
Kegiatan belajar mengajarpun berjalan dengan lancar dan penuh ketegangan keran hari ini kelas vida mengadakan ulangan dadakan.
Jam istirahat pun telat tiba,anak-anak SMA Negeri 2 Nusantara pun berhamburan keluar kelas.
Vida Melisa Merisa dan Agnes empat sahabat itu keluar kelas menuju kantin dimana tempat itu adalah tempat utama para siswa berkumpul untuk membeli makanan.
Sesampainya disana,mereka berempat celingukan merasa kebingungan karena kursi didalam kantin sudah penuh semua.
Lambayan tangan seorang cowok kepada empat cewek yang sedang bingung mencari tempat duduk itu.
"Woy sini." Teriak Morgan
Cowok keren dan berpenampila dengan kancing baju yang terbuka dan rambut sedikit agak pirang,yah dia adalah Morgan Aditama ketua geng hero yang bisa dibilang sangat disegani oleh semua murid SMA Nusantara itu yang sering kali membuat kerusuhan disekolahnya.
Sudah lama dia mengejar cintanya Oxvida alias Vida itu,namun ketika dia menyatakan cintanya selalu saja ditolak mentah-mentahan oleh Vida.
Meskipun bisa dibilang vida adalah anak yang nakal namun dia juga tidak sembarang orang dalam memilih cowok semacam morgan itu.Vida sama sekali tidak tertarik terhadap morgan meskipun dia selalu mengejar-ngejarnya kemanapun dia pergi.
Keempat cewe itu malah mengacuhkan lambayan tangan cowok yang sedari tadi berteriak menyuruhnya duduk dikursinya itu.
Dengan tatapan yang kesal akhirnya morgan memutuskan pergi dari kantin tersebut.
"Ehh kita duduk dimana nih?",ujar Melisa
"Mana udah penuh semua kursinya lagi" sambil memegang perutnya, "Asli gue udah laper banget ini." Gerutu Merisa
"Aduh bisa diem ga sih kalian berisik banget,gue juga lagi bingung mau duduk dimana."jawab Vida
Agnes hanya diam tak berbicara sepatah katapun dia hanya mengangguk-angguk kan kepalanya itu.
"Duduk disitu aja." Vida menunjuk kearah kursi depan tukang bakso.
"Loh yakin mau duduk bareng ketua osis dingin itu?."ujar Melisa
"Iya Vid loh yakin?." Sahut Agnes
"Gue yakin", sambil memelankan nada suaranya " Sambil ngasih pelajaran juga sama ketua osis belagu itu",dengan raut muka licik
Akhirnya vida berjalan menuju arah kuris si ketua osis itu dia tidak sendiri disitu sudah ada Joni dan Aldi teman baiknya ardi.
"Gue boleh duduk disini kan?."tanya Vida.
Tanpa harus menunggu jawaban dari ardi vida dan teman-temannya itu langsung saja duduk disampingnya.
__ADS_1
"Memangnya kita ngebolehin loh buat duduk di samping kita?."Jawab Joni.
"Mau dibolehkan atau enggak gue masih akan tetep duduk disini." Jawabnya ketus.
"Dasar cewek enggak tau sopan santun." Dengan nada dinginya Ardi menjawab lagi.
"Iya lagian kita emang udah jawab omongan loh?.";Jawab Joni.
"Tau nih cewek." Sambung Aldi.
Dengan raut muka yang datar ardi hanya melihat kedua temanya itu yang sedang berdebat sama cewek yang tadi pagi baru saja dikasih hukuman olehnya.
Ardi malah dengan lahap memakan batagor tanpa menghiraukan perdebatan mereka.
"Apa loh bilang?." Bentak guru matematika datang.Membuat perbincangan mereka terhenti.
"Udah-udah kita disini itu mau makan atau mau ribut sih?."Tanya Merisa " kalian mau makan apa,biar gue pesenin sekalian?."Tanya merisa lagi
"Gue batagor sama jus jeruk yah."jawab vida
"Aku bakso aja deh." timbal Agnes.
"gue sama deh kaya agnes." Seru Melisa.
"Ya udah gue pesenin dulu makananya." Sambil mengarah keibu-ibu kantin.
"yeh makanan sudah datang." Sorak Agnes
"Apaan sih loh kaya anak kecik aja deh
" Jawab Melisa
Ketika merisa akan memberikan sepiring batagor dan jus jeruk,dengan mata vida yang berkedip menunjukkan aksinya yang baru saja iya rancang tadi bersama sahabatnya itu.Vida menumpahkan jus jeruk kebajunya ardi,sontak saja hal itu membuat Ardi membalikan matanya mengarah ke Vida.
"loh apa- apaan sih? kalau loh gak suka sama temen gue bilang." Bentak Joni
"Baju loh kotor ar?." Tanya Joni
"Dasar loh tuh yah." Kesal Joni
"Apa loh engga suka sama apa yang gue lakuin ketemen loh yang belagu itu?." Jawab Vida
"Ini adalah balasan dari gue karena temen loh udah hukum gue tadi pagi",dengan nada kesal "Gue benci temen loh itu ngerti."
__ADS_1
Ardi hanya diam tak menjawab omongan-omongan kasar yang keluar dari mulut Vida.
Keributan yang terjadi dikantin membuat semua siswa beralih pandang menatap tujuh siswa siswi tersebut.
Setelah berdebatan itu Vida memutuskan untuk pergi karena dia sekarang merasa senang setelah apa yang dilakukanya terhadap Ardi.Vida berjalan dari kantin diikuti oleh sahabatnya.
Ada suara teriakan dari ibu kantin "neng bayar dulu dong?." Ujar bibi kantin
"Oh iya kita lupa belum bayar makananya."Ucap agnes sambil menepuk jidat
"Udah sana loh yang bayar." Ujar Merisa
"Ya udah tungguin gue," Sambil berjalan menunu ibu kantin
Ketiga cowok yang berada didepannya hanya menatap keempat cewek yang bertingkah aneh itu
"Cantik-cantik pelupa",kata Joni sambil sedikit sinis
"Eh emang cantik-cantik mereka itu jon,iya kan ar?," Aldi menjawab sambil menatap keempat cewek tersebut"Apa lagi Oxvida?."
"Apaan sih loh",jawab joni
"Menurut loh vida cantik ga ar?."Tanya Aldi
Membuat mata ardi berpindah menatap Aldi yang tiba-tiba menanyakan hal semacam itu.
Ardi memilihi pergi dan mengacuhkan pertanyaan temanya,dia lebih baik diam dari pada banyak bicara.
Bel sekolah pun berbunyi menandakan bahwa kegiatan belajar telah usai.Vida Merisa Melisa dan Agnes keluar kelas dengan raut muka yang ceria karena pada saat jam terakhir tepatnya jam pelajaran bahasa arab gurunya mendadak ada kepentingan.
Ditengah perbincangan keempat sekawan itu,langkah vida terhenti ketika melihat kembali siketua osis yang super duper nyebelin.Tatapan mereka bertemu ketika mata Ardi tidak sengaja melihat kearah Vida.
Vida langsung memalingkan wajahnya dan melanjutkan langkahnya menuju teman-temannya yang sudah agak jauh
"Dasar ketos belagu." Batinya sambil berlari kecil.
Sampai depan gerbang mereka berempat berpisah karena mereka membawa kendaraanya masing-masing,Vida langsung menuju belakang sekolah untuk mengambil mobil kesayanganya itu karena teman-teman sudah pulang duluan.Saat vida akan masuk kedalam tangannya ditarik oleh cowok yah dia adalah Morgan.
"Mau apa sih loh,lepasin tangan gue." Sambil menghempaskan tangan morgan dari tangannya
"Da gue mohon sama loh, kasih gue kesempatan buat bisa jadi pacar loh." Pinta Morgan
"Udah gue bilang berapa kali sih kalo gue gak mau",jawab vida dengan muka kesal lalu iya masuk kedalam mobil dan langsung pergi dari hadapan Morgan
__ADS_1
"Sial..",dengan muka marah "Lihat aja loh pasti bakal jadi milik gue."
Bersambung...