Badgirl Love Story

Badgirl Love Story
Episode 7


__ADS_3

Vida telah sampai didepan rumahnya, sebenarnya dia tidak ingin pulang kerumah namun Vida berpikir senakal apapun dia sebesar apapun masalahnya dia tidak akan pernah bisa meninggalkan rumah.


Diruang tamu suda ada Jovin ayah Vida, dia duduk sambil meminum teh Vida tidak tau jika hari ini Papah nya pun akan pulang, Vida berjalan melewati Papahnya tanpa menyapa ataupun memberi salam kepadanya.


"Vida dari mana kamu?."


Tak ada jawaban darinya,


"Vida Papah sedang bertanya sama kamu?."


"Aku cape Pah, aku pengin istirahat nanti saja bicaranya." lalu Vida pergi menuju kamarnya.


Mungki Arumi telah bercerita kepada Jovin apa yang terjadi siang tadi, Saat dimana Vida berbicara akan isi hatinya yang selama ini dia pendam.Jovin juga tidak sepenuhnya menyalahkan Vida karena mungkin bagi Vida yang dia lakukannya adalah benar,namun Jovin juga tidak menyalahkan Arumi.


Jovin membiarkan putrinya pergi kekamarnya mungkin putrinya butuh ketenangan.


Dikamar Vida hanya bisa termenung sambil duduk diatas kursi yang berada di balkon kamarnya,entah apa yang harus dia lakukan seharunya dia senang karena papah dan Mamah nya sudah pulang. Namum tidak dengan saat ini dia malah tidak ingin melihat kedua orang tuanya berada dirumah karena bagi Vida percuma saja jika kedua orang tuanya berada dirumah tetap yang diutamakan adalah rutinitas mereka terhadap pekerjaan.


Sebenarnya Vida tak berniat untuk membenci siapapun terutama orang tuanya, dia hanya emosi karena dia tidak tau harus berbicara apalagi.


" Maafin Vida Mah Vida gak bermaksud untuk berkata seperti itu Vida hanya tidak ingin jika Mamah terus -teruskan memgabaikan Vida seperti ini.Biarkan Vida menjadi apa yang Vida inginkan dulu Vida sayang Papah sama Mamah."batin Vida sambil menangis


Waktu semakin larut namun Vida tak kunjung turun untuk makan,sudah sejak pulang sekolah dia belum memakan nasi satu sendong pun. Sebenarnya Vida ingin turun namun dia sedang tidak ingin bertemu kedua orang tuanya di bawah.


Akhirnya Vida memutuskan untuk tidur dan membiarkan perutnya dalam keadaan kosong.


Vida terbangun dari tidurnya,dia melihat jam bekernya telah menunjukan pukul 07.15


" ****** telat lagi."


Setelah selesai bersiap Vida keluar kamar dan berjalan menuju garasi mobil,hari ini dia berpenampilan seadanya dengan seragam sekolah dan rambut yang diikat.


Diruang makan sudah ada Jovin dan Arumi yang sedang melayani suaminya itu, Vida yang melihat kedua orang tuanya sedang melihat kearahnya tak memberikan sapaan ataupun senyuman dia langsung berjalan saja tak berpamitan.


" Vida...."


Belum sempat selasai berbicara Jovin dihentikan Arumi dengan cara memejamkan matanya sesaat yang artinya agar Jovin memberikan Vida waktu dulu untuk sendiri.


" Sudah Pah biarkan saja dulu putrimu itu butuh ketenangan." Ujar Arumi


🍬🍬🍬

__ADS_1


07.45


Vida telah sampai di depan gerbang,sudah biasa jika dia pasti akan telat karena ini adalah kebiasanya, Vida berteriak minta dibukakan gerbang namun tidak ada yang mendengar. Akhirnya Vida berjalam menuju belakang sekolah dimana disana ada tangga tempat dia bolos sekolah berjalanlah Vida kearah tangga itu.


Sebelum naik mata Vida celingukan melihat apakah ada orang melihat aksinya itu, ketika sudah sampai atas dan akan turun ternyata dibawah sudah ada Guru BK dan Ardi si ketua osis dingin.


" Eh Bapak yang paling ganteng." Sambil tertawa padahal tak ada yang lucu " tadi lagi cari angin pak jadi saya manjat tangga tuh pak segerkan di atas Bapak mau ikutan juga?."


" Turun kamu." Perintah Ardi


"Bapak heran sama kamu Vid, kerja nya telat terus kamu itu tau waktu tidak sih atau dirumah kamu gak ada jam makanya kamu telat terus?."


"Eh Bapak kalo ngomng sembarangan aja yah,di rumah Vida ada jam ko malah lebih bagus dari pada punya Bapak."


" Vida kamu ini yah.?"


" Hehehe maaf pak."


Ardi hanya melihat cewek yang ada dihadapannya saja dia dia tidak ikut bicara karena Pak yudi telah memberikan ceramah yang cukup panjang kepada Vida jika Ardi ikut memberikan ceramah juga kepada Vida yang ada dia juga akan membenci Ardi seperti dia yang membenci orang tuanya. Ardi juga merasa heran cewek seceria Vida bisa punya masalah juga seperti apa yang diceritakan kemarin.


" Sekarang ikut saya."


" Jalan-jalan Vida yah kekantor kamu ini masih nanya lagi kemana."


Ardi hanya terkekeh melihat tingkah Guru bersama murid itu dan ikut berjalan mengikuti pak Yudi.


Didalam ruang Bk Vida hanya terdiam,dia tidak tau akan dihukum apa oleh Pak Yudi dan juga Ardi.


"Aduh Pak, Bapak ini mau ngomng apa sih kenapa harus diruang BK juga?."


" Kamu ini yah tidak sopan ngomng sama Guru kamu ini." Kesal Pak Yudi.


" Hehehe." sambil membentuk huruf V ditanganya.


" Bapak kemarin memberikan surat pemanggilan orang tua kamu, mana kenapa beliau tidak hadir?."


" Aduh Pak mereka itu orang tua paling sibuk sama bisnisnya pak,percuma Bapak ngasih surat panggilan orang tua juga mereka gak bakal hadir."


"Vida yang sopan kamu yah kalau bicara tentang beliau,mereka itu orang tua kamu."


" Tapi maaf Pak Bapak nggak ngerti tentang hidup saya jadi saya mohon dengan sangat kepada Bapak jangan berbicara seakan bapak mengajarkan saya untuk hormat sama orang tua saya,saya akan hormat jika mereka juga menghargai saya." Vida terdiam

__ADS_1


" Maafin Bapak, Bapak tidak bermaksud untuk menyinggung kamu."


" Nggak papah Pak, Bapak gak salah ko ini salah Vida, Vida terlalu terbawa suasana jadi bicara seperti itu kepada Bapak." Vida tersenyum lepas.


Ardi ikut tersenyum ketika Vida memberikan senyuman kepada Pak Yudi, Vida yang menyadari bahwa Ardi ikut tersenyum menoleh kearahnya dan memberikan senyuman manisnya juga kepada Ardi.


"Khmmkhmm di kacangin deh Bapak." Pak yudi tertawa.


Vida dan Ardi langsung mengakhiri tatapanya,mereka kembali fokus kepada pak Yudi.


" Ya sudah jika kamu ada masalah Bapak siap mendengarkan cerita kamu Vid dan inget berhenti jadi murid yang suka terlambat sekolah yah." Ucap pak Yudi.


"Ok siap Pak."


" Ya sudah kamu bisa keluar dan kamu Ardi,kamu juga bisa ikut keluar dan kembali kekelas."


"Iya pak makasih."


Akhirnya mereka berdua pun berjalan keluar.


"Oh iya Ardi."


Ardi pun menoleh


"Iya pak kenapa?."


"Cepat peped terus Vida nanti keburu ditingkung orang loh dilihat-lihat kalian cocok ko." kata Pak Yudi sambil tersenyum menunjukan giginya.


" Bapakkkk....."


"Hehehehe Bapak bercanda jangan pada merah gituh dong pipinya."


Merekapun keluar dengan tersipu malu.


"Maafin Pak Yudi yah,beliau hanya bercanda biar suanasa gak tegang kaya tadi."


" Iya nggak papah ko santai aja


Ketika mereka berdua berjalan melewati koridor tiba-tiba ada orang dari belakang dan tiba-tiba BUUGGGG......


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2