
4 hari berlalu.
Hari ini Vida sudah di perbolehkan untuk pulang karena makin hari kondisi Vida sudah makin membaik.
"Inget nanti jangan dulu kecapean yah." Pesan Dokter.
"Siap Dok." Jawab Vida.
Lalu Dokter itupun pergi dari ruangan Vida Arumi sekarang sibuk membereskan pakaian yang seminggu lalu dia bawa kerumah sakit sedangkan Jovin Papah Vida tidak menemani nya Jovin hari ini sedang ada pertemuan penting dengan klien dari Australian.
"Mah, Papah ko malah pergi kekantor sih."
"Papah kamu itu sibuk sayang,kan ada Mamah disini."
"Bunda Rani juga kenapa nggak kesini buat nganter Vida pulang."
"Mereka itu sedang sibuk sayang."Jawab Arumi.
Arumi pun melanjutkan kegiatan membereskan barang-barang yang kemarin dia bawa sedangkan Vida hanya duduk di atas tempat tidur sambil memakan buah apel.
Sekarang sudah pukul 12.30 Vida sudah berganti baju dia sudah tidak lagi memakai baju biru muda ciri khas seorang Pasien kini dia memakai pakaian rabih.Arumi sudah siap dengan barang-barang yang akan dia bawa pulang sekarang mereka hanya sedang menunggu supirnya menjemput karena mobil Arumi dibawa oleh Jovin untuk pergi kekantor.
Terdengar ada suara ketukan pintu lalu arumi berjalan untuk membukanya ternyata yang ada di depan pintu ruangan Vida dirawat adalah supri pribadinya dia sudah datang.
"Assalamualaikum bu."
"Walaikumsalam,eh Mang."
"Mau sekarang atau mau nunggu Bapak saja Bu?."
"Sekarang aja mang kasian Vida dia butuh istirahat."
"Ya sudah Bu saya bawakan barang-barang nya kedalam mobil."
Lalu supirya masuk untuk mengambil barang-barang yang tadi sudah dibereskan oleh Arumi.
"Hallo Non bagaimana keadaan Non Vida?." Tanya Mang Jono supirnya.
"Alhamdulillah Mang sudah membaik."Jawabnya sambil tersenyum.
"Syukur Alhamdulillah kalo udah sehat Mamang seneng dengernya."
Kemudian Mang Jono membawa dua tas di tangan kiri dan kananya dan berjalan untuk keluar ruangan.
"Ayo sayang kita pulang."
"Yeh pulang." Dengan girangnya Vida bersorak.
"Jangan begitu sayang kamu baru sembuh."
"Hehe maaf Mah,abisnya Vida seneng banget bisa keluar dari ruangan yang bau obat kaya gini."
"Iya sayang Mamah tau tapi jangan kaya gituh."
"Mah Vida boleh nggak minta sesuatu?."
__ADS_1
"Apa sayang?."
"Vida pengin dimasakin makanan kesukaan Vida nanti Vida rindu masakan rumah Vida bosen makanan sini mah yang hambar nggak ada rasa."
"Iya sayang boleh nanti Mamah masakin."
"Yehhhh makasih Mah." Sorak Vida sambil mencium pipi Mamah nya itu.
Lalu Arumi dan Vida keluar dari kamar rawat,kini mereka berjalan kearah lobi rumah sakit disana sudah ada sopir pribadi nya yang sedang menunggu majikan nya.
"Bu, sudah siap?."
"Sudah dong Mang."Jawab Vida dengan sangat bersemangat mengatakan kata sudah.
Mereka pun langsung masuk kedalam mobil.Ketika diperjalanan handphone Vida berbunyi.
*Lambe receh👄*
Melisa😘: "Vid sorry yah gue nggak bisa jemput luh pulang kita lagi sibuk."
Agnes😘:"Iya sorry Vid bukanya kita nggak peduli sama luh cuma kita lagi sibuk banget."
Merisa😘:" Nanti kalo ada waktu kita main kerumah luh yah."
Melisa😘:"Sorry."
Melisa😘:"sorry."
Melisa😘:"sorry❤️❤️❤️❤️."
Lalu Vida mematikan handphone nya itu,hari ini Vida kira orang-orang akan menyambut nya ketika pulang dari rumah sakit ternyata mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Untung ada Arumi Mamah Vida yang selalu setia menemaninya.
Perjalanan dari rumah sakit menuju rumah Vida memang cukup jauh membuat Vida merasa lelah dan memutuskan untuk tidur.Vida tertidur dipundak Arumi tempat ternyaman ketika Vida sedang merasa kelelahan.
Akhirnya mereka sampai didepan rumah mewah setelah sekitar 30 menit mereka berada diperjalanan Arumi dan Vida pun turun dari mobil,wajah Vida sangat senang pasalnya sudah satu minggu lebih Vida tidak menginjakan kaki dirumah kesayanganya itu dia rindu semua sudut rumahnya terutama dia merindukan kamar kesayangan tempat dimana dia selalu mengistirahatkan tubuhnya ketika lelah melanda.
"Hallo rumah tercinta."Sapa Vida kerumah kesayangan itu.
"Ayo sayang setelah masuk kerumah kamu langsung istirahat yah jangan kecapean dulu."
"Siap Mamah tersayang."Lalu Vida menggandeng tangan Mamah nya itu.
Ketika Vida membuka pintu rumahnya Vida terkejut ternyata didalam rumah sudah ada banyak orang yang menyambut kepulangan nya.
"Selamat datang." Sorak mereka.
Vida tersenyum bahagia karena disana sudah ada Papah, Bunda Ayah ketiga sahabatnya dan juga Ardi.
Vida pikir mereka sibuk dengan urusannya namun ternyata Vida salah,mereka hadir dan menyambut kepulangannya dari rumah sakit.
"Selamat datang dirumah sayang."
"Papah,katanya Papah lagi sibuk dikantor."
"Papah tadi memang pergi kekantor sayang."
__ADS_1
"Makasih Pah." Berlari dan langsung memeluk Jovin Papahnya itu.
"Semua ini yang menyiapkan bukan Papah sayang tetapi Merisa Melisa Agnes dan Ardi berterimakasih sama mereka dong.
Lalu Vida menatap sahabat-sahabatnya itu.
"kalian." Vida langsung berjalan dan memelyk ketiga sahabatnya "Kalian bilang kalian lagi sibuk."
"Maafin kita Vid kita tadi bohong sama kamu kita pengin ngasih kejutan jadi tadi kita kirim pesan ke luh bahwa kita nggak bisa jemput luh pulang." Ujar Merisa.
"Tadinya gue mau marah sama kalian,karena kalian nggak bisa jemput gue pulang dari rumah sakit."
"Terus sekarang jadi marahnya?."Tanya Melisa.
"Engga dong malah gue mau berterima kasih sama kalian,kalian udah peduli sama gue."
"Ini semua ide dari Tante Rani."
"Bunda." Vida pun berganti pelukan menjadi memeluk Rani. "Makasih Bun udah mau nyempetin waktu buat Vida."
"Iya sayang, demi putri Bunda yang cantik apa sih yang enggak."
setelah berterimakasih kepada Rani Vida pun tidak lupa memberikan ucapan terimakasih kepada Ardi.
"Makasih Ar."
"Ok."Jawabnya simpel.
"Ke Ayah enggak bilang terimakasih nih" Doni tiba-tiba membuat Vida membalikan wajahnya.
"Eh iya maaf Ayah Vida lupa,makasih Ayah udah datang kerumah Vida." Lalu Vida memeluk Doni.
"Iya sayang sama-sama."
Setelah memberikanan ucapan terimakasih kepada semua orang Vida pun langsung pergi kekamar dia sangat rindu sekali dengan kamar kesayanganya itu.Vida dengan di temani tiga sahabatnya berjalan menaiki anak tangga.
Ketika Vida membuka pintu kamarnya Vida dikejutkan kembali pasalnya kamarnya kini benar-benar berubah tidak lagi berkarakter hello Kitty namun sekarang berubah menjadi nuansa pink putih.
"Kamar gue?bagus banget siapa yang ngerubah kamar gue jadi sebagus ini."
"Tante Arumi."Jawab Merisa.
"Ya ampun Mamah."
Setelah Vida selesai berganti pakaian Vida dan sahabatnya pun turun untuk pergi ketaman depan rumahnya karena disana sedang ada acara BBQ' Papah dan Ayah Doni sedang duduk dikursi dan Mamah bersama Bunda Rani sedang memanggang makanan sedangkan Ardi hanya duduk sambil memainkan ponsel.
Disebrang jalan ada seorang perempuan yang sedari tadi mengamati keluarga Vida, perempuan itu sepertinya sangat tidak suka jika Vida dan keluarganya bahagia.
"Gue benci sama luh Vid,luh harus bayar semuanya karena luh dan Mamah luh udah ngerebut bokap gue dari Ibu gue."Dengan tatapan marah.
Bersambung😊😊😊
Rumah Oxvida Titania Aromantika
__ADS_1