
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
“aden sudah pulang?.”
Bibi menyambut kedatangan Anindito dengan tenang.
“bi!dimana kunci ruang kerja ayah.bunda bilang ada berkas yang mau di ambil,di ruang kerjs ayah.”tanya Anindito.
Ruang kerja milik jendral adalah tempat dimana semua berkas di simpan rapih di sana.
Karena termasuk orang yang pelupa,jendral selalu menitipkan kunci kepada pembantu setia nya yang telah bekerja puluhan tahun bersama dengan nya.
“ini aden.”
“pinjam sebentar ya bi?.”pinta Anindito, menyahut pelan kunci ruang kerja sang ayah.
Anindito berjalan santai menuju ke ruang kerja sang ayah,tapi langkah nya terhenti melihat sebuah kamar tertutup rapih.
secara perlahan,Anindito memberanikan diri untuk melihat masuk.
kamar dengan nuansa warna pink yang kental, foto-foto gadis cantik terpajang di sana.ini adalah kamar Almera.adik nya kesayangan nya yang sudah hampir tiga tahun tidak di tempati oleh nya.
ceklek.
setelah memasukan kunci dengan benar,Anindito langsung masuk ke ruang kerja sang ayah.
“ayah,ternyata kau masih sangat menyayangi Almera.”anindito bergumam lirih melihat foto yang terpasang di ujung meja kerja.
dimana berkas nya?aku tidak bisa berlama-lama lagi.
Anindito berjalan ke arah brankas,sandi nya tetap sama 4 angka yang melambangkan hari ulang tahun Almera.
2301.
Ting.
brankas langsung terbuka,tumpukan berkas-berkas di tambah beberapa logam mulia dan rekening terlihat di sana.
karena ingin mempersingkat waktu,Anindito langsung mengacak-acak isi brankas mencari keberadaan berkas yang mereka butuh kan sekarang.
sebuah kantung tembus pandang jatuh.karena penasaran Anindito langsung mengambil nya, sepasang buku nikah.
“aku tidak tau ayah dan bunda sebucin ini sampai-sampai buku nikah di taruh di brankas,memang nya siapa yang akan mengambil nya?.”
gumam Anindito geli.karena penasaran dengan wajah kedua orang tua nya saat masih muda,Anindito segera membuka nya.
deg.
ini?ini sangat tidak mirip dengan wajah ayah dan bunda?.ini lebih mirip dengan wajah Almera dan dokter Davin,apa maksud nya ini?.
__ADS_1
Anindito membeku di tempat, sepasang mata tajam nya terpaku pada dua foto yang terdapat di buku nikah.
ini tidak mungkin kan?.
Almera Liana sari dan Davin Mahendra.
deg.
“apa jangan-jangan suami Almera adalah dokter Davin?tanggal pernikahan mereka tepat tiga tahun yang lalu.tapi bagaimanapun mungkin,apa kehadiran dokter Davin untuk berada di sisi Almera....”
Anindito langsung beranjak dari duduk nya,dengan rahang yang mengeras ia berjalan turun ke bawah.
“aden ada apa?sudah dapat berkas nya?.”tanya bibi.
“bi!apa bibi bisa bilang jujur pada ku?.”
“tentu saja,selagi bibi bisa bilang jujur kenapa tidak?.”
“apa bibi tau buku ini?apa bibi juga tau siapa laki-laki yang berada dalam foto ini?.”
Anindito mengulur kan buku nikah yang ada di tangan nya.dengan cepat bibi membuka nya.
“oh ini,ini teh suami nya non almera.”
“bibi yakin itu suami adik saya?.”
“iya atuh den,bibi teh liat sendiri.orang nya kasep,meni gagah lagi.”
“apa Almera tidak tau bahwa laki-laki ini adalah suami nya?.”tanya Anindito penuh mendetail.
bibi memang ada saat akad pernikahan Almera,ia ikut berdiri di antara keluarga inti yang menyaksikan pernikahan.walaupun sudah berumur,bibi masih Nisa mengingat nya secara hafal.
Davin adalah suami Almera, laki-laki yang di jodohkan oleh Almera tanpa perkenalan atau sebagai nya.karena jendral yakin Davin mampu menjaga putri kesayangan nya.
“aden sih ada di perbatasan,neng Almera teh cantik pisan atuh.bibi saja sampai terpesona.”
“bi!saya bisa tanya sesuatu?.”tanya Anindito ragu.
“bilang saja Aden,kalau bibi bisa bibi jawab atuh.”
“kenapa ayah menikah kan Almera secara tergesa-gesa.”
“karena ayah nya Aden yakin den Davin adalah pria yang tepat.”
tidak ada pria yang tepat yang tidak mencari keberadaan istri nya selama tiga tahun lebih.dan sekarang?apa yang di lakukan Davin benar-benar tidak bisa ku tolelir lagi.
Anindito melangkah cepat menuju ke dalam mobil.hari yang menjelang malam tidak membuat laki-laki itu menurunkan laju kendaraan nya.
Queen?.kenapa aku begitu bodoh dan baru menyadari nya sekarang.queen sangat mirip dengan Davin,bukan hanya mata nya tapi semua sikap nya.apa jangan-jangan davin yang memperkosa Almera dan jangan-jangan Davin kembali ke sini hanya untuk mengambil Queen dari almera.aku benar-benar akan membunuh mu menggunakan tangan kosong Dokter Davin.
umpat Anindito dalam hati.
__ADS_1
***
ruangan Davin.
“kau mau makan sesuatu sayang?.”tawar Almera.
“no bunda,aku kenyang.”
“memamg nya kau makan apa tadi Hem?sampai kenyang?.”tanya Almera sembari memangku tubuh gembul queen.
“ayah membawakan ku banyak makanan.”
“oh maaf sayang,bunda akhir-akhir ini benar-benar sibuk sampai mengabaikan mu.”lirih Almera sedih.
“ayah sudah bilang,bunda sibuk karena mengurus kakek.queen tidak masalah.”
Almera mengulas senyum sangat tipis,menghadiahi banyak kecupan di pipi Queen yang semakin pengertian.
“al!ini pesanan mu semangkuk mie instan pedas,aku sendiri yang membuat nya semoga kau suka.”ujar James,mengulurkan semangkuk mie pedas kesukaan Almera.
“terima kasih.”
Jawab Almera.
“sayang kau mau makan sesuatu?.”tawar Almera pada Queen.
“ayah mana bunda?.”gumam Queen pelan karena mengantuk.
“ayah sedang ada urusan sayang,karena itu kita harus sabar menunggu.”
Queen mengangguk kan kepala nya perlahan.ia segera merebahkan kepala nya di dada Almera.
Sementara Almera sedang sibuk menikmati mie pedas buatan dokter James,Queen secara perlahan mulai tidur dalam dekapan hangat sang bunda.
Brak.
pintu di gebrak kasar oleh Anindito.
“abang ada apa?.”tanya Almera bingung.
“al,kau ada di sini?.bagaimana bisa kau ada di sini? seharus nya kau ada di ruangan mu.”anindito berujar,sembari berusaha menetralkan nafas nya.
“abang,Al yang seharus nya nanya.abang kenapa ada di sini?ada perlu apa sekarang?.”almera bertanya beruntun.
“abang-abang...”anindito menjawab terbata-bata.
“abang kenapa?.”
“oh iya,Abang ingin memberi tahu mu kalau ayah sudah sadar.bunda meminta mu untuk datang ke ruangan ayah,apa kau tidak mau menjenguk nya?.”tanya Anindito.
“oh ya! Alhamdulillah,aku akan segera menemui nya.sebebtar bang,aku mau meletakan Queen dulu di kasur!.”
__ADS_1
ujar Almera, menggendong tubuh gembul sang anak lalu meletak kan nya di atas kasur king size yang berada di ruangan dokter Davin.
# Like, komen and vote ya reader.