
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
“abang kenapa serius sekali sih?.”
Almera melongok dari jendela kamar nya,memandang bingung ke arah Anindito yang tampak berbincang dengan para penjaga.
Tidak ada yang berubah Almera, takdir berpihak pada mu sekarang.
Almera mengulas senyum sangat tipis apa yang ia ingin kan sudah di dapat kan dalam jangka waktu yang cukup lama.
“bunda,hiks hiks...”
Dalam tidur nya Queen menangis,membuat Almera langsung berhamburan mendekap Queen.
“shut,jangan menangis sayang!di sini ada bunda.”
Almera berusaha menenangkan Queen,tapi bukan nya tenang Queen malah semakin terisak.
“ada apa Al?.”
Anindito melongok ke dalam kamar,ia melihat sang adik sibuk menenangkan Queen.
“biasa bang,nama nya anak kecil.suka nangis.”jawab Almera.
“kau pasti lelah kan sayang?biar Abang yang mengurus nya.”
Anindito mengambil alih tubuh gembul queen, lalu menimang-nimang nya perlahan.sementara Almera,ia memilih untuk membiarkan Anindito mengurus Queen, sementara ia memilih untuk tidur.
Tiga puluh menit kemudian.
Queen berhasil tidur,Anindito merebahkan tubuh Queen di sebelah almera.lalu menaruh bantal guling,supaya keponakan tercinta nya itu tidak jatuh saat tidur.
“selamat tidur,Almera Abang janji Abang akan melakukan segala hal supaya kau bisa hidup dengan tenang dan bahagia.tanpa bayang-bayang dokter Davin yang bodoh itu.”
Gumam Anindito pelan, setelah mengubah lampu ke mode tidur.anindito langsung berlalu pergi dari kamar Almera.
***
Pukul 06:53.
“eughhh.”
__ADS_1
Di sebuah ruang rawat yang berada di rumah sakit mahendra.davin melenguh pelan,dia tidak bergerak sedikit pun walau ingin,karena tubuh nya benar-benar terasa sakit akibat tendangan yang di beri kan oleh anindito kepadanya.
“davin kau sudah sadar?.”tanya James.
“aku di rumah sakit,kenapa?dimana Queen dan juga Almera?.”
“diam dan berhenti mengoceh!lihat bibir mu baru di jahit,semalam kau membuat aku dan James ketar-ketir.kau kritis semalam karena pukulan kapten,sudah tau dia anggota pasukan khusus!kenapa kau masih mencari masalah dengan adik nya?.”dokter ridho bersungut-sungut tidak suka.
Semalam,Davin memang mengalami masa kritis.karena itu James dan dokter ridho mati-matian berusaha untuk menyelamatkan nya.
“dimana Queen dan Almera?.”
“aku tidak tau Davin,dari semalam setelah merawat mu kami tetap menunggu di sini.khawatir kau akan langsung pergi ke pangkuan illahi tanpa pamit pada kami.”jawab James serius.
“intan baru mengirimi ku pesan,dia bilang bahwa Almera membawa Queen untuk pulang semalam.”jawab ridho sembari membaca sederet pesan yang di kirim kan oleh intan.
“jam,t-tolong telpon Almera.tanya apa dia ada di apartemen?.”
“iya.”
James mengangguk kan kepala nya pelan,ia segera merogoh saku celana.
Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.
“almera tidak aktif.”jawab James ikut panik.
“aku harus mengechek nya!.”
“kau gila!kau mengalami patah tulang! butuh berbulan-bulan untuk sembuh!jangan banyak bergerak.apa kau buta tidak melihat kaki dan tangan mu di pasangi gift?.kau mau lumpuh ya?.”
Dokter ridho menahan tubuh Davin yang hendak beranjak dari tempat tidur,guna memeriksa di mana kah Almera sekarang pada kedua orang tua Almera.
“aku harus tau dimana Almera sekarang.”pinta Davin.
“james!kau saja yang memeriksa nya!.”titah dokter Ridho.
James mengangguk kan kepala nya pelan,ia segera berlari pergi menuju ke ruangan dimana ayah almera tengah di rawat.
Kosong.
Mata James langsung terbelalak melihat kondisi ruang rawat VVIP itu kosong tanpa penghuni.
Mereka ke mana?.
__ADS_1
“suster!!!.”panggil James.
“ya dokter,ada yang bisa di bantu?.”tanya suster yang bertugas di bangsal itu.
“dimana pasien kamar ini?.”
“oh beliau sudah di rujuk ke rumah sakit militer,keluarga pasien sendiri yang meminta nya.”
Apa?sial jangan-jangan kapten benar-benar menutup semua akses untuk Davin bertemu dengan Almera?.
James langsung berhamburan kembali ke ruangan Davin,ternyata di dalam sana juga ada mama Nita dan papa Mahendra.
“kenapa kau bisa ada di sini Davin?dalam keadaan seperti ini?. Almera juga sama,kami tadi sudah berkunjung ke apartemen tapi dia tidak ada.sebenar nya ada apa sih dengan kalian?.”mama Nita berceloteh nyaring.
“almera tidak ada di apartemen?.”gumam Davin bingung.
“iya!mama fikir Almera kabur,eh tapi ternyata baju-baju Almera dan Queen tidak ada di sana.eh mama fikir Almera menunggu mu di sini,tapi ternyata tidak.”
Mama Nita menoleh kesana-kemari,tadi ia sempat berfikir Almera pergi untuk menjaga Davin yang sakit,ternyata tidak.
“almera tidak mungkin pergi kan?.tidak,dia tidak mungkin meninggalkan ku pergi dari sana.”davin bergumam bingung.
Dari dalam lubuk hati yang paling dalam,Davin benar-benar panik karena kepergian Almera.
“dav,ayah mertua mu juga sudah di pindahkan ke rumah sakit militer.apa jangan-jangan semua ini ada hubungan nya dengan kapten yang ingin menjauhkan mu dari Almera?.”
Sial,Anindito merencanakan semua nya dengan matang.tanpa membiarkan ku berfikir sebentar saja.
Davin menghela nafas,rasa nya dia ingin mengoceh panjang lebar sekarang.tapi,karena luka jahitan yang di derita nya,Davin tidak bisa melakukan apa-apa kecuali meringis dalam hati.
“davin,ada yang ingin kau katakan?.”tanya papa Mahendra.
“bagaimana bisa semua ini terjadi secara kebetulan.apa Almera benar-benar pergi membawa cucu kesayangan mama?.oh no dav!i hate this.semua ini salah mu!mama tidak mau tau!kau harus mencari keberadaan mereka secepat mungkin.”mama Nita mulai berkaca-kaca, membayang kan akan berpisah dari cucu kesayangan.
“dav,papa yakin tidak ada asap tanpa api.sekarang jawab papa dengan jujur apa Almera mengetahui semua nya?.”
“bukan Almera,tapi kapten anindito om.dia yang membuat Davin kritis semalam,dia hampir membunuh Davin karena menendang organ-organ vital yang sangat rawan!karena itu kondisi Davin sekarang begini.”jawab James menyerobot.
“dia yang membuat mu seperti ini?.”tanya mama shock.
“iya Tan,untung ada aku.jika tidak mungkin Davin akan benar-benar mati di tangan anindito,Anindito adalah kapten pasukan khusus teknik berkelahi nya tertata rapih dan juga bagus.sedang kan Davin,otot nya saja yang bagus.ini semua karena kesalahan mu Davin!untuk apa coba mencari masalah dengan nya?. bagaimana jika semalam kapten Anindito benar-benar membunuh mu.”
James berkacak pinggang,menatap tajam ke arah Davin yang hanya termenung mendengar semua perkataan nya.
__ADS_1
“wajar,jika aku yang ada di posisi Anindito.aku tidak hanya membuat Davin kritis tapi membuat nya koma bertahun-tahun lalu tiada dalam sekejap.”sahut papa sinis.
# Like, komen and vote ya readers kesayangan author, love you so much.