
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Reno memandang bingung ke depan.almera sekarang sedang tertidur di bahu lebar nya,berselimut kan jaket milik Reno.supaya rok yang di pakai Almera tidak tersingkap ke atas.
“Undaaaa....”
Reno terkesiap kaget mendengar queen melenguh pelan.
Secara perlahan reno meletak kan kepala Almera di bantal sofa, sebelum berlalu untuk menggendong tubuh gembul queen.
“omm renoo...”lirih queen.
“kau baik-baik saja sayang?.”tanya Reno.
“mau es krim!.”lirih nya pelan.
“oke kita ke kantin dulu ya?.”
Reno langsung menggendong tubuh gembul queen untuk pergi ke kantin rumah sakit,membeli es krim untuk sang princess gembul.sementara satu tangan nya lagi menarik pelan tiang infus milik queen.
“om,dimana ayah?.”
“ayah,tadi ayah sudah datang sewaktu queen tidur.”jawab Reno jujur.
aku tidak berbohong kan ya Allah?.kan benar tadi Davin datang saat queen tidur,walau pun dia tidak bisa bertemu dengan queen.
Reno membatin,sembari terus melangkah ke kantin.
begitu sampai Reno langsung memilihkan es krim untuk queen.
“kau bisa makan sendiri sayang?.kalau tidak bisa, kita duduk di sana dulu!.”
tawar Reno.
“ndak bisa.”jawab queen sangat lirih
“jangan merasa tidak enak sayang.”reno langsung duduk di salah satu bangku,lalu menduduk kan tubuh queenby di pangkuan nya.
“buka mulut mu dulu ya sayang?.”
queen mengangguk kan kepala nya pelan,mulai membuka mulut nya dan langsung menerima suapan es krim dari reno.
“ayah kenapa tidak datang om Reno?.sudah hampir seminggu queen tidak bertemu ayah,memang nya ayah Ndak rindu?.”queen bertanya lirih,mata nya mulai berkaca-kaca.
“tanya bunda saja nanti ya?sekarang queen habis kan dulu es nya?.”bujuk Reno.
“bunda Ndak pernah jawab om."
“kita bahas nanti ya sayang!.”
__ADS_1
“aaaa...”queen membuka mulut nya lebar-lebar,menerima suapan dari Reno.
“enak sayang?."
“enak ommmm.”
para tentara yang berkeliaran di kantin mengulas senyum tipis melihat keakraban antara Reno dan juga Queen,gadis gembul bermata abu-abu yang mereka kenal sebagai keponakan dari kapten Anindito yang artinya cucu jendral bintang tiga.
mereka semua berfikir,Reno adalah ayah dari queen melihat keakraban yang terjalin di antara mereka.serta tawa yang tidak berhenti menggema nyaring.
“om ayah tadi datang kan?.”
“tentu saja sayang,ayah mu kan benar-benar mencintai mu.”jawab Reno.
Anak adalah kertas putih yang masih polos,dan orang tua adalah tinta hitam yang siap membentuk anak itu sesuai dengan pribadi orang tua.
Reno tidak mungkin berbicara yang jelek-jelek tentang Davin,dia tidak mau kelak queen akan membenci ayah nya.sebisa mungkin,Reno akan menutup semua luka Almera dan masa lalu Almera sampai di diri nya sendiri.
Ya Allah,jangan sampai Almera mengetahui kabar ini aku tidak mau dia terluka.
Reno selalu menemani Almera ke psikiater.dan psikiater bilang,jangan sampai Almera mengetahui siapa yang memperkosa nya dalam waktu dekat.
“om,kenapa tidak om yang jadi ayah nya queen?.”
Deg.
Pertanyaan polos yang di keluar kan oleh queen berhasil membuat Reno membeku di tempat nya.
“memang nya kenapa?.om Reno baik,tampan dan nilai plus dari om itu bunda sayang sama om.bunda selalu nyaman sama om,bunda suka berada di sebelah om.”jawab queen polos.
mata abu-abu dan wajah yang sangat mirip Davin itu menatap ke arah Reno dengan pandangan lugu.
bagaimana bisa selama ini kau hidup dalam bayang-bayang orang yang memperkosa mu Almera?.
Reno memandang sendu ke arah depan,tepat dimana queen tengah memandangnya.
“kan sudah ada ayah davin.”
“ndak,ayah Ndak sayang queen.bukti nya ayah tidak datang,pada hal queen kan lagi sakit.”bocah dua tahun itu menggeleng kan kepala nya kuat-kuat.
“tanpa menjadi ayah queen,om Reno tetap sayang sama queen.queen jangan khawatir,apapun yang terjadi.sekuat apapun badai yang menerjang nanti,om janji tidak akan melepas kan tangan mu dan bunda.om akan berjuang bersama kalian.”reno mengait kan jari kelingking nya di jari kelingking mungil milik queenby Agnesia putri.
queen mengangguk kan kepala nya pelan.
“queen sayang om.”lirih queen dengan pipi bersemu merah.
“aku sayang pada mu Reno.....”
“kau ini!.”
Reno kecil menjentik kan tangan nya ke arah hidung mancung milik Almera,membuat sahabat kesayangan nya itu mengaduh pelan.
__ADS_1
“reno jahat!!!."
“jau yang jahat,masih umur lima tahun sudah bilang sayang sayangan.nanti aduin ke bang dito.”reno kecil bersidekap dada.
“ndak boleh begitu reno.”jawab Almera lirih.
“dengar kan aku baik-baik Almera!.”reno kecil menggenggam kedua bahu Almera,memaksa gadis kecil kesayangan nya untuk menatap pada nya.
“kau hanya boleh mengatakan sayang saat sudah besar!.dan itu harus pada suami mu,dan jangan pada orang lain mengerti?.”
“siap komandan!.”
Reno sejenak termenung,ia kembali mengingat percakapan dengan Almera kecil Lina belas tahun yang lalu.
dimana mereka hanya tau bermain dan tertawa,tanpa ada tangis.selalu saling menggandeng tangan bersama,sembari menyemangati diri.
aku merindukan masa-masa itu Almera,masa dimana kita hanya tau tertawa dan tertawa.
setelah menghabiskan secup besar es cream.reno langsung menggendong queen,hendak mengajak nya ke kamar lagi.
tapi di tengah-tengah perjalanan.langkah Reno terhenti,melihat Almera tengah menatap kosong ke arah depan.
dengan air mata yang mulai mengalir deras,membuat Reno membeku.
ada apa dengan nya?.kenapa Almera berjalan seperti zombie?.
Reno menatap bingung ke depan.sebelah tangan nya menutupi kepala queen berharap queen tidak melihat sang bunda dalam keadaan kacau.
“om kenapa berhenti?.”karena kepala nya di paksa untuk melihat ke belakang,queen memberani kan diri untuk bertanya.
“tidak sayang,tidak ada apa-apa.om hanya sedikit pegal,jadi queen tidur dulu ya?.”bujuk Reno penuh penghayatan.
“oke.”queen mengangguk patuh.
deg.
deg.
deg.
jantung Reno berdebar kencang,melihat Almera terus melangkah ke arah nya dengan langkah pelan.
“kau tau semua nya Reno?.”
sebaris kalimat yang langsung membuat Reno membelalakkan mata nya.
bibir bergetar itu seakan-akan,meminta sebuah jawaban yang memuaskan.
“jawab aku!apa kau tau semua nya?.”tanya Almera terisak.
Reno membeku di tempat mendengar kata-kata Almera.
__ADS_1
# like komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah.semoga kita tetap dalam lindungan yang kuasa.