Baby Girl CEO

Baby Girl CEO
harus ke Singapura?.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


“Ini kantor ayah ya?.”


Queen memasuki gedung bertingkat yang berada di area industri,di belakang nya terdapat tempat penghasil obat-obatan.


Ini adalah perusahaan yang di naungi oleh keluarga Mahendra, perusahaan yang bergerak di bidang farmasi.penyedia berbagai obat-obatan medis,dan alat medis yang sekarang pemasaran nya sudah melewati kancah internasional.


“bagaimana kita bisa berjualan di sini?.”


“jangan di Fikir-kan sayang,orang ayah sudah mengurus nya.”


“aku mau ke dalam!.”


“no,di dalam sana hujan.nanti kau sakit jika masuk ke dalam.”davin melarang,sembari memberi kan kotak gorengan pada petugas.


***


Siang hari nya.


“bun,bunda bangun!kau belum shalat Dzuhur!bunda!!!.”


Almera belum membuka mata nya,wajah cantik nya masih tertutupi dengan rambut-rambut hitam panjang yang menjuntai.


“bun,bunda...kau belum makan atau pun sarapan!.”davin menggoyang-goyangkan lengan Almera,membuat ibu muda itu melenguh pelan.


“dokter?anda masih di sini?.”


“iya,bangun dan shalat lah.aku dan Queen sudah memanaskan makanan!.”


Almera mengangguk kan kepala nya, mulai beranjak ke kamar mandi untuk wudhu.


Sementara davin sibuk di dapur memanas kan sup iga dan ikan laut sambal dari sang mama.


Dert,dert.


Telfon Davin berdering, kembali telfon dari rumah sakit.


Ah ada apa lagi dengan mereka?apa aku tidak bisa tenang sebentar saja?mau apa sih mereka ini?!.


“ayah kenapa tidak di angkat.”


Queen yang duduk di meja makan,langsung bertanya.


“ini telfon dari rumah sakit sayang.”


“apa ayah kan kembali ke rumah sakit?.”tanya Queen dengan mata penuh binar.


“kenapa kau suka ayah kembali ke rumah sakit?bukan nya sedih?.”davin memiring kan kepala nya karena bingung.

__ADS_1


“karena Queen mau jadi dokter ayah, orang-orang bilang itu pekerjaan mulia kenapa tidak?.”queen menjawab dengan sangat acuh.


“baik lah,sesuai perintah ratu.”


Davin langsung mengangkat telfon dari rumah sakit.


[Halo,selamat siang dengan dokter Davin Mahendra di sini.]


[Ah selamat siang dokter Davin,maaf menggangu.jarena prof Andrew tidak bisa datang untuk seminar di Singapura,rumah sakit ini mengirim kan anda.]


[Apa?saya?]


[Iya,itu adalah keputusan telak rumah sakit.]


[Terima kasih infonya.]


Tut.


Telfon langsung Davin matikan.


“ayah harus pergi sayang,mungkin akan sedikit lama.”pamit Davin,sembari menyahut kunci mobil.


“ayah mau kemana?.”rajuk Queen.


“ayah harus pergi ke seminar di Singapura, sebagai perwakilan dari rumah sakit.tapi ayah janji satu hal pada mu,ayah akan segera pulang dan membawakan banyak oleh-oleh untuk mu.”davin berjongkok,mengecup pelan dahi Queen.


“lama?.”tanya Queen lirih hendak menangis.


“queen!tidak boleh seperti itu,ayah kan harus pergi.besok kalau ayah ada waktu ayah akan datang lagi,Queen kan anak pintar jadi harus menurut ya?.”almera datang,masih dengan rambut yang basah karena baru selesai wudhu.


“tapi bunda....”


“queen,ayah sibuk kalau besok Queen jadi dokter kau pasti akan sibuk juga.jadi,biar kan ayah pergi ya sayang?.”bujuk Almera lembut.


“em, hati-hati ayah.”pesan Queen.


“bunda,aku titip Queen ya?.jaga putri ku baik-baik.”


Almera mengangguk kan kepala nya polos,belum mengerti kata-kata tersirat yang di ucap kan oleh Davin.


Bagi Almera,Davin memang menganggap Davin seperti ayah nya bagi Queen,terutama karena sikap pria muda yang lembut dan juga santai,membuat Almera nyaman berdekatan dengan Queen.


“aku pergi dulu.”


Sebelum berpamitan,Davin lebih dulu mengelus rambut Almera lalu mencubit pelan pipi nya.


“akkhhh! Dokter Davin saya habis wudhu jadi batal kan!.”pekik Almera kesal.


“sengaja...”


Davin memekik keras dari luar, membuat Almera memekik kesal menghentak kan kaki nya di lantai.

__ADS_1


“bunda,makan!.”rengek Queen.


“makan lah sayang,bunda mau wudhu lagi.”


Almera langsung berlari pergi menuju ke kamar mandi,untuk mengambil wudhu lagi.


***


“astaga!.”


suster intan menutup mulut nya tidak percaya.kedua mata nya terbelalak kaget, penuturan James tentang hubungan Almera dan Davin membuat nya jadi bingung sendiri.


“singkir kan tangan mu sayang,kau terlihat lucu.”james terkekeh pelan.


“jangan menyentuh ku!.”intan bersungut-sungut tidak suka.


“jadi anak itu benar anak dokter Davin,pantas saja.”ridho bergumam sangat lirih.


“pantas saja kenapa?memang nya dokter ridho pernah melihat nya apa?.”tanya suster intan tidak percaya.


”pernah,gadis mungil bermata abu-abu itu kan?.aku pernah tidak sengaja di tabrak oleh nya.”jawab dokter Ridho.


“lalu bagaimana dengan adik mu dokter James?bukan nya kau bilang dokter Davin cinta mati pada adik mu?. bagaimana bisa kau berfikir seperti itu?.”


James tersenyum manis.


“aku tau dulu Davin cinta mati pada adik ku,karena kegilaan nya itu dia bisa melakukan banyak hal.tapi,aku melihat sendiri perubahan davin.dia banyak berubah sejak bertemu dengan Queen dia banyak berubah,Davin yang sekarang bukan seorang pemuda yang mengejar cinta masa kecil nya.melainkan,seorang ayah yang memiliki tanggung jawab besar pada putri dan juga keluarga nya.”james mengulas senyum sangat tipis.


sekarang,Davin Mahendra bukan lah pemuda gila yang mengejar-ngejar cinta mirea.melainkan seorang ayah yang memiliki tanggung jawab terhadap putri kesayangan nya.cinta dan kasih sayang pada Queen,mampu mengubah davin dalam berbagai aspek.


“tapi bagaimana jika sudah bertemu dengan mirea dokter Davin berubah?.”tanya suster intan khawatir.


“kita semua adalah sahabat dekat Davin,tidak akan ada yang berubah dengan nya.”jawab dokter Ridho.


“wah suami model satu ini ternyata sangat mudah menganalisis.”ledek suster intan.


di antara empat sekawan ini,hanya Davin dan juga ridho yang sudah menikah.sementara James dan suster intan sama sekali tidak mempunyai hubungan apa-apa.


“kalian di sini!gila,aku mencari kalian sampai berkeliling ke rumah sakit.”davin berujar dengan nafas yang terengah-engah.


“selamat siang dokter davin.”


intan, dokter ridho dan juga dokter James langsung bangun dari duduk mereka yang awal nya duduk di lantai langsung berdiri membungkuk hormat ke arah Davin.


“ada apa?.”james bertanya.


“siapa yang membuat ku menjadi dokter yang akan di kirim seminar ke Singapura!yang benar saja,aku harus menjaga Almera dan queen.bagaimana bisa aku meninggal kan mereka berdua sendirian?ini satu Minggu loh! gila saja.”davin langsung mengoceh panjang lebar.


seminggu adalah waktu yang cukup lama,bagi Davin untuk meninggalkan Almera dan queen.tentu saja Davin tidak mau.


# Like, komen and vote ya reader.

__ADS_1


__ADS_2