
Jam pulang sekolah pun tiba namun tidak dengan Vida mulai hari ini dan seminggu kedepan Vida akan menjalankan hukuman yang diberikan Ardi tadi pagi.
" Loh koh lesu Vid kenapa?."Tanya melisa
"Gue males ketemu Ardi gue males kalo harus dihukum apalagi harus bersihun semua kelas 12 mel."
"Makanya kalo nggak mau dihukum jangan terus-terusan telat Vida."
"Iya Vid kita kan udah sering bangunin loh spam loh paket chat tapi loh nggak pernah direspon." Ucap Agnes.
"Iya gue tau,tapi gimana itu udah jadi kebiasaan gue guys."
"Ya udah sana nanti Ardi keburu datang duluan dan kalo misal dia nunggu loh lama bisa- bisa dia nambahin hukumanya gimana coba."Merisa.
"Asli gue benci banget sama Ardi."
"Jangan gituh nanti dia jadi jodoh luh gimana nanti tiba-tiba loh nikah dan dia jadi suami loh gimana?."
"Amit-amit dah gue mah jangan sampe."
ketiga sahabatnya terkekeh melihat ekspresi wajah Vida,kadang sahabatnya ini merasa kasian, jengkel dengan tingkah laku sahabatnya yang satu ini apa lagi kalo sudah cerita tentang masalah Papah Mamah nya dan satu lagi kalo sudah terlibat dengan masalah Ardi si ketua osis pasti nggak ada berhenti buat ngomong mungkin jika bisa diceritakan telinga mereka sudah budeg karena ocehan-ocehan itu.
"Apaan kenapa kalian pada ngtawain gue hah?."
"Nggak jawabnya kompak."
"Udah sana pergi nanti keburu Ardi datang duluan."
Kali ini Vida merasa sangat beruntung memiliki tiga sahabat yang pengertia mau di ajak susah senang bareng mereka juga tidak memandang dari mana mereka berasal asal usul keluarga mereka gimana mereka berteman karena mereka saling percaya bahwa jika kita saling melengkapi mereka bakal jadi obat penyempurna dan Vida ingin jika persahabat ini bisa dijalan sampai tua nanti.
Mata Vida berkaca-kaca meskipun hubungan nya dengan keluarga saat ini sedang tidak baik-baik aja namun ada mereka yang selalu memberikan semangat dan yang terpenting mereka mau menerima kekurangan Vida secara dia adalah anak yang nakal suka bolos dan sering sekali keluar masuk ruang Bk karena tingkahnya.
" ko luh malah nangus sih?."
"Gue sayang kalian." Lalu Vida pergi sambil mencium pipi ketiga sahabatnya itu.
"Tuh bocah kenapa?"Merisa.
"Udah nggak waras tuh bocah yah."Agnes.
"Kita juga sayang kalian."Ucap melisa dalam hati.
ketika Vida sudah sampai disana sudah ada Ardi dia melihat ke arahnya mungkin dia akan marah karena sudah cukup lama dia menunggu.
"Maaf gue telat."
Ardi tidak jadi berbicara karena Vida langsung minta maaf.
__ADS_1
"Morgan mana?."
"Mana gue tau emang gue emaknya apa."
"Bukanya dia pacar luh yah."
"Dia bukan pacar gue." Jawabnya sambil menyilangkan tanganya di dada.
"Tapi dia waktu itu bilang dan sempet nonjok gue gara-gara gue jalan bareng di koridor sama luh."
"Udah gue bilang dia bukan cowok gue." "Ngapain coba luh jadi kepo gituh itu bukan sikap luh banget deh."
Lalu Ardi diam dia seperti di sekakmat oleg perkataan Vida barusan dia juga merasa heran kenapa dia jadi kepo seperti ini.
Tak lama Morgan terlihat berjalan kearah mereka berdua dengan santainya dia berjalan meletakkan tangan di saku celana dan mengedong tasnya di sebelah kiri tanganya membuat Vida merasa kesal pasalnya hari sudah semakin sore namun hukuman yang diberikan Ardi belum dikerjakan sedikitpun.
"Eh **** cepet kenapa sih tuh jalan lama amat." Kesal Vida.
"Apaan sih luh?."
"Lu mau hukumanya di tambah sama orang songong disamping gue ini?."Sambil melirik kearah Ardi membuat ardi menolehnya.
"Bacot luh ah."
" Apaan sih kalian udah ayo cepat mulai."
"Sumpah gue cape banget." Gerutu Vida.
"Ya udah gue aja yang bersihin."
"Bacot luh ah,udah ayo cepet."
Ardi yang melihat dari arah jauh hanya bisa menggelengkan kepalanya dia tidak menyangka masih ada murid macam mereka itu, Ardi juga merasa heran apa untungnya jika para mudir bolos di jam pelajaran.
2 jam berlalu Selesai sudah hukuman hari pertama yang Vida dan Morgan lakukan,sekarang mereka duduk di bawah pohon rindang didepan lapang basket sepertinya mereka sangat kelelahan paslanya mereka tidak pernah melakukan pekerjaan seperti ini sebelumnya.
"Kalian boleh pulang jangan lupa besok hukuman kalian masih berlaku jika kalian berani melanggar atau tidak melakukannya maka hukuman kalian akan saya tambah menjadi dua kali lipat."Ucap Ardi dengan tegas.
Vida yang mendengar hal itu hanya mendengus kesal,kenapa dia harus bertemu orang macam.Namun berbeda dengar Morgan dia setelah Ardi selesai berbicah Morgan langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua.
"Kalo kertas udah gue robek- robek tuh muka." Ucapnya Vida kesal.
"Apa luh bilang."
"Gue gak ngomong apa-apa barusan."
"Udah ayo pulang luh nggak mau pulang atau mau jadi temen para hantu disini." Ucap Ardi membuat Vida sedikit merasa takut.
__ADS_1
Ardi jalan duluan diikuti Vida dibelakangnya,Vida berjalan menuju depan gerban dan Ardi berjalan ke arah parkiran.Setelah Ardi mengambil motor vespanya Ardi bertemu Vida didepan gerbang sedang berdiri.
" Ngapain luh masih disini?."
" Mobil gue di belakang warung sekolah gue takut ngambilnya,pasti jam segini udah sepi."
" Ternyata cewek nakal kaya luh punya takut juga?."
"Jangan ngejek luh."
" Ya udah ayo gue anter."
" Nggak usah nanti luh ngapa-ngapain gue lagi."
"Yakin luh nolak bantuan gue?."
"Hmmm" sambil berpikir " Ya udah deh dari pada mobil kesayangan gue disana sendirian kan kasian."
" Ayo naik."
"Gue di bonceng sama luh?."
" Terus luh mau jalan kaki?udah sore Vida yang ada luh bakal kemaleman pulangnya."
" Ya udah deh ayo."Pasrah Vida.
Akhirnya Vida naik diatas motornya Ardi mereka melaju arak belakang sekolah yang sudah cukup sepi tak ada seorang pun diwarung itu karena mungkin pemiliknya sudah pulang sejak tadi. Sampailah Vida dan Ardi di belakang gedung sekolah lalu vidat turun dari atas motor Ardi.
"Aduh untung mobil pingki gue nggak ada yang nyolong."
"Lagian luh sih ngapain taro mobil disini kalo parkiran sekolah ada."
"Berisik luh ah udah kaya emak-emak rempong deh ngomong mulu."
Lalu Vida berjalan dan masuk kedalam mobil kesayanganya dan berjalan melewati Ardi, Ardi mengikutinya dari belakang.
"Luh ngapain ngikutin gue?."
"Udah mau magrib nggak baik dijalan sendiri apa lagi bawa mobil nanti ada nyulik luh gimana?."
"Terserah luh deh gue cape ribut sama luh."
Vida berjalan diikuti oleh Ardi dari belakang, Vida merasa heran Ardi kenapa jadi baik lagi ke dia padahal sebelumnya dia terlihat menghindar setelah kejadian dikoridor itu tapi ya sudahlah.
"Makasih Ar."Dalam batinya sambil tersenyum dan melihat Ardi dari kaca spionnya.
Bersambung......
__ADS_1