Baby Girl CEO

Baby Girl CEO
Davin and anindito.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


“hufhh,operasi telah selesai.”ujar dokter ridho,sebagai dokter bedah jantung untuk operasi jendral.


Davin bernafas lega,tubuh nya langsung limbung.untung dokter lain nya langsung sigap menahan tubuh nya.


“kau baik-baik saja pak CEO?.”ledek dokter ridho.


“berhenti meledek ku ridho!aku hampir gila!.”delik Davin kesal.


“kalian semua bereskan ruang operasi!dan ya!awasi pasien dalam 24 jam terakhir itu adalah jam-jam kritis nya.biar aku memberitahu keluarga pasien.”


Sebelum berlalu pergi dari sana dokter ridho lebih dulu menepuk pelan pundak Davin.seakan meyakinkan teman nya itu,bahwa semua sudah selesai.


Cit.


Pintu terbuka.semua anggota keluarga sudah berkumpul,tapi satu hal yang membuat dokter ridho terpaku, kehadiran Almera yang tidak jauh dari sana.


“dokter, bagaimana keadaan ayah saya?.”tanya Anindito.


“operasi pemasangan ring jantung berjalan dengan lancar.”jawab dokter ridho singkat.


Dalam diam nya,Davin yang masih berada di belakang dokter Ridho menatap Almera yang berada dalam dekapan Reno.


Bagaimana bisa dia begitu nyaman dalam pelukan brondong kurang ajar itu di banding kan dengan ku.


Davin menatap tajam ke arah tangan Reno yang merangkul mesra lengan almera.


“ayah mu baik-baik saja Almera,operasi nya berjalan dengan lancar.”bisik Reno lirih.


“ini semua salah ku Reno,seharus nya aku tidak pergi waktu itu.kenapa aku pergi?aku penasaran apa jika ayah tau aku di perkosa,ayah bisa menangkap laki-laki itu?.”


Almera berujar sembari terisak dalam dekapan dada reno.ia terus mencengkram ujung kaos yang di pakai oleh sang sahabat.


tidak Almera,jangan kan ayah mu.hukum saja tidak bisa menghukum Davin,karena kalian adalah pasangan yang sah.


batin dokter ridho yang tidak sengaja mendengar kan percakapan antara Reno dan juga Almera.


“hiks-hiks...hah,ren...”


Reno yang tadi masih menatap bingung ke arah dokter Davin,langsung mengalihkan pandangan nya ke arah almera.begitu merasakan cengkraman di kaos yang tengah ia pakai semakin mengerat.


“arin,kau baik-baik saja.”


Reno langsung menahan berat badan Almera yang mulai lemas.


“arin,ada apa dengan mu?.”tanya Reno panik.


“ada apa?!Bun,bunda bangun!hey!.”


melihat kondisi semakin tidak kondusif,terutama Almera yang telah pingsan dalam dekapan Reno.davin langsung berlari mendekat, mengecek keadaan nya.


“dia harus di rawat!.”


“tunggu dokter, biar saya yang menggendong nya.anda pasti lelah.”


saat Davin hendak menggendong tubuh Almera,Reno lebih dulu mengambil alih.

__ADS_1


“ayo!!!.”


aku tidak yakin hubungan antara Almera dan dokter Davin hanya sebatas itu.


Anindito yang berdiri tepat di depan ruang operasi, memandang bingung ke arah Davin yang terlihat sangat mengkhawatirkan Almera.


“abang.”


“iya bunda,ada apa?.”


“tolong ikuti mereka,lihat keadaan almera.”


“tidak Bun,Abang harus di sini.ayah masih membutuhkan kota di sini.”tolak Abang halus.


“bunda percaya pada Reno,tapi dokter yang bermasker itu.”gumam bunda bingung.


“dia orang baik bunda,aku dan Reno mengenal nya.beliau yang selama ini membantu Almera dan Queen,jadi bunda jangan khawatir.”jawab Anindito berusaha tenang.


“tapi, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Almera,bang?.”tanya bunda lirih.


“bunda.”


Anindito memegang lembut kedua bahu bunda, berusaha menenangkan wanita yang sudah melahirkan nya dan Almera di dunia ini.


****


Dert,dert.


“suster intan,tolong kau lihat keadaan Almera dulu,aku ada telpon.”


Pinta Davin pada suster intan,sebelum berlalu pergi dari sana.


“keadaan nya baik-baik saja,jangan khawatir.mungkin nona Almera hanya kelelahan,tunggu lah!beberapa saat lagi pasti nona sudah siuman.”jelas suster intan.


“hufhhh....”


“tolong tetap di sebelah nya,mungkin beliau akan segera sadar sebentar lagi.kalau begitu permisi mas,saya pamit undur diri.”


suster intan langsung pamit undur diri setelah semua tugas nya terlaksana.


“arin,semua sudah berlalu.ayah mu akan baik-baik saja,dokter Davin terlihat sangat mencintai mu.aku yakin,dia mampu membuat mu bahagia dan bangkit dari keterpurukan, karena itu sadar lah.semua ini benar-benar menyiksa ku sekarang.”


bisik Reno lirih,sembari memandang Almera yang masih terus memejam-kan mata nya.


di luar.


[halo Davin?kau dimana sekarang?kenapa belum pulang.queen sedang tidur siang, sedari tadi dia terus menanyakan kapan ayah dan bunda akan menjemput nya?]cerocos mama Nita.


[salam dulu ma!.]


[oh iya,mama lupa.assalamualaikum].


[wa'alaikum sallam,maaf ma.davin tadi ada operasi darurat,pemasangan ring jantung dengan dokter ridho....]


[lalu?kenapa belum pulang?!Davin kau bukan bujangan lagi nak!kau sudah punya putri kecil jangan terlalu gila bekerja].


huffhhh.


Davin menghela nafas kasar,menyandarkan tubuh nya didinding.mama Nita selalu saja memotong perkataan nya.

__ADS_1


[dav tau mah,Davin dan Almera akan segera pulang.tapi nanti]


[Davin,bukan nya mama tidak suka pada Queen,tapi mama kasihan.kau tau?dia sudah merajuk karena kalian tidak menepati janji untuk menjemput nya melainkan mengirim elo].


[masalah nya yang sedang dav operasi sekarang,bukan orang sembarangan.melainkan ayah mertua yang harus melakukan pemasangan ring].


[apa?!!!.]


“dokter Davin?.”


Davin yang sibuk menerima telepon dari sang mama,langsung menoleh.saat seseorang menyapa nya.


[mah,aku sedang ada urusan.secepat nya aku akan pulang untuk menjemput Queen,see you assalamualaikum].


Tut.


“tuan Anindito,lama tidak bertemu.”sapa Davin ramah.


“dimana adik ku di rawat dokter?.”


“ada di ruangan sebelah sana, dia sedang di jaga oleh reno.”


“bisa kita bicara berdua dokter?.”


berdua?apa yang ingin di bicara kan Anindito dengan ku.


Davin terdiam beberapa saat,sebelum kepala nya mengangguk.tanda setuju.


“ikut ke ruangan ku!.”ajak Davin.


“tolong jaga juga kamar ini!Adik ku sedang di rawat di dalam sana.”


sebelum benar-benar pergi dari sana, Anindito memberikan perintah lebih dulu kepada seorang berseragam army yang tengah berdiri di samping nya.


“siap laksanakan kapten! hormat.”


“hormat!.”


setelah membalas hormat yang di lakukan bawahan nya, Anindito langsung mengekori Davin menuju ke lantai teratas gedung ini.lebih tepat nya ke ruangan CEO.


“duduk lah?!anda mau minum apa tuan Anindito?.”


“mungkin segelas kopi,bisa menenangkan fikiran.”jawab Anindito singkat.


“em.”


Davin segera membuat dua gelas kopi, seperti pesan dari Anindito.


tidak lama,harum semerbak kopi tercium dari dapur mini yang ada di ruangan CEO.


“silahkan di minum.”


“terima kasih.”anindito menjawab singkat.


“tidak perlu sungkan.”


“bagaimana keadaan adik ku dokter?.”


“dia akan segera sadar.”

__ADS_1


# Like, komen and vote ya reader.


__ADS_2