Badgirl Love Story

Badgirl Love Story
Episode 20


__ADS_3

Keempat perempuan itu keluar kelas dan berjalan menyusuri koridor sambil bercanda riang,mereka sangat merindukan Vida sudah lama mereka tidak berbincang riang seperti ini.


Vida Merisa Melisa dan Agnes jalan bergandengan,banyak sekali yang melihat kearah mereka.Pasalnya mereka berempat adalah murid paling populer di sekoalah Nusantara mereka memiliki wajah yang mempesona mereka juga dianggap sebagai Angel.


Jadi tidak heran banyak sekali kaum adam yang mengejar cinta mereka termasuk Morgan Aditama pria tampan yang banyak digandrungi para perempuan Nusantara,namun lebih tampan Ardi.


Morgan Aditama adalah pria yang setia menunggu cinta Oxvida meskipun cintanya selalu di tolak mentah-mentahan.


"Eh ngomong-ngomong gue nggak liat Morgan?." Tanya Vida.


"Ngapain luh nanyain Morgan kangen luh?." Agnes.


"Dih amit-amit gue kangen sama cowok kaya dia."


"Ya terus kenapa luh nanyain si dajjal." Melisa.


"Gue cuma mau bilang terimakasih karena pas gue dirumah sakit dia sempet ngasih gue bingkisan ya meskipun ngasihnya lewat luh." tunjuk Vida kepada Agnes.


"Gue juga mau nanya rasanya dikerjai sama gue." Tawa Agnes.


"Dasar jahat luh." Melisa.


"Kali-kali gue jahat sama orang." Lalu mereka pun tertawa.


Mereka pun sampai di kantin sekolah,


lagi-lagi Vida melihat Ardi dengan Tya.Entah kenapa ketika Vida melihat Ardi dengan Tya hati Vida selalu merasakan sesuatu, Vida sangat tidak suka semua itu.


"Itu emak lampir ngapain terus deket-deket sama calon suami gue sih." Ujar Agnes dengan kesal.


"Udah sih biarin aja." Jawab Vida ketus.


Lalu ketiga perempuan itu pun duduk kursi paling belakang,sedangkan Agnes berjalan kearah Ibu kantin untuk memesan makanan namun ditengah jalan ada Tya yang menghalangi langkahnya.


"Eh cewek gatel minggir luh." Ucap Agnes kasar.


"Itu mulut di jaga yah."


"Terus apa kalo bukan cewek gatel, cewek murahan?."


"Kurang ajar tuh mulut." Tya marah.


Lalu Vida, Merisa dan Melisa datang menghampiri Agnes yang sedang beradu mulut dengan Tya.


"Nes kenapa?." Tanya Vida dan juga Melisa.


"Nih si cewek gatel ngalangin jalan gue."Jawan Agnes.


" Luh kenapa sih Tya perasaan luh selalu ganggu gue dan temen-temen gue,luh nggak suka sama gue bilang?."


"Gue emang nggak suka sama semua yabg bersangkutan sama luh termasuk temen-temen luh."


"Tapi apa salah gue?."Tanya Vida.


"Cuih munafik luh." Sinis Tya.


"Gue nggak ngerti maksud dari ucapan luh?."


" Udah deh nggak usah pura-pura polos,gue benci bokap nyokap luh termasuk luh." sambil menunjuk-nunjuk ke arah Vida.


"Luh boleh benci gue tapi enggak dengan orang tua gue,Paham!."

__ADS_1


Lalu Tya mendorong bahu Vida membuat Vida hampir terjatuh untung ada Ardi yang sempat menahan tubuh Vida.


"Tya! cukup."


"Tapi Ar dia yang duluan bully gue."


Vida dan para sahabatnya hanya diam saja dia tidak ingin menambah keadaan semakin kisruh.


"Gue bilang cukup!."


Lalu Tya pun pergi dengan wajah yang kesal, sebenarnya dia belum puas membully Vida dan sahabatnya itu namun Ardi keburu datang sehingga menggalkan rencananya untuk semakin menindas Vida.


"Kamu nggak papa?."


"Gue nggak papa."


"Vid luh nggak papa?."Tanya Merisa.


"Gue baik-baik aja guys."


Lalu Ardi melepaskan tangannya dari tubuh Vida,kini dia kembali dingin dan tidak banyak bicara.


"Makasih udah nolongin gue dari Tya."


"Ok." Lalu Ardi pun pergi dari hadapan keempat perempuan itu.


Entah kenapa sekarang jika Ardi kembali dingin kepadanya dirinya sedikit tidak suka.


Mereka pun memutuskan untuk kembali kekelas mereka tidak jadi makan karena mood mereka sudah berantakan gara-gara Tya.


"Udah mending jabut aja kekelas gue udah nggak nafsu makan." Ujar Agnes.


"Vid luh nggak papa?, tadi gue pas lagi di belakang sekolah denger kalo luh adu mulut lagi sama Tya."


"Gue nggak papa."Lalu Vida melanjutkan langkahnya.


"Vid tunggu."


"Luh bisa nggak sih jangan ganggu Vida terus?." Melisa.


"Gue nggak ada urusan sama luh."


Lalu Melisa menginjak kaki Morgan membuat dia meringis kesakitan.


"Ahhh sakit ****."


"Makanya nurut kalo gue ngomong."


Merisa dan Agnes hanya tertawa melihat Melisa berani melakukan itu kepada Morgan.


Lalu Melisa pergi dari hadapan Morgan.


Morgan merasa sangat kesal dia gagal mencari muka dihadapan Vida.


Jam istirahat pun telah usai giliran bagian murid-murid Nusantara masuk kelas untuk melakukana kegiatan belajar mengajar lagi.


Namun beda dengan Vida dia terus saja memikirkan perkataan yang tadi Tya ucapkan kepadanya,dia sama sekali tidak mengerti kenapa Tya tiba-tiba mengatakan itu.


"Luh kenapa Vid?."Tanya Melisa.


"Gue nggak papa."

__ADS_1


"Luh masih kepikiran sama ucapan Tya tadi?."


Vida pun mengakukan kepalanya "Iya Mel."


"Udah nggak usah dipikirin."


Melisa hanya di balas senyuman oleh Vida.


Bel pulang sekolah pun tiba, Vida langsung segera membereskan alat tulisnya, dia sangat ingin segera sampai rumah mood yang tidak baik membuat Vida merasa kesal.


Vida berjalan menuju depan gerbang bersama sahabatnya.


"Luh beneran nggak mau ikut gue pulang? Tanya Melisa.


"Enggak Mel gue nunggu jemputan aja."


"Ya udah kita duluan yah."Ujar Merisa.


"Bye Vid."Agnes.


Lalu Vida melambaikan tangan kepada sahabatnya,mereka pun sudah pergi namun jemputannya belum kunjung datang.


Vida berusaha menelpon Mamah nya namun tak kunjung diangkat,dia sudah menunggu cukup lama membuat dia merasa bosan akhirnya dia memutuskan untuk menunggu ditaman sekolah ketika dia berbalik badan dibelakang sudah ada Ardi dengan motor vespanya.


"Kamu belum pulang?." Tanya Ardi.


"Menurut luh gue udah pulang." Jawab viday ketus.


"Aku nanya baik-baik,kamu kenapa sih?."


"Eluh yang kenapa luh kadang baik sama gue kadang dingin,kadang perhatian." Vida kesal.


Ardi sedikit tersenyum melihat tingkah Vida.


"Udah ayo pulang." Ajak Ardi.


"Nggak mau gue mau nunggu Mamah Arumi aja." Vida menolak.


"Ini udah hampir mau sore Vida."


"Terus apa urusan luh hah?."


"Kamu itu anak Bunda sekarang,nanti kalo kamu kenapa-kenapa Bunda juga yang sedih."


Vida pun langsung memukul bahu Ardi."Jangan keras-keras **** nanti ada yang denger." Sambil tengak tengok kanan kiri.


"Ahh sakit."Ardi meringis.


"Udah ayo pulang,nanti biar aku aja yang bilang Tante Arumi kalo kamu pulang dianter saya."


Vida diam,tidak mungkin juga kalo dia harus menunggu Arumi sedangkan hari sesudah semakin sore.


"Ya udah ayo."


"Pake helmnya." Sambil memberikan helm berwarna coklat.


"Pelan-pelan awas aja luh kalo ngebut gue bilangin Bunda."


"Dasar anak Bunda." Sambil terkekeh mendengar Vida berbicara.


Bersambung 🛵🛵🛵

__ADS_1


__ADS_2