
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
“hai Almera,bagaimana hari mu?.”
“al baik-baik saja bunda,terima kasih sudah mau menerima ku dan memaafkan semua kesalahan yang sudah ku perbuat.”
Almera berhamburan mendekap tubuh sang bunda,tidak ada lagi tangisan atau semacam kesedihan.almera terus mengulas senyum bahagia, Karena hal yang ia fikir kan hanya mimpi sekarang terkabul.mendapatkan semua yang ia ingin kan tanpa syarat.
“ini apa?.”tanya bunda menunjuk ke arah dua kotak berisi gorengan.
“gorengan bunda,memang nya bunda tidak tau?.”tanya Almera polos,mata nya berkedip-kedip pelan.
“iya sayang bunda tau itu gorengan, bunda hanya bertanya untuk apa gorengan sebanyak itu.”
“jualan lah bun.”
“untuk apa kau berjualan? Di rumah ini semua kebutuhan mu sudah tercukupi.mau makan sudah ada yang masak,mau pergi ada sopir yang mengantar.butuh uang,tinggal bilang bunda.bunda bisa memberikan nya untuk mu.”
Bunda berceloteh panjang lebar,bukan melarang.lebih tepat nya tidak suka dengan sikap Almera,semua nya tercukupi di sini.
“bunda,aku mau bekerja.aku sudah punya anak,tidak mungkin kan aku terus bergantung pada keluarga ini?.”bujuk Almera.
“kau mau bekerja?.”
“iya bunda.”
“kalau begitu kuliah lah dulu,ambil jurusan yang kau suka.kau boleh bekerja setelah tamat kuliah,untuk sekarang kau hanya boleh fokus pada kuliah mu dan juga Queen,tidak boleh bekerja.”titah bunda.
Kuliah?.
Mata Almera berbinar seperti anak kecil yang mendapat kan permen.ia benar-benar bahagia, membayangkan akan kuliah menjadi wanita karir yang selama ini menjadi cita-cita.
Di dukung latar keluarga yang semua nya adalah orang-orang berpengaruh, Almera yakin setelah tamat kuliah dia tidak akan kesulitan mencari kerja.
“kau mau sayang?.”
“mau bunda!!!.”
Pekik Almera bahagia.
“bundaaaaaaaaa!!!!.”
“abangggg!!!!.”
__ADS_1
Almera memekik kencang,ia segera berhamburan ke dalam kamar.dan benar saja, Anindito asyik menggangu keponakan nya dengan cara membawa lari seragam sekolah Queen.
“abang jangan jadi anak kecil!Queen saja sudah merepotkan.”almera mengoceh panjang lebar.
Bukan nya takut,Anindito si pria tampan dengan tubuh kekar itu malah semakin tertawa kencang seakan benar-benar bahagia menggangu keponakan kecil nya ini.
“sini sayang,kau kedinginan?!.Abang lihat bagaimana bisa om membiarkan keponakan nya berjalan sendirian tanpa baju.”oceh Almera.
“kau yang bodoh!.”umpat Anindito.
“al,Abang tau kau ingin yang terbaik untuk Queen.tapi bukan begini cara nya,dua maaih kecil.bagaimana bisa kau memaksa anak sekecil Queen sekolah,umur nya baru dua tahun almera.guru terbaik untuk anak-anak seusia itu adalah kau bukan orang lain!.jangan membuat Queenby menjauh dari mu karena berfikir bunda nya tidak punya waktu untuk mengajari nya.”
“aku hanya mendengar kan saran dokter Davin,ku pikir itu baik untuk queen.”
“no,Queen mau sama bunda Ndak mau sekolah lagi.”
Queen mulai merengek,ia menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Almera, pertanda tangis nya akan pecah Sekarang.
“davin bukan ayah kandung Queen!dia juga bukan bagian dari hidup mu!Davin tidak berhak ikut campur.”sahut Abang dingin.
“queen sayang,diam ya?.Queen ingat kan harus sekolah?nanti teman-teman rindu dengan Queen.”almera menimang-nimang Queen.
“ndak mau!!Queen mau pulang ke rumah kita yang duluuuu!Ndak mau sekolah hikhiks.”queen mulai histeris.
“sayang,kau harus sekolah Queen bilang kan mau jadi dokter.”bujuk Almera.
Tanpa bisa di cegah,Queen berhamburan ke bawah mengadu kepada sang nenek.
“queen sayang...”
“tunggu Al,biar kan saja Queen tidak menyukai mu untuk saat ini.”
Abang menggengam lembut tangan Almera,menahan sang adik untuk tidak mengejar Queenby.
“aku mau yang terbaik.”
“apa kau tidak sadar satu hal Almera?.Queen baru berumur dua tahun, anak-anak umur itu bukan saat nya untuk sekolah.mereka harus sekolah nanti,kau tau kan?mereka butuh waktu bersama bunda nya, sebelum beranjak balita dan mengikuti sekolah.ini saat saat nya mereka berada dalam dekapan sang ibu, mengerti lah Almera jangan sampai kau menyesali nya.”
Anindito menggengam kedua tangan Almera, memberi pengertian pada sang adik.
Almera tidak salah,saat itu dia memang hanya menuruti keinginan dari Davin.almera fikir,dengan Queen sekolah Queen bisa lebih memahami banyak hal,dan Almera bisa berjualan tanpa khawatir dengan kehadiran sang anak.
tapi sekarang,Almera sudah sadar menyekolahkan anak terlalu dini memberi resiko yang besar terhadap dampak pisikis dan fisik nya.
“aku tidak akan membiarkan Queen pergi sekolah lagi bang,aku janji.aku akan menjaga Queen dengan baik,bahkan sangat.tidak ada yang tidak mungkin,aku akan tetap berada di sebelah nya aku janji.”
__ADS_1
kau benar-benar bagus Al,dengan begini Abang akan dengan mudah menutup semua akses supaya Davin tidak bisa bertemu dengan mu lagi.
Abang mengulas senyum tipis.ia langsung menghadiahi kecupan singkat di dahi Almera.
“abang sayang al.”
“al juga.”jawab Almera.
dokter Davin,Almera adalah putri keluarga ini begitu juga queen.kau seharus nya bersyukur sampai sekarang aku belum memberitahu Almera,atau mungkin dia sudah bunuh diri sekarang.karena orang yang datang untuk nya,memiliki niat terselubung.
“al,jawab Abang dulu!apa kau suka pada dokter Davin?.”tanya Anindito serius.
“apa maksud Abang?.”tanya Almera dengan dahi berkerut.
“kau menyukai dokter Davin?.”
“Aku menyukai nya sebagai seorang teman bang,tidak lebih.”
“abang mengerti,sekarang turun lah.kita akan ke rumah sakit untuk menjenguk ayah!.”
Almera mengangguk kan kepala nya pelan,ia segera berlarian turun ke bawah untuk sarapan bersama.
dert,dert....
[bagaimana kapten?kami sudah stay di rumah sakit?]
[kalian bisa memukul nya,jika ada yang mengacak akan melaporkan pada polisi.sebut saja nama ku,kalian harus membuat nya terbaring lebih lama di rumah sakit].titah Anindito.
Tut.
panggilan di mati kan oleh anindito.
“almera!ambil kan sarapan untuk Abang mu!.”titah bunda yang masih menggendong Queen.
“cih!ternyata Abang manja juga ya?. bagaimana bisa Abang yang selalu mengangkat senapan besar masih mau di ambil kan makan oleh bunda.”almera mencibir.
“diam lah!kau juga masih kekanak-kanakan.”umpat Anindito kesal.
senyum tipis terukir di bibir Almera,ia segera mengambilkan sang Abang roti kacang.
“queenby mana?.”
“lagi sama bunda,masih merajuk.”
“dia mirip dengan mu waktu kecil,sering merajuk.”ledek Anindito.
__ADS_1
diam,Almera langsung tertawa.sifat Queen sangat mirip dengan nya hobby merajuk.