
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Rumah sakit.
“dokter,Queen akan baik-baik saja sendirian kan?.”tanya Almera ragu.
“tentu saja,dia putri kita yang pintar...”
“tapi aku....”
“oh ya, karena jam terbang ku yang terlalu sibuk aku sampai lupa memberikan mu oleh-oleh khusus dari Singapura.”
Almera yang masih memegangi kotak,hanya menatap bingung ke arah davin.sudah dua hari berlalu sejak kembali nya Davin dari Singapura,tapi laki-laki itu sama sekali tidak memberi nya oleh-oleh dan nati sekarang.
Bukan nya itu sudah cukup lama?.
Almera menatap bingung ke arah pria dewasa dengan jas putih ini.
“ini!di Indonesia sebenar nya banyak tapi tidak istimewa karena mereka tidak jalan-jalan naik pesawat dulu ke Singapore.”
Ujar davin.tangan nya mengulur kan sebuah kotak berbentuk persegi,di tambah ikatan pita berwarna merah muda di sana.
“ini,bagaimana anda bisa tau....”gumam Almera tidak percaya.
“menurut mu?!selama seminggu di Singapore aku hanya bisa menghubungi mu sekali,itu karena handphone mu rusak kan?kenapa tidak bilang James saja, dia bisa membelikan mu handphone bunda ku sayang.”
Bunda ku sayang?.
Almera tertegun,mata nya membulat dengan pipi yang bersemu merah.
“ini handphone untuk mu bunda,ada nomor ku di sana,nomor James,intan dan ridho.kalau terjadi sesuatu pada mu,kau bisa menelpon ku.”
Ujar Davin.
“dok ini benar-benar tidak perlu, handphone saya sedang di perbaiki.saya benar-benar tidak enak,jika terus merepotkan anda.”
“bunda,aku benar-benar tidak menyukai sikap mu ini,sudah berapa kali aku bilang.aku tidak pernah merasa direpotkan oleh mu This is my responsibility to you guys, I don't mind.”kesal Davin.
“terima kasih banyak dokter.”jawab Almera malu.
“kau terlihat sangat cantik bunda.”
__ADS_1
Tangan Davin refleks terangkat, menepuk-nepuk pelan kepala Almera yang kali ini rambut panjang nya hanya di kucir kuda.
Siapa gadis itu?bagaimana bisa Davin terlihat santai saat bersama nya?.bukan nya mommy bilang Davin belum menikah karena masih menunggu ku?.bagaimana bisa dia dekat dengan gadis kumuh dan tidak stylish itu sih?.
Seorang gadis mengamati dari tempat yang tidak jauh,Mata nya menatap tajam interaksi lembut dan sopan antara Davin dan Almera.
Tangan gadis cantik itu mengepal pelan, mencengkram rantang berisi sarapan untuk Davin di tangan sebelah kiri nya.
“davin!aku merindukan mu!.”
Sret.
Bukan Davin nama nya jika tidak bisa menghindar,gerakan nya yang gesit membuat mirea mendesis kesal.
Aku baru sadar,selain tampan ternyata dokter Davin sangat gesit.
puji Almera dalam hati.
“mirea! apa-apaan kau ini?main peluk saja.”kesal dav.
“davin,kau tega sekali pada ku.aku kan tidak salah,sejak aku pulang dari Korea kau belum menemui ku.saat aku ke rumah mu,kau marah-marah.”
mirea memberengut karena kesal.menatap kesal ke arah Davin,kaki nya juga ikut menghentak hentak di lantai.
“tante bilang kau tidak pernah sarapan lagi di rumah,karena itu aku membawakan mu ini.”jawab mirea,menenteng rantang berisi makanan untuk nya.
“aku sudah sarapan kau telat.”kesal Davin.
“davin!kenapa akhir-akhir ini sikapmu berubah pada ku?apa karena perempuan ini!.”
Almera tersentak kaget saat mirea dengan tiba-tiba menunjuk ke arah nya.
“saya tidak tau apa-apa nona.”jawab Almera bingung.
“dav,I really don't like your current attitude.bagaimana bisa dalam sekejap kau berubah.”gumam mirea.
“bunda pergi lah dari sini ya?.langsung ke kantin saja,nanti aku akan segera menyusul.”davin mengusir Almera secara halus.
bagus dokter,aku memang menunggu anda untuk mengusir ku secepat nya.
Almera segera berlalu pergi dari sana,menghindari tatapan tajam dari mirea.
“kau lihat ini?!lihat dan perhatikan dengan baik-baik dan seksama.”
__ADS_1
Davin mengangkat tangan kanan nya,menunjuk kan ada sebuah cincin di sana.
itu adalah cincin nikah,mirea tidak sebodoh itu.laki-laki hanya akan memakai satu cincin,cincin yang menjadi penunjuk sebuah hubungan.
“ahhh,kau merencanakan semua nya dengan matang ya?. sampai-sampai meminta toko perhiasan untuk membuat kan mu cincin pernikahan.”jawab mirea terkekeh.
brugh.
Davin menghentak kan tangan mirea kasar,sampai membuat rantang berserakan di lantai.
“diam lah?dan jangan ganggu aku.bagaimana bisa harga diri mu turun sangat drastis mirea?.bagaimana bisa kodrat mu yang dulu selalu di kejar oleh laki-laki berubah drastis?.bukan nya aku sudah bilang!aku sudah memiliki kekasih,dan jangan menggangu ku lagi.”lirih Davin penuh marah.
“dav!aku tidak menurun kan harga diri ku untuk mu mengejar mu,harga diri ku terlalu tinggi.tapi aku membawakan mu makanan!niat ku baik davin.kita tidak punya hubungan apa-apa,tapi....kita adalah sahabat kecil.”jawab mirea lirih.
“karena aku masih menganggap mu sahabat kecil ku dan juga adik dari sahabat baik ku,aku masih mentolerir sikap mu.”ujar Davin menahan kekesalan.
“dan ya,jaga sikap mu selama berada di rumah sakit ini.ini adalah rumah sakit milik keluarga Mahendra,dan kau hanya anak dari sahabat baik anggota keluarga Mahendra.kau bukan putri keluarga ini dan juga menantu nya,jadi jangan bersikap seakan-akan kau nona muda.kalau kau sampai melakukan itu lagi,aku akan menyebarkan surat perintah untuk menahan mu supaya kau tidak di izin kan untuk masuk lagi kemari.I'm serious about what I just said.”
“aku adalah calon istri mu!.”
Mirea memekik kencang karena kesal.
Pekikan yang berhasil mengundang semua orang untuk menatap ke arah mereka berdua.
“calon istri?bagaimana bisa kita tidak mendengar kabar tentang itu?.”
“ah sial,gadis itu berhasil merenggut hati cinta ku.”
“bagaimana bisa seperti ini?aku benar-benar tidak percaya,ku fikir dokter Davin sedang dekat dari ibu anak yang bermata abu-abu.”
“hah aku pada hal berfikir mereka adalah keluarga kecil.aku lebih suka dokter Davin bersama mba Almera,orang nya baik.”
“iya,walaupun janda kan asal dokter Davin dan mba Almera sama-sama suka.”
“aku lebih suka nona Almera,dia sangat sopan dan santun.tidak seperti nona mirea,sok berkuasa.”
“diam!jangan menggunjing ku!kalian tidak berhak menghina calon menantu keluarga Mahendra!!!!.”bentak mirea kesal.
“kau lihat?.”
Davin maju satu langkah ke depan, tersenyum sangat tipis pada mirea.
“mereka bahkan mampu menilai,siapa dan apa yang berhak bersanding dengan seorang Davin Mahendra.dan kau tau?bukan nya hanya aku yang menganggap kau tidak pantas,tapi semua orang.”sindir Davin pelan namun menusuk.
__ADS_1
# Like, komen and vote ya reader.