
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Almera mulai menjual gorengan dan kue-kue yang ia buat pada dokter dan perugas rumah sakit yang sedang di kantin.
“hai mba Almera apa kabar?.”
“allhamdulillah,jauh lebih baik.”
“mba kami sedih loh.”
“kami fikir mba,calon istri nya CEO rumah sakit ini.”
“iya,eh ternyata nona yang sombong itu.pada hal mba sama anak mba yang lucu abis itu cocok loh sama dokter Davin,mirip keluarga bahagia.”
“kami setuju nya mba Almera sama pak CEO.”
Almera menatap bingung segerombolan perawat yang memang biasa nya,akan selalu membeli gorengan dan makanan nya.sekedar untuk sarapan,lalu duduk mengobrol di kantin sebentar sebelum menjalankan tugas.
Pak CEO?memang nya dokter Davin itu CEO ya?.
Almera bertanya-tanya dalam hati, masih enggan menjawab sedikit pun pertanyaan tidak masuk akal ini.
Almera menatap bingung ke arah para suster yang masih sibuk menggosip kan nya bersama dengan dokter Davin.sedikit menjengkel-kan memang,karena sesungguh nya Almera belum mengerti.
Dert,dert.
Reno?.
[Halo assalamualaikum ren?ada apa?]
[Kau kemana saja Arin?.aku menelpon dokter Davin dan bertanya dimana kau?karena ada operasi dokter memberikan ku nomor ini,dan kau tidak menjawab ku.]
[Maaf ren,aku sedang tidak fokus sekarang.ada apa ya?biasa nya kau tidak mengubungi ku pagi-pagi begini?]
[Ada kabar burukk arin]
[Kabar buruk?oh ayolah kebiasaan mu bercanda tidak berubah sama sekali.]
[Arin,kali ini aku benar-benar serius.kau sedang di rumah sakit Mahendra sekarang kan?.]
[Iya.]
[Ayah mu masuk rumah sakit,jantung dan darah tinggi nya kambuh.aku sudah berbincang dengan Dokter Davin, seperti nya ayah mu akan melakukan operasi pemasangan ring jantung...]
__ADS_1
Tut.
Almera langsung mematikan panggilan secara sepihak, berlari cepat ke arah ruang operasi.benar saja,ada bunda yang ada di sana duduk sembari terisak, meratapi seseorang yang sudah masuk ke ruang operasi.
“b-bunda...”
Bunda yang sedang duduk menoleh.mata nya terpaku, menatap ke arah sang putri yang berdiri tidak jauh dari nya.
“bunda.”
“kenapa kau ada di sini?.”
Bukan sebuah pelukan atau pertemuan penuh haru seperti yang Almera ingin kan.melainkan pertanyaan, yang menanyakan kehadiran nya.
“a-aku ingin melihat ayah.”
“kenapa baru sekarang?!kenapa setelah bertahun-tahun kau kembali di saat butuh!.”
Bunda bertanya marah.
“b-bunda aku...”
“diam Almera!apa yang terjadi pada ayah adalah salah mu.kemana kau selama ini Almera?!ayah mu mencari mu kemana-mana selama bertahun-tahun, tanpa peduli dia sedang sakit atau apa?!. tapi kau?kau hanya kembali saat butuh!.kami tidak membutuhkan kehadiran mu sekarang,kami mencari mu kemana-mana!.”pekik bunda marah.
mereka mencari ku?kenapa mereka mencari ku?.ku fikir selama ini tidak ada yang peduli pada ku.
“dan sekarang?setelah kau membuat nenek dan kakek murka untuk apa kau datang?!jangan memperparah keadaan ayah mu!.”bentak bunda frustasi.
“a-aku tidak tau!kalau kalian mencari keberadaan ku.”jawab Almera lirih.
“apa kau bodoh!kau putri tunggal kami! bagaimana bisa kau kabur dari rumah dan kami diam saja?.”tanya bunda tidak terima.
“kau membuat kami kecewa Almera.kami diam saat Anindito menguras habis tabungan nya untuk membelikan mu rumah dan juga uang!.dengan syarat kakek dan nenek tidak tau.tapi kau!kau membuat kakek memarahi ayah mu Almera!!!!.”
“a-aku...”
Almera mundur kebelakang.ada banyak hal yang menghantam batin nya sekarang,terutama tentang penyakit jantung yang di derita sang ayah.almera ingat dengan baik,sang ayah sangat menjaga pola makan dan olahraga.minim kemungkinan beliau akan sakit.
“bunda benar-benar kecewa pada mu Almera,kau tau kan apa yang di lakukan oleh Abang mu Dito.agar kau bisa kembali ke rumah? selain menentang ayah dua juga menentang kakek.yang berakhir dia kembali ke perbatasan.”
Bunda menoleh mata nya yang memerah menatap sendu ke arah Almera, putri bungsu nya.
“bunda,aku benar-benar...”
“diam Almera!kehadiran mu bisa memperparah kondisi ayah mu.jadi bunda mohon,kali ini pergi lah dari sini.”pinta bunda lirih.
__ADS_1
“bunda,aku hanya kau menjenguk ayah bunda.sekali ini saja,kondisi ayah benar-benar tidak baik.”almera terisak,terus berlutut di hadapan bunda.
“pergi dari sini Almera!jangan temui ayah mu untuk sementara ini.”
“bunda,bunda seharus nya tau kenapa aku pergi dari rumah....”
“cukup!!!!.”
bentak bunda tiba-tiba.
“aku sudah meminta mu untuk pergi dari sini baik-baik almera.tidak bisa kah kau sedikit saja kasihan pada perempuan yang sudah melahirkan mu ini?. bunda sedang pusing sekarang!suami bunda dan juga ayah mu tengah berjuang di dalam sana!di ruang operasi.dan di sini,kau bukan nya mendoakan nya tapi malah menambah beban nya!.apa tidak bisa kau pergi sebentar dari sini?!bunda tidak melarang mu untuk menjenguk ayah mu!tapi please Almera lihat situasi dan kondisi!.jangan melanggar perintah bunda!sekarang pergi dari sini dan kembali lah nanti.”
titah bunda terisak.
“pergi Almera!jangan membantah!!!.”
“a-aku pergi bunda, hiks hiks.aku akan kembali nanti untuk menjenguk ayah,dan ku mohon jangan usir aku lagi nanti.”
“hem.”
bunda hanya berdehem singkat.segera membelakangi Almera,guna melihat ke ruang operasi.lampu masih menyala, jendral tengah berjuang antara hidup dan mati.
ayah,sekalipun selama ini kau selalu bersikap tegas pada ku.aku tau bahkan sampai detik ini ayah masih sangat menyayangi ku,maaf aku sudah membuat mu berada di posisi ini.
Almera segera berbalik pelan dari sana.meninggal kan bunda yang berada di depan ruang operasi sendirian.
suami ku,kembali lah.kembali lah,kali ini Almera mu putri kita datang sendiri ke sini atas kemauan nya.ku mohon,bangun lah lagi.
bunda memandang ke arah depan,dengan pandangan kosong.
***
ruang operasi.
“dokter semua nya sudah siap!.”
Davin menoleh,hanya mata abu-abu nya yang terlihat sementara wajah tampan nya terlihat mengenakan masker bedah,di tambah pakaian yang membalut tubuh nya.
“aku ada di sini Davin!tenang saja.kita berdua akan menyelamat kan ayah mertua mu,jangan khawatir.insyaallah,Allah akan membantu kita untuk menyelamat-kan nya.”
dokter ridho tengah bersiap.ia adalah dokter bedah jantung di rumah sakit ini.
bismillah,bantu hamba mu ini ya Allah.ini tugas mulia,dan yang akan ku bedah adalah ayah mertua ku.aku tidak akan sanggup menatap Almera jika sampai terjadi sesuatu pada ayah nya.
Davin dan dokter ridho menoleh secara bersamaan,sebelum sama-sama mengangguk.
__ADS_1
“kita mulai operasi nya.”
# Like, komen and vote ya reader.