
Jam sudah menunjukkan pukul 07.15 namun Vida tetap belum bangun, dia merasa tidak ingin berangkat kesekolah tapi dia juga tidak ingin diam dirumah jika berada di rumah dan bukan hari libur mungkin orang tuanya akan mendadak menjadi wartawan dia akan menanyakan kesana kemari tentang hal ini sedangkan keadaanya sekaranh berbeda Vida dan orang tuanya untuk saat ini sedang tidak lagi baik- baik saja.
Akhirnya dia bangun dan langsung pergi kekamar mandi untuk bersiap- siap. Vida telah siap dengan seragamnya namun matanya sedikit bengkak karena tangisan tadi malam.Dia lalu dia memiliki ide menyamarkannya dengan menggunakan lipstik dengan warna mencolok agar orang-orang tidak melihat kematanya melainka kebibir manisnya itu.
Setelah siap semuanya Vida langsung turun kebawah,dia tak melihat kedua orang tuanya di ruang tamu maupun ruang makan mungkin mereka sudah berangkat kekantor.
Vida berangkat dengan membawa mobil pink kesayanganya,di tengah perjalanan Vida berniat untuk bolos sekolah dia sedang tidak ingin masuk kelas karena hari ini pelajaran matematika yang mungkin akan membuatnya semakin pusing,ditambah para sahabatnya mungkin akan banyakan bertanya kenapa mata dia sembab seperti sekarang ini.
Vida mengarahkan mobilnya kearah belakang sekolah dia langsung memarkirkan mobil pink itu dibawah pohon rindang.
"Eh neng Vida kemana aja neng baru keliatan." Ujar bibi warung.
"Hehehe ada ko bi."
"Neng Vida sendiri aja nih kemana temen- temennya?."
"Ada bi."
" Mau minum apa neng."
"Es teh manis aja ya bi."
"Ok neng."
Setelah perbincangan Vida dan bibi kantin Vida mendapat notif dari grup WhatsApp nya.
*Lambe receh👄*
Merisa😘:" Vid loh dimana?."
melisa😘:" Vida"
Agnes😘:" Loh sakit atau gimana Vid koh nggak masuk sih?."
merisa😘:" Woy bocah kemana nih."
Banyak sekali notif dari sahabat- sahabatnya itu namun Vida lebih memilih tak membalasnya karena jika membalas satu kata saja pasti mereka akan lebih bertanya-tanya lagi dan yang lebih parahnya mereka akan menyusulnya dan membuat masalahnya makin kacau.
"Nih neng es teh manisnya."
"Iya bi makasih." Jawabnya.
Tak lama Vida duduk tiba- tiba ada Morgan,entah tau dari mana Morgan bahwa Vida ada di warung belakang.
__ADS_1
"Ngapain loh kesini." Tanya Morgen
"Suka-suka gue lah,lah eloh sendiri ngapain disini jangan bilang loh juga ikutan bolos ?."
"Gue males masuk kelas, hari ini pelajaran Bu Sinta."
"Oh." Jawab singkat
Tak ada pebincangan yang serius antara Vida dan Morgan setelah kejadian kemarin dengan Ardi, Vida merasa masih jengkel dengan perilaku Morgan yang seenaknya saja.
Satu jam berlalu Vida masih setia duduk dikuris bibi warung, Vida bukan tak ingin pergi kekelas namun waktunya tidak tepat kalo dalam keadaan seperti ini Vida tidak mungkin jika berada dalam kelas.Dia tidak ingin jadi ejekan karena seorang Oxvida anak pengusaha akan dijodohkan.ketika Vida sedang melamun terdengar ada seseorang datang.
"Vida sedang apa kamu disini?."
" Anu Pak saya lagi beli roti." Ucap nya.
"Dan kamu Morgan sedang apa juga kamu?."
"Nongrong Pak abisnya saya tidak suka sama pelajaran bu Sinta jadi saya disini." Dengan santainya Morgan menjawab.
"Kalian ini yah ayo ikut saya keruang BK."
"Tapi mobil saya gimana Pak?."
Akhirnya mereka berjalan menuju ruang Bk,sepertinya ruang Bk bagi Vida dan Morgan sangatlah ruangan tidak asing pasalnya bisa saja dalam waktu seminggu dua atau tingga kali pasti akan masuk ruang Bk entah tentang masalah apapun itu.
"Duduk kalian." seru Pak Yudi.
"Tadikan saya sudah bilang Pak, saya lagi beli roti diwarung belakang karena dikantin sekolah nggak ada."
"Kamu ini yah nglesnya pinter."
"Aduh Pak biasa aja dong ngomong sama pacar saya." Celetuk Morgan.
"Pacar? pantesan saja kalian berdua ada di satu warung yah kalian saya hukum karena melanggar dua kesalahan pacaran dan bolos dijam pelajaran selain dihukum kalian juga saya surat peringatan dan surat panggilan orang tua kalian paham."
"Loh apa- apaan sih Gan."
" Hukuman kalian akan di tangani oleh Ardi, Bapak sudah kehabisan hukuman untuk kalian berdua ini."
"Ayolah pak masa dihukum terus sih."
"Kalo kamu nggak mau dihukum jangan nglakuin kesalahan terus- terusan pacaran dan bolos dijam pelajaran itu nggak baik Vida,dan kamu itu harus pinter- pinter cari pasangan bukan malah ngebawa kamu jadi makin nakal paham?." Tegas Pak Yudi.
__ADS_1
"Paham Pak."
"Tenang Vid ada gue loh dihukum enggak sendirian koh." Ucap Morgan membuat Vida makin muak melihat wajahnya.
"Ya sudah ayo kelapangan."
Vida dan Morgan Akhirnya mengikuti Pak Yudi jalan menuju lapangan basket dimana tempat itu menjadi tempat langganan Vida dihukum.sebenarnya dia sudah tak mau berurusan dengan Ardi namun bagaimana lagi dia adalah ketua osis disini jadi yang menangaini anak- anak nakal macam Vida selain guru BK ya Ardi si ketua osis itu.
Sampailah Vida di pinggir lapangan,disana sudah ada Ardi.kenapa tepat waktu sekali sih batinya dan Ardi pun berjalan kearah kami.
"Ada yang bisa saya bantu pak?."
"Tolong tangani anak- anak ini Bapak sudah pusing dengan anak berdua ini." Lalu Pak Yudi pun pergi dan menyerahkan Vida dan Morgan kepada Ardi.
Awalnya Vida merasa kenapa sejak kejadian kemarin Ardi menjadi cuek terhadapnya apakah Ardi salah paham tentang hubunganya dengan Morgan sudahlah aku tak ingin memikirkanya biarkan saja dia seperti itu batinya.
"Ngeberisin seluruh kelas 12 selama satu minggu itu hukuman kalian yang sekarang."
"Ardi luh gila yah emang gue pembantu di sekolah ini?"berontak Vida
"Luh yang bener aja bro gue bisa buat perhitungan sama loh kalo cara loh kaya gini ke gue." Ucap Morgan
"Jika kalian bicara terus dan mengancam saya seperti itu saya akan laporkan kalian ke Pak Yudi dan saya akan memberikan hukuman tambahan kepada kalian,gimana kalian mau."
"Benci gue sama loh."
"Awas loh yah." Morgan.
"Terserah kalian,saya tidak takut dengan ancaman- ancaman yang kalian berikan dan yah satu lagi sepulang sekola saya tunggu kalian di koridor dekat perpustakaan."
"Mau apa lagi,loh mau nyuruh gue buat baca buku serak gituh iyah?." Kesal Vida.
"Selama seminggu saya akan mengawasi kerja kalian jika kalian satu hari tidak melakukan hukuman kalian hukuman kaliam akan saya tambah."
Vida dan morgan hanya mendengus pasrah,mereka tidak tau lagi harus berbuat apa.
Memang Morgan dan Ardi lebih tampan Morgan namun kemampuan cara berpikir Ardi jauh lebih hebat dari pada Morgan, Morgan jago dalam berantem namun tidak dengan Ardi dia lebih jago dalam pelajaraj dalam bidang apapun terutama dalam pelajaran fisika kimia dan biologi,karenanya Ardi lebih dikenal oleh semua Guru dan muris Nusantara sebagai peribadi yang baik dan sopan berbeda dengan Morgan dia dikenal sebagai badboy pembuat onar menurut Vida dalam batinya.
bersambung 🎉🎉🎉
Morgan Aditama
__ADS_1