
“siang mas?.”
Reno mengangguk kan kepala nya pelan,melihat para tentara yang sedang berjaga di depan pintu rawat queen menyapa nya dengan penuh hormat.
“siang juga.”
sapa Reno sebelum berlalu masuk ke dalam ruang rawat queen,sembari menenteng sekotak martabak kacang kesukaan Almera.
“ren,kau datang?.”sapa Almera.
“menurut mu apa lagi?kau fikir aku tidak akan datang kesini hah?!.”reno bersungut-sungut tidak suka.
“ini!aku sudah membeli nya untuk mu.”reno mengulur kan sekotak martabak ke arah Almera.
“terima kasih,aku lapar.”
tanpa basa-basi Almera segera melahap martabak yang di beri kan oleh Reno
Reno terdiam,sejenak mata nya melirik ke arah queen yang masih terbaring lemah di atas brankar pasien.kasihan sebenar nya melihat kondisi queen,dia masih sangat kecil tapi sudah banyak menghadapi permasalahan.
“apa kau tidak mau mempertemukan nya dengan dokter Davin?siapa tau dia sakit karena merindukan ayah nya?.”tanya reno.
walaupun masih membenci Davin sampai detik ini,Reno tidak bisa menghentikan diri untuk tidak mengkhawatirkan queen.
“dokter Davin?.”
“iya Al,jangan egois mungkin saja Queen sakit karena merindukan dokter Davin.”saran Reno.
“aku tidak bisa mempertemu kan mereka dalam waktu dekat ini.”
jawab Almera jujur,ia lebih dulu mengambil segelas air minum.
“aku tidak mau queen ketergantungan dengan dokter davin.bagaimana pun hubungan mereka hanya orang asing,dokter Davin bukan ayah kandung queen.bagi ku,hubungan kedua nya sudah lebih dari cukup.aku tidak mau mereka semakin dekat,dan menyebabkan Queen terlalu dekat dengan dokter Davin.bagaimana pun kelak dokter Davin pasti akan menikah,dan aku tidak mau queen menjadi benalu.”
lanjut Almera lagi.
sebagai seorang ibu,Almera tentu bahagia karena queen sudah menemukan sosok ayah dalam diri dokter Davin.tapi, tetap saja dalam lubuk hati yang paling dalam.almera tidak mau kelak, kehadiran queen menjadi benalu dalam kehidupan rumah tangga dokter Davin.
“mana handphone mu?aku mau pinjam sebentar!.”
tanya Reno mengalihkan pembicaraan.
“handphone sebentar?.”
Almera langsung merogoh tas di sebelah nya,hendak mengambil kan handphone.baru saja,ingin di ambil oleh Reno.handphone Almera kembali berdering nyaring.
__ADS_1
dokter Davin.
nama yang tertera di sana.
[halo assalamualaikum? selamat pagi dokter Davin,ada yang bisa saya bantu sampai anda menghubungi saya.]
[dimana kau sekarang Almera?kenapa kau meninggal kan apartemen ku tanpa pamit?.apa itu sikap mu,aku sudah] mencari keberadaan kalian,aku khawatir dengan kondisi queen.
[ah maaf dokter Davin karena beberapa hari ini saya sibuk,saya sampai lupa mengabari anda.saya sudah memutus kan untuk tidak tinggal di apartemen pembaerian anda lagi.]
[kenapa?apa kau tidak suka tinggal di sana?apa itu terlalu kecil untuk mu dan juga Queen.]
[bukan begitu dokter Davin,saya memang sudah memutus kan untuk kembali ke rumah orang tua saya].
[kau bisa menemui kedua orang tua mu tanpa pergi dari apartemen Almera,aku sudah memberi kan nya untuk mu dan queen.]
[tapi saya tetap tidak bisa dokter Davin,sudah cukup selama ini saya merepotkan Anda dokter.]
[aku tidak pernah merasa di repot kan oleh mu Almera.]
[anda memang tidak merasa di repot kan saya, tapi mah bagaimana pun anda tetap orang asing bagi saya dan juga Queen.tidak bagus rasa nya jika saya terus menerus menerima pemberian dari orang asing.]
[baik lah terserah pada mu,tapi aku sangat merindukan queen.bisa kah kau membawa nya untuk menemui ku?.]
Tut.
Almera langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak.
“ada apa?dokter Davin sangat merindukan mu ternyata?.”ledek reno.
“tidak, dia hanya bertanya pada ku kenapa aku pindah secara tiba-tiba dari apartemen nya.lalu dia menanyakan keadaan queen dan bisa tidak aku menemui nya?.”jawab Almera jujur.
ternyata dia sangat pandai bersandiwara,aku sudah menduga nya semua nya hanya sandiwara belaka.
reno terkekeh sinis.bagi nya sandiwara Davin sangat lah apik, sampai-sampai dia menelpon Almera.
“mana handphone mu aku pinjam sebentar!.”
“untuk apa?!.”
“mengganti SIM card,Abang yang menyuruh ku beliau tidak mau ada yang menggangu mu.kau kan sudah mulai membuka lembaran baru bersama dengan Queen”
“memang sampai harus begitu?."
Almera bertanya bingung,menurut nya semua terlalu berlebihan.
__ADS_1
“kau ini!ini adalah perintah Abang,mana berani aku melawan nya!.”
Almera hanya mengangguk kan kepala nya.sekeras apapun itu,Almera yakin Abang nya hanya ingin melindungi nya.
“ren,aku lelah.”
Almera menyandar kan kepala nya di bahu lebar Reno,menumpahkan segala kesulitan di bahu sang sahabat.
“kenapa?apa ada sesuatu yang membuat tidak bahagia?.”tanya Reno to the points.
“bukan itu ren,aku hanya lelah terus di hantui mimpi buruk setiap malam.”jawab Almera lirih.
“kau masih di hantui mimpi buruk?.”reno membelalakkan mata nya.
“iya,masih.bahkan akhir-akhir ini sangat sering,aku jadi bingung sendiri.”
jawab Almera pelan.
“hiks hiks.kau membuat ku sedih Almera,aku merasa tidak berguna menjadi sahabat mu.”
bukan nya Almera yang terisak, karena trauma yang tak kunjung sembuh.kali ini yang terisak adalah Reno,tangis nya memecah lirih.
“ren ada apa dengan mu?.”
Reno tidak menjawab,tapi dia langsung berhamburan mendekap tubuh Almera.terisak dengan kencang, menumpahkan segala keluh kesah yang ada.
“aku merasa tidak berguna sebagai laki-laki Almera,aku sahabat mu.aku juga sudah berjanji untuk terus berada di sebelah mu,melindungi mu tapi pada nyata nya aku tidak melakukan nya.maaf Kan aku Almera,semua nya adalah salah ku.”
Isak Reno lirih.sebagai laki-laki yang terus berada di sisi Almera,Reni merasa tidak berguna.karena sudah membiar kan hal-hal buruk menimpa Almera.
“no,ini bukan salah mu Reno jangan menangis seperti ini.kau membuat ku semakin sedih.”bujuk Almera.
“aku benar-benar bodoh,aku sudah berjanji untuk melindungi mu tapi hiks hiks, bagaimana bisa sebagai laki-laki aku benar-benar tidak becus?.”
Reno semakin terisak dalam dekapan Almera, menumpah kan segala kekecewaan nya.
“ren,kau tidak pernah salah jangan menyalah kan diri mu lagi oke?.”
“no,semua nya adalah salah ku!seharus nya aku tidak membiar kan mu sendirian dan memilih pindah.”
“ren,jangan menangis lagi.belum tentu pria yang memperkosa ku pernah menangis menyesali segala perbuatan nya pada ku?.”
deg.
# like komen and vote ya?readers kesayangan author bidadari ayah love u so much.
__ADS_1