Badgirl Love Story

Badgirl Love Story
Episode 3


__ADS_3

Dengan raut muka marah Vida merasa hari ini adalah hari dimana dia selalu mendapat masalah.Dari awal dia masuk hingga pulang sekolah dirinya selalu bertemu dengan orang-orang yang membuatnya kesal,mendapat hukuman dari ketua osis buat bersihin toilet bahkan sampe dihadang oleh morgan yang jelas-jelas sering banget Vida tolak cintanya.


"Sebel banget sih gue hari ini."gerutu Vida sambil memukul-mukul setir mobilnya " awas aja tuh ya ketos belagu."


Ketika sudah sampai di depan rumah,Vida langsung keluar dari mobil dan memberikan konci mobilnya kepada mang Jono untuk memarkirkan mobilnya dengan baik.


Tanpa bersalaman Vida lansung membuka pintu dan berteriak "Aku pulang." Sambil membawa tote bag nya dan yang diletakan diatas pundaknya


"Bi mamah belum pulang?." Tanya vida kepada bi inah yang sedang membersihkan dapur.


Bi inah keluar dapur "tadi nyonyah pulang non tapi nyonyah berangkat lagi sambil membawa koper." jawab bi Inah


"Bawa koper bi?."Tanya Vida


"Iya non,katanya nyonya ada rapat penting diluar negeri sekalian mau nemuin papah non di Amerika." Jawab bi Inah lagi


"Kenapa gak bilang dulu sih sama Vida?." Kesal Vida


"Kan ada....?,belum sempat selesai bicara bi Inah sudah di tinggal oleh vida naik keatas menuju kamarnya.


Dengan raut muka marah Vida berjalan menaiki anak tangga sambil menghentak-hentakan kakinya.


Sesampainya di dalam kamar tidak langsung perbaring di atas kasur nya yang berukuran besar, ketika ia akan memejamkan matanya ada notif yang berbunyi dari handphone nya ternyata itu adalah negatif dari Arumi mamah Vida.


"Maaf mamah keluar negeri gak bilang dulu ya sayang, soalnya mama ada rapat penting sama klayen dari Amerika jaga diri baik-baik ya sayang mama nggak lama kok di luar negeri mama janji nanti kalau pulang mama beliin oleh-oleh buat kamu😍mamah sayang❤️ vida",pesan arumi dalam Notifikasinya


Setelah membaca pesan panjang dari Arumi,muka Vida semakin merasa kesal dia melempar handphone kesopa yang berada disamping tempat tidurnya.


"Jangankan peduli untuk tetap tinggal di rumah menguruskupun sepertinya tidak ingin." Ujar Vida dengan senyuman sinis nya.


Vida beranjak dari tempat tidurnya yang mewah itu dan membuka lemari untuk mengambil baju,setelah bersiap Vida langsung keluar kamar berjalan menuju mobil pink yang sudah diparkirkan oleh mang jono depan rumahnya tadi.

__ADS_1


"Non Vida mau kemana?." Tanya mang Jono


Tak ada jawaban dari Vida dia langsung masuk dan kedalam mobil dan membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


Mang jono yang melihat tingkah majikannya itu hanya bisa geleng-geleng kepala,Mang jono tau betul jika tingkah majikannya seperti itu tandanya berarti iya sedang kesal.


Mobil vida melaju kearah kafe yang sedang buming di daerah Jakarta,selain tempatnya yang nyaman pemandangan disana juga bagus itu adalah tempat favorit dia bersama sahabat-sahabatnya.


Vida sudah sampai didepan kafe Romantis, Vida turun dari mobil dengan berpakain putih dan celana jeans dengan sepatu Kets dan rambut yang terurai begitu saja memberikan kesan simpel namun tetap cantik itu berjalan menuju kafe.


Vida duduk dikursi yang berada diujung dekat jendela,sambil menunggu pesanan yang tadi sudah di pesan dia melihat-lihat pemandangan dekat kafe Romantis yang begitu indah dengan tangan yang diletakan didagu manisnya itu.


"Permisi." Salah satu pelayan kafe.


Saat Vida menengok,dia merasa kaget karena yang mengantarkan pesannya itu adalah ketua osis yang tadi pagi menghukum dirinya.


"Eloh???.... Ngapain loh disini?."Tanya Vida "loh ngikutin gue yah."


Ardi diam saja tidak menjawab pertanyaan vida,stelah menyajikan pesanan yang tadi dipesan cewek itu Ardi langsung pergi tanpa ada senyum sedikitpun kepada Vida.


Ketika sedang menikmati secangkir kopi latte, Vida tidak sengaja melihat Ardi yang dengan lihay melayani para pembeli.Tatapan vida terhenti ketika Ardi juga melihat kearahnya dan memberikan sedikit senyuman kepadanya.


Setelah selesai menikmati kopi latte Vida meranjak dari duduknya menuju kasir, Vida celingukan mencari sosok ketos yang belagu itu namun dia tetap saja tidak menemukanya.


"Maaf mba cowok yang tinggi itu kemana yah?." Tanya Vida.


"Oh Ardi,dia sudah pulang ka." Jawab pelayan kafe "memangnya kenapa ka apakah ada perlu?." Tanyakanya lagi.


Vida tidak menjawab,dia hanya membalas dengan senyuman manis yang membuat siapa saja bakal klepek-klepek.


🍬🍬🍬🍬

__ADS_1


sudah tepat berada depan pintu iya langsung masuk kamar dan melemparkan tubuhnya ke kasur sambil memeluk guling,dan secara tiba-tiba terlintas dalam pikiran Vida kenapa Ardi bekerja di cafe romantis bukankah dia anak orang kaya kenapa dia harus bekerja seperti itu batinnya.


"Aduh apaan sih gue kenapa jadi mikirin Ardi," kata Vida sambil menepuk-nepuk jidatnya.


"tapi kok tadi dia pas gue liatin, malah ngasih senyuman gituh yah?jangan bilang kertos belagi itu suka sama gue?nggak nggak ini nggak mungkin." Dengan kaki yang dihentak-hentakan kekasur


setelah berasumsi bahwa Ardi suka terhadapnya Vida tertidur pulas dengan posisi memeluk guling.


jam menunjukkan pukul 17.30 namun Vida tidak kunjung bangun.


Satu jam berlalu akhirnya Vida terbangun dari tidurnya setelah cukup lama.


Dengan keadaan yang sangat berantakan Vida menginjakkan kakinya ke lantai menuju pintu kamarnya dia berjalan menyusuri anak tangga,dia sedang tidak melaksanakan salat meskipun adzan maghrib sudah berkumandang.


Dia pergi menuju dapur untuk mencari makanan,namun tidak ada makanan yang iya suka hari ini.


" Bi Vida laper, Vida mau dimasakin omlet." Sambil menujukan muka gemesnya.


"Siap non,bibi bakal buatin yang spesial buat non vida pokonya mah."Jawab bi Inah.


"Inget yah bi jangan pedes",ucap Vida kembali.


"Siap bos", jawab bi inah sambil memberi hormat di lanjut dengan senyuman.


Melihat tingkah asisten rumah tanggganya itu vida membalasnya dengan senyuman manisnya,dia berpikir jika dirumah ini tidak ada bi Inah bagaimana nasibnya itu.


Dengan tangan yang sudah mahir bi inah kembali dengan membawa sepiring omlet pesanan vida tadi.


Vida sangat lahap memakannya dia merasa lapar karena sejak pagi ia belum sempat makan nasi, Meskipun ia tau bahwa ia memiliki penyakit lambung namun tetap saja dia akan telat makan jika moodnya sedang tidak baik.


Setelah selesai makan vida beranjak dari meja makan dan berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri karena sejak sepulangnya ia dari kafe vida belum sempat membersihkan badanya tidak lupa juga ia memberikan senyuman kepada bi inah karena sudah masakin makanan kesukaanya

__ADS_1


"Makasih bi."ucap Vida sambil berjalan.


Bersambung!!!


__ADS_2