
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
“siapa kalian?.”tanya Davin pelan.
“anindito yang menyuruh kami datang kesini.”
“apa setelah membuat ku tidak bisa berdiri,Anindito masih ingin membuat ku lumpuh total?.”tanya Davin sinis.
Salah seorang bawahan dari kapten anindito tersenyum sangat sinis.semua yang di dapat kan Davin benar-benar tidak sebanding dengan semua akibat yang di terima oleh Almera.
Bukan sekali,bahkan sampai detik ini.almera,ibu muda itu masih menanggung segala konsekuensi dari perlakuan Davin tanpa terkecuali.
Mulai dari di cap perempuan tidak baik yang hamil di luar nikah,menghadapi melahirkan seorang diri.pada hal jelas-jelas semua orang tahu, melahirkan adalah hal yang paling menyakitkan bagi seorang perempuan.
“itu tidak sebanding dengan perlakuan anda pada nona Almera tuan davin.anda sudah memperkosa nya,meninggalkan dia di pelaminan seorang diri hanya demi perempuan lain.anda juga membuat nya menganggung malu,karena tidak ingin ayah nya malu karena anak nya sudah tidak perawan.nona Almera pergi dari rumah.”
“anda membuat nona Queen bersedih karena di anggap anak haram.nona Almera bahkan harus menghadapi fakta bahwa ia di buang keluarga nya itu semua karena anda dokter Davin!! benar-benar menjijikan.”
Mereka terus mencaci maki Davin.sebelum menghadiahi pria tampan itu dengan banyak pukulan.
***
Tiga hari.selama tiga hari Davin benar-benar tidak bisa beranjak dari tempat tidur nya,ia juga mengalami perawatan insentif.
“davin,kau yakin mau pergi sekarang?.”tanya James.
“kau mau membantu ku kan?.”
“aku sudah menghubungi paman ku yang seorang jenderal.beliau bilang kita bisa menjenguk nya,di dampingi oleh paman ku.kau jangan khawatir Davin,apapun yang terjadi aku akan tetap berada di sisi mu.”jelas James.
“kalian mau kemana?.”
Dokter ridho yang sedang berpatroli langsung menghampiri James yang hendak pergi dengan mendorong kursi roda Davin.
“rumah sakit militer.”singkat nya.
“untuk apa?dav,kau tau kan kondisi mu tidak stabil.dan kau mau menjenguk jendral,bisa patah tulang nanti.”saran dokter ridho.
Diam,Davin tidak menunjuk kan reaksi yang berarti.dia masih terus memandang ke arah depan dengan datar.
Cit.
Mobil yang di kendarai oleh Davin dan juga James berhenti tepat di sebuah sekolahan tempat Queen menimba ilmu.
James turun,kebutuhan seorang guru mendekat.
“selamat siang dokter Davin,kami ingin bertanya kenapa Queen tidak bersekolah lagi?.kami sangat menanti pada hal.”
__ADS_1
tanya Bu guru bingung.sejak Davin di rawat di rumah sakit,memang Queen tidak pernah bersekolah lagi entah apa alasan nya.
“queen tidak pernah bersekolah?apa ibu yakin?.”tanya James kaget.
“iya,saya cari-cari queen.tapi memang dia tidak pernah bersekolah,dokter Davin saya sangat menyayangkan ini padahal untuk ukuran anak berusia 2 tahun,Queen itu sangat pintar loh.”ujar Bu guru.
diam,Davin bingung sendiri mau menjawab apa.pada hal kedatangan nya ke sini tidak lain dan tidak bukan untuk bertemu Queen,tapi sial nya anindito ternyata satu langkah lebih cepat dari nya.
Anindito laki-laki kurang ajar itu benar-benar,aku akan merebut milik ku kembali.
Anindito menutup semua akses pertemuan antara Queen dan juga davin.tanpa menyisakan celah sedikitpun.
“kita langsung ke rumah sakit James!!.”
Davin tidak patah arang,ia segera meminta James langsung melajukan mobil ke rumah sakit.
***
“ayah hiks hiks,Queen mau ayah.”queen menangis terisak kencang.
“cup cup sayang,ayah kan sedang sibuk.queen seharus nya mengerti,kalau ayah tidak sibuk lagi ayah pasti akan datang.”bisik Almera menenangkan.
“ada apa sayang?kau belum berangkat kuliah?.”
Anindito yang hendak pergi ke rumah sakit tempat ayah di rawat langsung mendekati Almera.
“dia masih panas?.”gumam Anindito bingung.
ayah lagi?.
Anindito langsung menghela nafas sangat panjang.ia langsung menatap ke luar,berusaha untuk menetralisir amarah yang melanda.
“kau belum berangkat jualan biar Abang yang menjaga Queen?.”
tawar Anindito.
selain menjadi seorang mahasiswi di fakultas keguruan.almera juga melanjut kan jualan gorengan nya,untuk tambah tambah dana kuliah.
“queen terus merengek bang,mau di gendong terus.aku tidak bisa berjualan.”almera menimang-nimang tubuh sang putri.
“ayah hiks hiks...”
“apa dia rindu dengan dokter Davin ya bang?.”
“kau mau menemui nya?.”
walaupun menutup semua akses untuk Davin bertemu dengan Almera dan queen.anindito tidak mau egois,hanya karena ego semata Queen harus berkorban.
“aku tidak mau bang,Queen sudah ketergantungan dengan dokter Davin itu tidak baik, bagaimana pun beliau tetap lah orang asing.”jelas Almera singkat.
__ADS_1
“mau ayah hiks hiks,bunda....”queen terisak, suhu tubuh nya meningkat drastis.
“kita tidak punya pilihan Almera,sekarang ayo cepat ganti baju mu!.kita akan membawa Queen ke rumah sakit sekalian menjenguk ayah!.”
Almera mengangguk kan kepala singkat,setelah bersiap Anindito langsung melajukan mobil menuju ke rumah sakit militer.
dalam sekejap, formalitas yang di butuh kan sudah selesai berkat anindito.
“apa dia baik-baik saja?.”tanya Almera pada dokter.
“anak anda lahir prematur ya kapten anindito?.”perempuan yang memakai seragam army bertanya.
“dia keponakan saya letnan!bukan anak.saya masih single sampai sekarang,gila saja saya menikahi adik sendiri.” umpat Anindito tidak terima.
“abang.”almera mencubit kencang lengan sang Abang,sebagai perintah untuk tetap diam.
“tolong di gendong anak nya nona, saya akan memasangi nya infus.”
“letnan!bagaimana bisa anda sekeji itu! keponakan saya masih sangat kecil,kasihan tangan nya yang mungil di tusuk infus!.”kesal anindito tidak terima.
“kalau anda tidak tau,lebih baik Anda diam kapten.keponakan anda harus di infus,dia terkena DBD.”jelas nya.
“cup...cup...Queen sayang jangan merengek yah?.kau harus tenang,jangan banyak bergerak.”almera menggendong tubuh Queen.
“mau ayah buunda....”isak nya.
“ayah akan datang,dia tidak mungkin meninggalkan mu sendirian.tenang saja oke?.”
Almera menepuk-nepuk pelan punggung Queen,berusaha menenangkan sang anak.supaya tidak banyak bergerak dan menyebabkan jarum infus tidak terpasang sempurna.
“huwaaaaa sakit...”
“akhhh....sakit...”
“ayah...huwaaaaaa...”
suara tangis Queen langsung menggema nyaring.
Anindito mulai kelabakan,tapi sekuat tenaga dia menahan tangan Queen supaya tidak banyak bergerak.
“ayah... huwaaaaaa sakit...”
“ayahhhhh...Ndak mau....hiks hiks...sakit Ndak mau...”
“lepas lepas Ndak mau...huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!.”
kali ini teriakan Queen lebih nyaring,membuat Almera semakin mendekap tubuh sang putri.
“tenang hanya sebentar ya sayang?.”bujuk nya halus dan lembut.
__ADS_1
#like and komen.