Badgirl Love Story

Badgirl Love Story
Episode 13


__ADS_3

3 Hari pun berlalu...


Sudah tiga hari sejak kecelakaan itu Oxvida atau yang kerap dipanggil Vida itu belum kunjung bangun dari masa kritisnya ini membuat Jovin Arumi merasa sedih,pasalnya ini semua belum pernah terjadi kepada Vida.Mereka rindu putrinya yang kerap marah jika Papah dan Mamah nya selalu sibuk dengan pekerjaanya,yang selalu ngambek jika tidak dibelikan sesusatu yang iya mau.


Vida masih berbaring dikasur rumah sakit kini mukanya sedikit agak rusak karena kecelakaan kemarin Arumi yang melihat putrinya terbaring lemas hanya bisa pasrah dan berdoa agar putrinya itu cepat pulih.


"Cepat bangun sayang Mamah rindu sama kamu."Ucap Arumi sambil menangis.


"Papah juga janji kalo kamu sembuh nanti Papah bakal batalin tentang perjodohan itu."


"Kali ini Mamah akan lebih perhatian sama kamu Mamah akan lebih mentingin kamu dari pada bisnis Mamah sayang tolong bangun nak."Tangisan Arumi semakin menjadi.


Ketukan pintu pun terdengar dari luar kamar kemudian Arumi mempersilahkan nya masuk,disana ada tiga sahabat-sahabatnya Vida dan Ardi mereka seperti baru pulang sekolah.


"Asalamuallaikum." keempat temanya memberikan salam.


"Hallo tante." Sapa Ardi "Bagaimana tante apakah Vida sudah sadar."Tanya Ardi.


"Sudah tiga hari dia mebelum juga sadar dari masa keritis nya nak."


"Saya ikut sedih ya tante atas kejadian yang menimpa Vida."


Lalu ketiga sahabatnya mendekati Vida yang terbaring dikasur dengan mata yang masih tertutup mereka merasa sedih jika saja waktu itu tidak mengajak Vida untuk pergi jalan-jalan mungkin semuanya tidak akan seperti ini.


"Gue rindu loh Vid ayolah bangun kita disini nungguin luh."Ucap Merisa sambil meneteskan air mata kali ini dia merasa sangat sedih melihat sahabatnya terbaring tak berdaya seperti ini.


"Luh udah tiga hari engga masuk sekolah luh nggak rindu telat sekolah,biasanya loh selalu cerita hukuman apa yang sering Ardi berikan karena loh sering telat."Melisa.


"Bangun ayo Vid kita disini nungguin luh,luh nggak kasian sama kita enggak kasian sama bokap nyokap luh apa lagi nyokap luh dari kemarin nangis mulu liat luh kaya gini terus."Agnes pun ikut bicara.


Tetap tak ada respon dari Vida dia masih menutup matanya dengan alat-alat rumah sakit yang masih menempel dibadanya.


Setelah ketiga sahabatnya kini giliran Ardi yang berdiri disamping Vida Merisa Melisa agnes memberi waktu untuk Ardi berbicara agak lama kepada Vida, mereka duduk di sopa dan Arumi bersama Jovin pergi untuk membeli minuman disana tinggal ada mereka berlima termasuk Vida.


"Hallo Vid, lagi ngapain kamu berbaring disini bukanya kamu harus sekolah yah,kamu nggak cape tiduran terus sejak kemarin,eh iya udah tiga hari kamu nggak ngerjain hukuman yang saya berikan nanti saya kasih tambahan mau? kalo nggak mau makanya ayo bangun."Ucap Ardi dengan suara lirih nya.

__ADS_1


Ardi merasa tak menyangka cewek yang dulu sering iya hukum kini sedang terbaring dirumah sakit.Kamu itu cewek kuat Vid katanya kamu orang paling cantik paling berani paling segalanya di sekolah kenapa sekarang kamu jadi seseorang yang lemah, saya rindu kamu Vid tolong untuk kali ini buka mata kamu untuk saya katanya kamu benci sama saya ayo maki-maki saya tapi dengan satu syarat kamu bangun yah. Ardi berkata dalam batinya sambil memegangi tangan Vida.


Ardi tidak tidak tau kenapa Ardi sesedih ini melihat perempuan yang ada dihadapanya terpuruk seperti saat ini,dan lagi dia merasakan rindu dengan ocehan-ocehan yang dilontarkan Vida ketika dia mendapatkan hukum darinya.Apakah saat ini iya mulai merasakaan suka kepada Vida ntah dia pun tidak tau terhadap perasaanya itu.


Tak lama ada gerakan dari jari Vida membuat Ardi segera memanggil dokter, tiga sahabatnya merasa kaget pasalnya mereka sedang asik bermain handphone.


"Dokter- dokter."Teriak Ardi


Dokter yang kebetulan sedang berjalan mendadak langsung berlari dan segera masuk kedalam ruangan.


"Tadi jari dia bergerak dok."


"Sebentar ya saya periksa dulu."


sekitar kurang lebih 5 menit dokter memeriksa akhirnya "Pasien tidak apa-apa ini hanya tanda sebuah responan saja."


"Tapi dia nggak papa kan dok?" Tanya Merisa


"Pasien tidak apa-apa berdoa saja agar dia segera sadar dari masa kritisnya."


"Vida kenapa?."


"Vida nggak papa tante hanya saja tadi jari viday bergerak lalu saya panggil dokter takut terjadi apa- apa denganya."


"Lalu kata dokter bagaimana?."


"Vida baik-baik saya tante."Jawab Melisa.


Arumi merasa lega karena tidak terjadi apa-apa kepada putrinya itu,lalu Arumi menaruh dua kantung plastik berisi makanan dan minuman.


"Merisa Melisa Agnes dan nak Ardi ayo silahkan diminum dulu tante bingung mau beli apa buat kalian jadi tante sama Om cuma beli ginian aja."


"Nggak usah repot-repot tante."Ucap Agnes sambil mengambil minuman nya.


"Bilang nggak usah repot-repot tapi tetep diminum juga." Ujar Merisa membuat orang-orang terkekeh melihat tingkah Agnes, Agnes ini memang pintar mencaikan suasana.

__ADS_1


Hari sudah semakin sore ketiga sahabatnya dan juga Ardi masih setia menemani Vida yang belum kunjung sadar.


"Kalian nggak lebih baik pulang dulu aja ini udah sore loh nanti orang tua kalian nyariin gimana."


"Ya udah tante kita pulang dulu besok kita kesini lagi ko."Jawab Melisa.


"Ya sudah kalian hati-hati dijalan yah makasih banyak kalian sudah jenguk Vida."


"Sama-sama tante Vida juga udah termasuk bagian dari hidup kita makanya kita rela nungguin Vida setiap hari."


"Kalian memang sahabat sejati tante bangga sama kalian."


"Luh nggak ikut pulang Ar?." Tanya Merisa.


"Kalian duluan aja."


Setelah ketiga sahabatnya itu berpamitan akhirnya merekapun berjalan meninggalkan Jovin Arumi dan Ardi.


"Kamu nggak pulang nak nanti Bunda nyariin loh."


" Iya tante bentar lagi,bunda juga udah tau koh kalo Ardi lagi jenguk Vida."


"Oh begitu syukur kalo kamu udah bilang sama bunda."


"Kamu bagaimana sekolahnya?."Tanya Jovin.


"Alhamdulillah lancar Om."


Percakapan mereka cukup berjalan dengan asik pasalnya Jovin Arumi dan Ardi sudah cukup lama kenal Ardi kenal dengan kedua orang tua Vida karena ayahnya adalah rekan kerja mereka,hanya Vida yang tidak mengetahui hal itu karena dia merupakan anak yang acuh terhadap bisnis orang tuanya Vida hanya sesekali mengikuti acara pertemuan itupun karena Jovin dan Arumi memaksanya.


"Ya sudah tante sudah larut malam Ardi pamit pulang dulu."


"Iya sayang salam buat Bunda dan Ayahnya kamu yah."


"Iya tante walaikumsalam,ya sudah mari Om Tante."Lalu ardi berjalan mendekat kepada Vida "Cepat sembub yah Vid." sambil tersenyum lalu pergi.

__ADS_1


Bersambung 🎉🎉🎉


__ADS_2