Badgirl Love Story

Badgirl Love Story
Episode 15


__ADS_3

tok tok tok.....


Lalu Arumi membukakan pintu.


"Asalamuallaikum Tante" Merisa


Vida pun langsung menengok ketika terdengar suara Merisa mengucap salam. Merisa pun berjalan dan masuk lagi Melisa dan Agnes dengan membawa buah-buahan.


"Mer Mel Nes gue kangen" Sambil membuka kedua tanya lalu memeluk ketiga sahabatnya itu.


"Gue juga kangen sama loh syukur luh udah sadar dari masa kritis luh."Ucap Merisa.


"Maaf kita baru kesini kita sibuk ngerjai tugas." Timbal Melisa


"Tapi tenang tugas luh udah kita kerjain semua ko." Ujar Agnes melepas pelukanya.


"Hmmm kalian baik banget sih."


Arumi dan Jovin yang melihat itu semua hanya bisa tersenyum Jovin dan Arumi hanya bisa berharap semoga putri nya selalu bahagia seperti ini.


Mamah harap kamu juga bakal menemukan seseorang yang sayang sama kamu dan bisa buat kamu bahagia setiap waktu sayang,batin Arumi.


"Jadi Papah sama Mamah kurang baik nih."


orang-orang yang berada diruangan itu pun tertawa mendengar perkataan Arumi.


"Papah sama Mamah tetap jadi yang terbaik"


Lalu Arumi pun memeluk putrinya itu.


"Maafin Mamah yang selalu sibuk sama bisnis Mamah ya sayang."


"Iya mah Vida udah maafin Papah sama Mamah ko."


"Udah-udah ko kalian malah jadi kaya Teletubbies sih berpelukan terus, kasian tuh Ardi dicuekin."Ucap Jovin tiba-tiba.


Membuat Arumi menyudahi pelukan itu.


"Papah ganggu aja sih." Sambil memanyunkan bibirnya.


Mereka pun mengakhiri pelukanya itu dan kembali melanjutkan perbincanganya. Vida merasa sangat senang hari ini karena selain Papah dan Mamah nya yang kembali seperti sebelum jadi pembisnis, ada juga tiga sahabatnya yang selalu menemaninya disaat Vida sedang sakit seperti ini mereka yang selalu ada disaat Vida sedang tidak dalam keadaan baik Vida bahagia punya sahabat seperti Merisa Melisa dan Agnes mereka adalah sahabat terbaik Vida sampai kapanpun.


Vida juga sangat bahagia Ardi yang dulunya sangat dingin kepadanya, kini sedikit demi sedikit berubah dan Vida baru tahu kalo Ardi adalah anak dari Om Doni dan Tante Rani sahabat Papah dan Mamah sekaligus rekan kerjanya.


Vida kini kembali tidur karena setelah makan sia dan minum obat matanya terasa ngantuk.


"Mah Vida ngantuk."


"Ya sudah tidurlah."


Akhirnya Vida tertidur disamping Arumi,di ruangan Vida di rawat masih ada Merisa Melisa Agnes dan juga Ardi tidak lupa juga kedua orang tua Vida.


Pintu terbuka ternyata orang tua Ardi datang untuk menjenguk Vida.


"Asalamuallaikum" Doni dan Arumi bersamaan.


"Walaikumsalam" Jawab Arumi membuat orang-orang yang ada didalam ruangan itu memalingkan wajahnya untuk melihat siapa yang datang.

__ADS_1


"Bunda kenapa nggak bilang mau kesini." Tanya Ardi.


"Bunda?." Tanya Merisa karena dia sama sekali tidak mengetahui bahwa Rani adalah Bunda dari Ardi.


"Iya ini Bunda gue."


"Hallo tante." Sapa Merisa Melisa dan Agnes.


"Hallo cantik."


"Ternyata Ayahnya Ardi ganteng pantesan Ardi nya juga ganteng."Ucap Agnes sambil berbisik-bisik kepada kedua sahabatnya itu.


"Hayo kalian lagi ngomongin Om yah, Om tau Om itu ganteng." Sambil tertawa.


"Ih Om kita enggak ngomongin Om ko, kita cuma lagi bilang kalo ternyata Ayahnya Ardi juga ganteng." Jawab Agnes.


"Kita? luh kali yang bilang kalo Ayahnya Ardi ganteng." Semua tertawa mendengar Melisa berkata seperti itu.


"Sudah-sudah nanti Vida bangun kasian." Rani.


"Ayo jeng duduk disini."


Lalu kedua orang tua Ardi pun duduk di sopa bersama dengan orang tua Vida.


Ardi dan ketiga cewek itu pamit untuk pergi kekantin rumah sakit untuk sekedar duduk saja.


Mereka berempat pun jalan menuju arah kantin sesampai di area kantin mereka pun duduk.


"Kalia mau makan apa?." Tanya Ardi


"Gue apa aja deh terserah luh Ar." Jawab Agnes.


"Gue sama kaya Mer aja deh."


"Ya udah bentar gue pesenin dulu, minumnya es teh manis semua aja yah."


Agnes hanya mengangguk- anggukan kepalanya saja dia sedari tadi terus saja memandangi Ardi.Lalu Ardi pun pergi.


"Heh Nes apaan sih luh ngliatin Ardi nya gitu banget."


"Ternyata Ardi enggak sedingin yang gue kira,udah ganteng baik perhatian lagi udah pokoknya idaman gue banget deh."


"Terserah luh dah gue mah enggak ikut-ikut kalo masalah ini mah." Merisa.


Tak lama Ardi datang sambil membawa makanan pesenan mereka.


"Nih makananya."


"Makasih Ardi ganteng." Agnes.


"Dih dasar luh Nes jijik gue dengernya." Merisa


"Suka-suka gue lah Ardi yang di panggil kaya gituh sama gue biasa aja, sirik aja luh."


"Udah-udah nanti makananya keburu dingin."


Melisa hanya diam saja tak ikut bicara,dia hanya bisa melihat kedua sahabatnya beradu mulut.

__ADS_1


"Eh Ar luh udah lama kenal keluarganya Vida?."Tanya Melisa.


"Kalo buat kenal Om Jovin dan Tante Arumi sih pas gue sering diajak kepertemuan-pertemuan para pembisnis aja."


"Wih gila masih mudah udah sering di ajak kepertemuan para pembisnis."Ucap Agnes kagum "Jangan-jangan kafe Romantis itu punya luh juga?."


"Ya bisa dibilang begituh."


"Emang suami idaman."Agnes.


"Berisik kenapa sih nes orang gue mau tanya ke Ardi mulut luh nggak bisa diem yah."Kesal Melisa.


Lalu Agnes pun diam dia memilih untuk makan yang tadi pesannya.


"Terus sejak kapan luh tau kalo Vida adalah anak dari omy Jovin dan Tante Arumi? Tanya Melisa kembali?


"Sejak bunda gue sering main dan ngobrol tentang Vida sama gue."


"Oh begitu."Sambil mengangguk-angguk bertanda mengerti.


"Luh kenapa tanya-tanya kaya gituh Mel?." Merisa.


"Pengin tahu aja emang nggak boleh?."


" Boleh koh."Jawab Ardi sambil tersenyum.


Setelah pertanyaan demi pertanyaan yang dituju untuk Ardi mereka pun langsung melahap makanan yang ada didepanya.


Setelah melahap makanan masing-masing Ardi pun pergi untuk membayar.


"Udah gue aja Ar nggak papa." Merisa


"Nggak papa biar gue aja."


"Ya udah kapan-kapan gantian yah gue yang bayarin makanan luh." Ucap Merisa kembali.


"Ok siap."Lalu Ardi pun melajutkan langkahnya untuk membayar makanan yang tadi mereka pesan.


"Ya ampun calon suami gue emang pengertian banget sih."


"Apaan sih luh Nes."


Setelah Ardi selesai membayar Ardi pun kembali dan mengajak ketiga temanya itu untuk kembali keruang Vida di rawat.


Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Morgan dan kini berjalan ke arah mereka berempat.


"Hai bro gue mau tanya kamar rawat Vida nomer berapa yah?." Tidak ada yang menjawab mereka saling menatap satu sama lain seperti sedang merencanakan sesuatu.


"Kamar vip C Luh tinggal lurus aja terus belok kanan." Ucap


"Ok thanks luh nggak mau bareng?."


"Kita nyusul aja masih mau disini."


Lalu mereka berempat melanjutkan perjalanannya yang tadi sempat terhenti oleh Morgan.


"Untung luh pinter Nes."Merisa.

__ADS_1


"Biarin aja suruh ke ruang mayat."Membuat keemapat orang itu tertawa.


Bersambung.....


__ADS_2