ini?!bukan kah dia juga laki-laki,kenapa kau nyaman berada di sebelah nya sementara aku tidak.”suara Davin mulai terdengar dingin,pertanda ia sedang menahan emosi yang meledak-ledak.
“dokter Davin mungkin anda salah faham!.”reno pasang badan.
“aku sedang tidak berbicara dengan mu,apa kau tuli sekarang?.”tanya Davin pedas.
“ren.”bisik Almera.
“kau sengaja melakukan ini agar aku menghindar dari mu kan?Almera,jika kau memang tidak suka berdekatan dengan ku atau berinteraksi dengan ku.bilang saja!aku hanya akan berinteraksi dengan Queen,karena aku ayah nya!.itu bukan hak yang sulit untuk ku menjauh dari mu!.”
Davin berujar panjang lebar,menambah sayatan baru di hati Almera.
“aku benci ada orang yang berani berbicara buruk tentang ku tapi tidak menghadap ku langsung! melainkan berbicara di belakang.”sinis davin,berlalu pergi dari sana.
# Like, komen and vote ya reader.
__ADS_1