Badgirl Love Story

Badgirl Love Story
Episode 4


__ADS_3

Mentari bersinar terang, Vida terbangun dari tidurnya membuka mata dan melihat kearah jam beker yang berada di samping tempat tidurnya jam menunjukan pukul 07.05 yang artinya dia terlambat masuk sekolah lagi.


Setelah bersiap dengan seragam khas anak SMA Vida turun,lagi-lagi dia meninggalkan sarapan pagi padahal bi Inah sudah menyiapkannya. Vida berjalan keluar dengan sedikit agak mempercepat langkahnya ketika iya berjalan kearah mobil pink kesayanganya Vida baru sadar bahwa ban mobilnya kempes dan mengharuskannya untuk menaiki angkutan umum.


"Kenapa bisa kempes sih."Batinya


Lalu iya menyuruh mang Jono untuk mencarikan Vida taksi,akhirnya mang Jono mendapatkan setelah ±5 menit iya berjalan ke depan mencari taksi.


🏬🏬🏬


Sampailah mobil berwarna biru didepan sekolah Nusantara,lalu Vida bergegas keluar mobil dan berlari menuju gerbang sekolah.


Didepan sudah ada tiga orang cowok termasuk siketua osis berdiri sambil menunggu siapa saja siswa yang terlambat masuk sekolah.


"Bukain gerbanya dong." Pinta Vida


Mereka bertiga bukanya membukakan pintu malah saling bertatapan,mereka merasa aneh melihat Vida berpenampilan sepeti akan manggung.


"Hahahaha eh loh,loh tuh mau sekolah atau mau jadi biduan rame amat." Ucap salah satu osis.


Ardi yang melihat penampilan Vida hanya diam tak berkata sepatah katapun.


"Ar tolong bukain gerbanya dong, gue mohon." Rengeknya lagi.


"Loh tau ini jam berapa?."Jawab Ardi dengan nada dinginya.


"Iya gue tau,gue telat gue janji besok-besok gak bakal telat lagi deh",sambil mengangkat tanganya membentuk hurup v.


Dengan nada tegas Ardi menjawab."Kali ini gue harus bener-bener ngasih loh hukuman yang lebih de Vid,biar loh jera terus gak ngulangin lagi."


Akhirnya salah satu osis cowok membukanan gerbangnya.


"Ikut gue sekarang." Pinta Ardi.


"Gak mau,gue mau masuk kelas aja," Jawab Vida.


"Loh sekarang milih mau gue laporin ke guru BK biar loh di skor atau loh nurutin apa kata gue." Bentak Ardi membuat mata vida sedikit berkaca-kaca pasalnya iya belum pernah di bentak seperti itu oleh siapapun.


Dilapang sudah ada Ardi dan Vida,mereka berdiri dibawah pepohonan yang ada dipinggir lapangan itu.


"Lari seratus kali cepat." Perintah Ardi.


"Loh gila kali yah nyuruh gue lari segitu banyaknya,loh itu manusia atau setan."

__ADS_1


"CEPAT." Bentak Ardi.


Akhirnya Vida menuruti hukuman yang diberikan Ardi,ia berlari muterin lapangan basket dengan raut muka yang kesal.Ardi berdiri dibawah pohon rindah sambil mengawasi Vida yang sedang dihukum.


Vida berlari sudah cukup lama kini wajahnya berubah menjadi pucat dan langkahnya kian melambat pandangan Vida sudah mulai tak jelas.


Brrukkk....


"Hmmm gue dimana." Tanya Vida.


"Loh di UKS,tadi loh pingsan."Jawab Ardi.


"Vidaaaa aduh loh kenapa???."Tanya sahabat-sahabaynya yang baru saja datang.


"Ini semua gara-gara loh pasti?."Tanya Melisa kepada Ardi.


Ardi hanya diam tak menjawab.


"Kepala gue pusing." Ucap Vida sambil memegang kepalanya.


"Tadi kata perawat loh pingsan karena perut loh masih dalam keadaan kosong."Jawab Ardi dengan muk datar.


"Aduhh Vid loh sih kenapa coba gak sarapan dulu tadi pagi." Ujar Merisa "Loh kan tau kalo loh tuh punya penyakit lambung dan itu gak baik kalo membiarkan perut loh kosong." Ucap Merisa lagi dengan nada kawatir.


"Gue mau pulang, kepala gue sakit." Pintah Vida.


"Gue sama Agnes juga lagi ga bawa mobil hari ini tadi aja gue nebeng sama anak kelas sebelah." Kata Melisa.


Agnes anak itu hanya mengaguk-anggukan kepalanya saja,mendengar empat cewe itu berbica akhirnya Ardi memutuskan untuk mengantarkan Vida pulang.


"Biar gue aja yang anterin Vida pulang." Ucap Ardi.


Membuat keempat pasangan mata itu melihat kearahnya.


"Loh yakin ketua osis dingin kaya loh mau nganterin gue???." Tanya Vida


"Gak usah banyak omong gue bakal anterin loh pulang,tunggu sini gue mau izin dulu sama guru mata pelajaran sekarang." Pergilah Ardi dari hadapan cewek-cewek itu.


Diparkiran sempat terjadi keributan karena vida tidak mau menaiki motor vespa milih Ardi


.


"Loh mau gue anter pulang ngga,kalo gak mau gue balik lagi kekelas." Ujar Ardi.

__ADS_1


Akhirnya Vida menuruti perintah Ardi dan menaiki motor vespanya tersebut,dari arah yang lain ada dua pasang mata dengan posisi yang berbeda sedang menyaksikan perdebatan mereka berdua.Dia adalah Morgan dan Chintya bisa dipanggil juga Tya.


Tya adalah teman sekelas Ardi sudah sejak awal masuk sekolah Tya suka kepada ardi namun dia tidak berani untuk mengungkapkannya.


🛵🛵🛵🛵


Disepanjang perjalan mereka hanya diam seribu bahasa,tak ada yang mengawali mereka untuk membuka topik pembicaraan.


Sampailah Ardi dan Vida dirumah mewah bernuansa putih itu,vida langsung turun dan membuka gerbang tanpa mengucapkan terima kasih kepada Ardi.


"Sama-sama."ucap Ardi.


Membuat Vida membalikan padanya melihat kearahnya,dia hanya membalas dengan senyuman terpaksa lalu membalikan badanya kembali dan melanjutkan jalanya.


Setelah mengantarkan vida ardi langsung memutarkan motornya menuju arak sekolah Nusantara.


Sampailah vida didepan rumahnya dan langsung berjalan menuju kamarnya,tanpa menyapa asisten rumah tangganya yang sedang mengelap guci-guci besar.


"Non Vida koh sudah pulang?."


"Vida gak enak badan bi,kepala sama perut Vida sakit."


Dibaringkanlah tubuh Vida di atas kasur berukuran besar, Vida mencoba memejamkan matanya namun selalu tidak bisa.Iya merindukan Mamahnya sudah dua hari sejak keberangkatannya ke Amerika iya sama sekali tidak mendapatkan kabar.


"Vida rindu Mah,Vida rindu Mamah yang dulu selalu nyiapin sarapan untuk Vida, Pulang Mah Vida rindu Mamah."


Dari luar terdengar suara ketukan pintu


"Non Vida makan dulu,Non Vida dari tadi pagi belum makan nanti perut Non tambah sakit."


"Vida gak mau makan bi."


"Apa kita harus panggil Dokter buat meriksa keadaan Non Vida?."


"Gak usah bi, Vida gak papa koh."


Lalu bi Inah pergi,dia memutuskan untuk mengambil makanan dan mengantarkannya kepada Vida.Bi Inah tau betul keadanya dia sekarang,pasti Vida sangat sedih karena pada saat sakit seperti ini orang tuanya tidak ada disampingnya.


"Yang sabar yah Non,Non Vida pasti bisa ngelewatin kesedihan ini koh bi Inah selalu ada buat bantu Non Vida." Batinya.


Turunlah bi Inah untuk mengambilkan makan.Setelah siap makanan yang ada dipiring bi Inah kembali naik menuju kamar majikannya.


"Nonnnn.?makan dulu Non kan dari tadi belum makan."sambil menyodorkan nampan berisi sepiring nasi dan segelas susu.

__ADS_1


Akhirnya Vida tertidur setelah memakan makanan yang diambilkan asistenya itu.


Bersambung ❄️❄️❄️


__ADS_2